Archive for #unmistakable

#30daysblogging #day11 – Would you stop?

Posted in Uncategorized with tags , , , , , on November 18, 2014 by enybodyhome

Sejak kapan sebenarnya sih, orang merasa naik pangkat menjadi juri dan hakim bagi orang lainnya? Pertanyaan ini kerap muncul di otak gue, setiap kali ada temen atau orang lain curhat mereka ga bisa begini – begitu, atau terpaksa begini-begitu karena ga enak atau diminta oleh orang lain atau  masyarakat.

Pertanyaan ini juga muncul barusan, saat di group whatsap temen kampus yang lama lagi ngomongin soal pernikahan. Seperti biasa ya, pernikahan jadi momok bagi temen-temen gue yang single, terutama yang perempuan. Entah kenapa, pertanyaan “Kapan nikah” “Calonnya mana?” “Kapan nyusul” jadi pertanyaan yang paling sering ditanyain oleh orang lain ke mereka, melebihi pertanyaan “Elo apa kabar hari ini?” atau even “Jam berapa sekarang?” sekalipun.

These kind of question, annoys me so much. Gue aja, yang ga pernah ditanyain kapan nikah, eneg dan mual liat orang lain nanyain hal serupa ke temen-temen yang  jomblo. Come on deh, bukan urusan yang nanya juga kan ya, kapan tuh orang yang ditanya mau nikah, kawin ataupun cerai lagi sekalipun. Apalagi kalo pertanyaannya udah disangkut pautin ama organ reproduksi, dan sebagainya. Aduh bo, tubuh -tubuh orang, kok situ yang ribut ngurusin organ orang lain, Udah deh..

Kenapa sih, orang harus merasa punya hak untuk ikut campur akan hal-hal yang mutlak menjadi urusan orang lain? Mulai dari kecil, kita seperti diminta mengikuti kemauan orang lain. Waktu kecil, ditanyain “Kok belum numbuh gigi?” Atau “Kok belum bisa jalan?”. Saat sudah sekolah, ditanyain “Kok belum bisa baca, temen-temennya udah?” Pas smu ditanyain “Kuliah di mana?” atau “Udah daftar umptn kan?” Udah kuliah, ditanya kapan lulus dan dapet kerja, sudah kerja ditanya kapan nikah, sudah  nikah ditanya kapan punya anak, and so on, and so on, tiada berkesudahan.

Gue sendiri bukan sempurna ya, mungkin pernah ga sengaja nanya hal-hal seperti itu juga ke orang lain, entah sekedar basa-basi, atau emang beneran pengen tahu. But nevertheless, gue selalu berusaha (yang penting kan usaha ya), untuk menahan diri ga nanya hal-hal semacam itu ke orang lain. Specially pertanyaan “Kapan nikah?” to the jomblo-ers. Because i know how annoying it can be. Makanya kalo dicurhatin temen, gue selalu punya satu prinsip, “Yang penting lo bahagia” Itu aja. Titik. I mean, kalau dengerin apa kata orang, dengerin apa tuntutan orang, tiada akan pernah habisnya. Lo bener, lo salah, lo tetep akan dituntut oleh orang lain, tetep akan diomongin. So what is more important is to be happy in every state you are in, because nothing and noone is more important in this life beside yourself. (Dan anak-anak ding. Kalo lo udah punya anak, we all know how children are more important than us. Much more important). So, kalau elo happy dengan belum nikah, be it. Enjoy aja deh sampe waktunya tepat. Juga kalau lo happy dengan menjanda, be it. Toh yang penting lo happy, iya kan? Siapa juga sih yang mau hidup miserable dalam pilihan yang salah, JUST BECAUSE capek dengerin omongan orang lain..

And anyway, gak ngerti juga kapan orang mulai sadar bahwa apa yang terjadi pada orang,dan apa yang menjadi keputusan orang, selama itu ga ada hubungannya dengan mereka, harusnya ga perlu mereka tanyain atau dituntut. Lain hal kalo emang itu elo lagi dicurhatin atau dimintain pendapat ya. And even, kalaupun lo temen curhat atau dimintain pendapat, hak lo ya cuma kasih saran atau minimal dengerin aja kali ya. You have no right to demand the person you are talking with to do what you tell  them to do.

