Archive for sex

#30daysblogging #day19 – Zodiak Gila

Posted in daydreaming with tags , , , , , , , , on December 3, 2014 by enybodyhome

Sepertinya zodiak gue bukan aquarius deh. Tapi gemini. Atau Libra. Atau apalah zodiak yang konon katanya plinplan dan mudah berubah mood.

Jadi tadi pagi sampai setelah makan siang  ini, gue yang ketimpringan sendiri gitu. Karena apa? What else. Karena horny lah yang pasti. Ditambah lagi sambil dengerin lagu-lagunya RATM yang baru aja gue copy dari HDD nya ardy. Makin menjadi-jadi deh itu hormon yang bawaannya pengen merkosa lelaki. (Pardon my language, please) Anyway, ketimpringan sampe kepala pusing gitu gue jadinya. Nyebelin sih, tapi emang udah siklusnya gimana dong..

Lalu about after lunch, seorang temen minta tolong dicariin quote quote manis nan romantis untuk ditaro di hadiah ultah perkawinan dia dan istrinya. Cute ya the thing he does for the wife? Iya cute, dia bilang dia juga mau bikin slide show yang isinya foto-foto perjalanan pernikahan mereka selama 8 tahun ini. Manis ya? Iya. Romantis? Iya.

And anyway, so i helped him. And while browsing di google, kata-kata cinta penuh makna yang dalam dan penuh penghayatan, lantas gue jadi ikut-ikutan menghayati bener-bener katanya, and ga sadar gue jadi kebawa mellow, dan sedih..

Tau-tau hati jadi berat kaya perut kalo abis diiisi makanan dari pagi sampe sore. Kaya kepala abis dikondein dan disasak ala ibu pejabat. Ga enak banget.

Dan begitulah, gue jadi sedih..

Sedih kenapa? Gak tau, sedih aja. Iya gue kaya abg busuk ga jelas yang labil dan ga punya juntrungan. Hidup gue cuma punya tiga tingkat emosi, horny, marah, dan  mellow. Mau jadi apa kau, nak..

And anyway, dari RATM lalu gue ganti channel lagu ke lagu-lagunya Roxette dan Celine Dion.. :(. Sediiihhhh bangeeet rasanya

Damn it, ini pasti efek tanggal segini belum gajian deh

Advertisements

#30daysblogging #day3 – never mix friendship with sex

Posted in Uncategorized with tags , , , on November 8, 2014 by enybodyhome

Kemaren salah seorang teman di grup kampus yg lama, posting quote ini :

Once u start having sex, u have passed the friendship line and someone’s feelings are bound to be hurt..

Ntah itu quote dari mana, but all i could say regarding the quote was that the quote has got the  point.
Pengalaman teman – teman, yang ada di film-film, dan bahkan pengalaman sendiri, prove it.

Kalo ada omongan “never mix business with pleasure”, then the words “never mix friendship with sex” juga punya nilai kebenaran lebih dari 80%. I guarantee it.

Friendship yang gue maksud bukan cuma friendship asal kenal biasa ya, bukan model pertemanan yang cuma say hi say ho doang di mana satu sama lain ga tahu background story masing-masing. Yang gue maksud di sini adalah friendship yang bener – bener deket. Temen nongkrong lah minimal. Lebih dari itu, sahabat.  Lebih dari itunya lagi, sahabat sejati.

Kalo ada teori yang bilang ga mungkin cewek sama cowok bisa murni jadi sahabat, ya mungkin kalau in the end melibatkan sex di dalamnya ya. Semisal,lo sahabatan sama seseorang ,say for almost 7 years, lo share semua ke dia, dan vice versa. Lalu entah kenapa, one night or one day, you guys sleep together. Yang semula cuma tahu cerita masing-masing dari curhatan, now you could see in your very eyes each other’s most vulnerable side. The nudity. And sex.

Dan sesi open up to each othernya pun jadi naik satu level. Attachmentnya juga jadi naik satu bobot. Ini kalau have sex nya cuma sekali, tapi gimana kalau akhirnya jadi sering, dan rutin, dan menjadi saling terkait satu sama lain. Yang semula hanya terikat menjadi sahabat, pada akhinya terikat segala-galanya.

Gak bisa enggak, sex bring people together. The skin that touches each other, the smells that are smelled  together, the sweat that lingers from one to another, and the body parts that come together. All those sensation, dirasakan bersamaan dan berbarengan, eventually akan menimbulkan satu masalah baru yang lain, either ke salah satu pihak ; atau keduanya. The most dangerous part. The love part

Gue ga bilang antara sahabat itu ga ada cinta, atau ga mungkin tumbuh cinta kalau ga ada sex, atau bahwa semua sex will lead to love, tapi yang biasa dan sering terjadi, tahap demi tahap yang bahaya adalah : dari sahabat, have sex, lalu jatuh cinta deh..

Dan in the end, we all know fase apa yang terjadi selanjutnya yang terjadi setelah ada jatuh cinta. The broken heart part.

