Archive for sleep

Survival #2

Posted in a sweet goodbye, crazy theory, My Precious one with tags , , , , , on April 27, 2014 by enybodyhome

So today the agenda was..
Bersih bersih rumah dan beberes in the morning
Had a quite a fight with ardy also. That suddenly made me the loneliest person on earth, for keep pushing away the people who love me. Cried
myself out in the bathroom. Yeah, where else

Dan kemudian end up with me opened the laptop and started writing
Yeah writing stories. It had been a thing that ive never done again for so long. Maybe its time to start. Again
Beside, they said writing was one of the best way to heal or help you forget your broken heart. I ve got 4 pages.Lumayanlah

In the afternoon we went to the mall with nayla and lolop for monthly grocery shopping
Funny thing was, i suddenly lost my appetite on shoes and dress the way i used to be.. This ache inside has really gotten me 😦

Anyway pulang dr belanja bulanan, anak-anak tidur. Then i continued watching himym season 4 until the moment before i write this post

I actually dont wanna sleep, coz the moments before sleeping has always been the roughest moments for broken people as me, but then i realize, showing up at work with bad headache and constantly yawning would not be good for my own health

Anyway that is that. I complete today successfully.

Bismillah untuk besok.. Amiin

Ps: i have to sleep in the couch now. Kayaknya bakal beneran ga tidur and watching tv instead.
Oh this pain inside have made me like 19 again 😦

Advertisements

Eny’s Law

Posted in crazy theory, featured with tags , , on November 30, 2011 by enybodyhome

Tadi pagi, sewaktu berangkat ke kantor, tiba-tiba satu hal muncul di otak gue. Entah kenapa, gue ngerasa pemikiran gue ini, layak diberikan teori terbesar abad ini. Its about how tingkat kemudahan kita tidur bisa dengan mudah menunjukkan berapa usia kita. (Okay, ini teori gila aja, gak usah diyakini sepenuh hati, apalagi sampai dipatenkan segala atau dibandingin ama teori teori fisikanya Einstein atau Newton.)

 

Jadi begini, sewaktu lo bayi, elo pasti bakal dengan mudahnya tertidur hanya dengan ditimang atau disusuin oleh ibunda tersayang. Seiring lo bertambahusia, tingkat kemudahan tidurnya pun berkurang. Elo baru bisa tidur kalau didongengin atau dikelonin atau dikasih mimi susu. Di usia-usia ini juga, elo masih bisa cepat tertidur sewaktu dibonceng ayah naik motor, padahal hanya untuk jalan-jalan sore keliling komplek. Semakin besarpun, tingkatnya beda lagi. Elo baru bisa tidur kalau jarak berkendaraannya agak jauh.

 

Nah, teori ini gue dapat dari hasil mengamati anak-anak dan ponakan-ponakan gue yang masih piyik-piyik itu. Tapi tentu aja, samplenya ga lengkap kalo gue belum meneliti sample dari usia dewasa. So, guepun meneliti diri sendiri.

 

Iya, sewaktu gue masih usia sekolah, belasan tahun, masih lugu, polos, dan semua serba kencang plus oke begitu, gue masih bisa tidur meski cuma dibonceng motor. Masih keinget ama gue, gimana pacar gue kala itu, suka sewot karena dia kudu luar biasa hati-hati ngendarain motornya, akibat dari guenya yang sering kali molor di motor, kalau dibawa ke mana-mana. Pun, kemampuan itu masih gue miliki sampai gue masuk ke dunia kerja dan kuliah. Perihal tidur di angkotpun, gue juga jagonya. Jarak antar kantor – rumah yang bisa menempuh waktu dua jam pun ga berasa ama gue, saking gue selalu siap sedia tidur selama perjalanan. Kelewatan dan salah turun pun jadi langganan.

 

Seiring bertambah usianya gue, dari gadis muda yang manis imut sintal dan keren menuju wanita dewasa okeh cantik dan tetep keren ini, kemampuan gue buat tidur di mana aja pun berkurang. Sekarang gue udah ga bisa tidur di boncengan motor. Tidur di angkotpun, sudahga bisa senyenyak dulu. Dari dua jam perjalanan, paling cuma 10 menit aja gue bisa tidur. Ga usah jauh-jauh, dengan usia kita yang dewasa dan penuh dengan gejolak kehidupan ini, tidur di kasur yang empukpun, seringnya malahga bisa tidur. Tidur nyenyakpun jadi impian semua orang dewasa. Ini karena kita lagi di masa matang-matangnya jadi manusia, usia produktif kalo kata orang.

 

Lalu,  penelitianpun berlanjut ke generasi orang tua. Kata orang, semakin kita tua, semakin kita bertingkah kembali seperti anak-anak. There, terbukti sudah. Si mbahbisa dengan mudahnya molor di teras, sewaktu dia cuma duduk-duduk santai sore-sore dengan wedang teh dan pisang rebus. Karena apa, karena dia sudah tidak di usia produktif lagi.

 

Voila, penelitian gue pun kelar. Sample lengkap, dan teoripun terwujud. Yep, teori yang menyebutkan bahwa : “Kemudahan orang tertidur, berbanding terbalik dengan kedewasaan dan keproduktifitasan seseorang” BEUH!!!

 

Mana,mana, mana itu nobel pengetahuan????