Iya sih kita manusia ga lepas dari  hakikinya to judge each other. Tapi all that demands, all that demanding question yang lo tanyain ke orang-orang, kayaknya bisa kok dikurangin. Lo sendiri juga pasti ga akan nyaman kalau dituntut ini itu kan?

 

Advertisements

i have no defenses

Posted in a sweet goodbye, crazy theory, daydreaming, My Precious one, my songs with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on April 25, 2014 by enybodyhome

Jadi keuntungannya kalau lo sudah sering kecewa, patah hati, sakit  hati dan sedih adalah, lo udah tahu persis apa yang akan lo rasain. Dah tahu persis apa yang harus lo lakuin. Dah tahu persis gimana cara nutupinnya dari orang lain supaya lo bisa terlihat okay okay azaa.

Dah tahu banget deh what to do, how , what, when and where..

Karena nothing new juga.. Rasa nyeri di dada, seperti ada pisau berkarat yang ngebelah elo dari leher hingga ke perut pelan-pelan. Rasa kosong di setiap sendi, nadi dan tulang di tubuhlo, yang sebenarnya seandainya lo bisa, lo maunya ga kemana-mana dan cukup leyeh-leyeh saja di tempat tidur. Berduka.. Keinginan untuk selalu kedipin mata supaya otak lo yang kosong bisa teralihkan, dan ga perlu mikirin kesedihan lo atau orang yang bikin lo sedih. Kesibukan yang lo cari-cari, berusaha sekuat tenaga mencari distraction dan mantengin diri untuk fokus ke hal tersebut.. Iya, semuanya tetap sama. The same thing all over again.

Tapi apa lantas elo kebiasa, dan bisa jadi okay okay aja kalau lagi sedih patah hati kecewa dan sakit hati?

Nggak.. ga pernah bisa akan terbiasa..

Lo tetep aja ga bisa fokus, dan every now and then mikirin that person, who breaks your heart.

Lo tetep aja berharap malam cepet datang supaya lantas lo bisa rebahin diri di dalam gelap, and drown your self in your sorrow, ditemani lagu-lagu sedih. And then the series of sleepless nights begin..

Lo tetep aja berharap waktu berjalan lebih cepat, karena lo tahu, satu-satunya yang bisa nyembuhin luka lo, cuma waktu.

Bukan mabuk-mabukan, bukan distraction, bukan nangis semalaman, bukan curhat sama temen, bukan curhat di blog, dan bukan semuanya.

Iya, cuma waktu…

 

Meski ga tahu juga, apa bener waktu yang nyembuhin, atau lo cuma udah kebiasa aja ama lukanya, sampai – sampai ga berasa lagi

 

Anyway, semua yang gue tulis di atas sih, cuma kejadian ama gue. Pengalaman pribadi gue aja. Ga tahu dan terserah juga sih elo gimana…

 

noone

Posted in my favorite pics with tags , on November 23, 2011 by enybodyhome

*nemu gambarnya di http://otoschat.web.id/music-cat/b/

iseng aja sk, gue edit-edit

unmistakable

Posted in My Precious one with tags , on November 4, 2011 by enybodyhome

[quote]Hi  Dearest one,..

You never say hello to me in the morning with your warm smile
You never asked me the news, or whether if I had eaten or not
You never gave me compliments when I wear new clothes, or what if I just came from my hair salon
You never console me when I’m upset
You did not ever care about every stories I tell
You never send any message to me, be it via messenger, twitter or even facebook. You do not even comment on my pictures
You never asked how my days are
You never asked what time I will go home today
You never took me to the movies, or even a dinner in a fast food restaurant
You do not even remember my birthday.
You never gave me a kiss good night, and you don’t  even wish me a sweet dream
but Dearest one,
To me, you are always be unmistakable[/quote]