Kalau cuma satu pihak yang jatuh cinta, maka broken heartnyan jatuh di satu orang. Dan kalau satu orang ini ga sanggup nahannya, akhirnya memutuskan pergi, dan the friendship ends.

Terus gimana kalau dua-duanya saling jatuh cinta? Gayung bersambut. Everybody seems happy. Dunia indah. Seperti kata Jason Mraz, “Lucky im in love with my best friend..”. Yep, one of the best feeling in the world is to love and be loved by your bestfriend. Udah saling tahu semuanya, deket banget, dan mengerti each other’s darkest hours. Heaven kan?

Tapi nothing last forever. Kita semua tahu ini. Even the love that comes between bestfriend. Dan lalu saat cintanya usai, menjadi patah hati dan kedua atau salah satu pihak terluka, maka hampir mustahil to return the place where it was used to be. Impossible to be back as best friends..

And one thing for sure, sex jadi seperti merusak segalanya…

menukar cinta dengan seks

Posted in crazy theory with tags , , , , , , , on December 2, 2011 by enybodyhome

Salah satu teman pernah cerita. Saat dia selingkuh dari istrinya dengan perempuan lain yang mati-matian cinta sama dia, dia sering kali ikut-ikutan bilang cinta, just to have sex with his mistress. Metode yang samapun dia lakukan saat dia selingkuh kedua kalinya dengan perempuan lain, yang juga mati-matian cinta sama dia. And it works. He’s got sex from the girl.

Di pihak lain, si perempuan yang juga teman saya, menggunakan metode yang berkebalikan. Dia rela memberikan sex yang diingini si laki-laki hanya demi supaya bisa menghabiskan waktu dengan si lelaki, dan mendapatkan sedikit kata-kata manis berbumbu cinta darinya. Loser? Entahlah, dia akui dia lakukan semua itu demi cinta.

 

Kesannya jadi kaya simbiosis mutualisme ya, kedua pihak untung. Yang satu dapet sex, yang satu lagi dapet “cinta”, meski cintanya cinta bohongan. Sebenernya gak papa juga sih, kalau dua-duanya ngerasa ga dirugikan, ngerasa diuntungkan selalu, dan ga ada drama menye-menye cengeng sakit hati nya belakangan. Lalu apa kabar kalau in the end si lelaki bosan mengumbar kata cinta, secara ya namanya juga cinta bohongan. Apa kabar, kalau lalu si perempuan ditinggalkan? Miris, perih, ngilu. Sudah melakukan dan memberikan semuanya dengan harapan dicintai, kok malah ditinggalkan. Ujung-ujungnya ada jugakan tuh drama menye-menye?

Women would do sex for love, and men would say love for sex.

Ironis, tapi memang begitu kenyataannya. Most women kadang saru dan mudah tertipu sama yang namanya kata-kata romantis nan manis, that’s why kita kudu pinter pilah-pilih, mana yang beneran  tulus, dan mana yang cuma karena incer seks aja. Jangan asal dipercaya aja tuh semua omongan laki-laki. Laki-laki tuh pintar, mereka bisa saja bilang cinta, tapi di belakangnya ditambahin bumbu “ Tapi aku ga bisa janjiin apa-apa” ke perempuan target pelampiasan seksualnya. Dan bodohnya lagi, biasanya perempuan ya manut-manut aja, dan malah ditimpali dengan “Aku gak ngarep apa-apa kok, yang penting kamunya cinta aja ama aku” Beh!

Harusnya ya, sudah tahu begini, perempuan kudunya ngerti dan bisa bedain, mana sex mana cinta. Kalau kesepakatannya memang cuma ingin have sex, ya uwes, ga usah ngarep-ngarep ada cinta belakangannya. Kalo gak ya, depresi sendiri. Kalau memang dari awalnya cuma ingin have sex berlandaskan cinta, ya carilah laki-laki yang memang pantas dicintai. Gak usah pake bilang ” aku gak harap apa-apa”. Trust me, kalau gak harap apa-apa, ya elo ga usah minta tuh laki-laki menukar cintanya dengan seks yang lo berikan dong.

Dan laki-lakinya, mbok yaa jujur aja. Kalau emang dari awal ga ada cinta, dan cuma ngarep sex aja, ya aturan ga usah jual-jual kata cinta di depannya. Kan kasihan perempuannya juga kalau ujung-ujungnya jadi ngarep. Be fair, say that you only want a casual – sexual affair. Not more. Kalau sudah dibatasi begitu, dan perempuannya masih mau ya, paling ga si perempuan memang enter with her own risk dong. Tapi ada gak ya laki-laki yang begini? Ada, saya pernah nemu satu. And yes, he was my partner in friend with benefit. Dan sampe sekarang saya tetep menghormati dia, karena dia ga pernah ngejual kata cinta to get in bed with me. He was being honest as bastard as he was.

Etapi kembali lagi, kalau si teman lelaki saya ga menggunakan kata cinta, si perempuannya juga ga bakal mau have sex kali ya?

 

PS: tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan kaum laki-laki, swear