Archive for evilish

i have no defenses

Posted in a sweet goodbye, crazy theory, daydreaming, My Precious one, my songs with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on April 25, 2014 by enybodyhome

Jadi keuntungannya kalau lo sudah sering kecewa, patah hati, sakit  hati dan sedih adalah, lo udah tahu persis apa yang akan lo rasain. Dah tahu persis apa yang harus lo lakuin. Dah tahu persis gimana cara nutupinnya dari orang lain supaya lo bisa terlihat okay okay azaa.

Dah tahu banget deh what to do, how , what, when and where..

Karena nothing new juga.. Rasa nyeri di dada, seperti ada pisau berkarat yang ngebelah elo dari leher hingga ke perut pelan-pelan. Rasa kosong di setiap sendi, nadi dan tulang di tubuhlo, yang sebenarnya seandainya lo bisa, lo maunya ga kemana-mana dan cukup leyeh-leyeh saja di tempat tidur. Berduka.. Keinginan untuk selalu kedipin mata supaya otak lo yang kosong bisa teralihkan, dan ga perlu mikirin kesedihan lo atau orang yang bikin lo sedih. Kesibukan yang lo cari-cari, berusaha sekuat tenaga mencari distraction dan mantengin diri untuk fokus ke hal tersebut.. Iya, semuanya tetap sama. The same thing all over again.

Tapi apa lantas elo kebiasa, dan bisa jadi okay okay aja kalau lagi sedih patah hati kecewa dan sakit hati?

Nggak.. ga pernah bisa akan terbiasa..

Lo tetep aja ga bisa fokus, dan every now and then mikirin that person, who breaks your heart.

Lo tetep aja berharap malam cepet datang supaya lantas lo bisa rebahin diri di dalam gelap, and drown your self in your sorrow, ditemani lagu-lagu sedih. And then the series of sleepless nights begin..

Lo tetep aja berharap waktu berjalan lebih cepat, karena lo tahu, satu-satunya yang bisa nyembuhin luka lo, cuma waktu.

Bukan mabuk-mabukan, bukan distraction, bukan nangis semalaman, bukan curhat sama temen, bukan curhat di blog, dan bukan semuanya.

Iya, cuma waktu…

 

Meski ga tahu juga, apa bener waktu yang nyembuhin, atau lo cuma udah kebiasa aja ama lukanya, sampai – sampai ga berasa lagi

 

Anyway, semua yang gue tulis di atas sih, cuma kejadian ama gue. Pengalaman pribadi gue aja. Ga tahu dan terserah juga sih elo gimana…

 

Advertisements

menukar cinta dengan seks

Posted in crazy theory with tags , , , , , , , on December 2, 2011 by enybodyhome

Salah satu teman pernah cerita. Saat dia selingkuh dari istrinya dengan perempuan lain yang mati-matian cinta sama dia, dia sering kali ikut-ikutan bilang cinta, just to have sex with his mistress. Metode yang samapun dia lakukan saat dia selingkuh kedua kalinya dengan perempuan lain, yang juga mati-matian cinta sama dia. And it works. He’s got sex from the girl.

Di pihak lain, si perempuan yang juga teman saya, menggunakan metode yang berkebalikan. Dia rela memberikan sex yang diingini si laki-laki hanya demi supaya bisa menghabiskan waktu dengan si lelaki, dan mendapatkan sedikit kata-kata manis berbumbu cinta darinya. Loser? Entahlah, dia akui dia lakukan semua itu demi cinta.

 

Kesannya jadi kaya simbiosis mutualisme ya, kedua pihak untung. Yang satu dapet sex, yang satu lagi dapet “cinta”, meski cintanya cinta bohongan. Sebenernya gak papa juga sih, kalau dua-duanya ngerasa ga dirugikan, ngerasa diuntungkan selalu, dan ga ada drama menye-menye cengeng sakit hati nya belakangan. Lalu apa kabar kalau in the end si lelaki bosan mengumbar kata cinta, secara ya namanya juga cinta bohongan. Apa kabar, kalau lalu si perempuan ditinggalkan? Miris, perih, ngilu. Sudah melakukan dan memberikan semuanya dengan harapan dicintai, kok malah ditinggalkan. Ujung-ujungnya ada jugakan tuh drama menye-menye?

Women would do sex for love, and men would say love for sex.

Ironis, tapi memang begitu kenyataannya. Most women kadang saru dan mudah tertipu sama yang namanya kata-kata romantis nan manis, that’s why kita kudu pinter pilah-pilih, mana yang beneran  tulus, dan mana yang cuma karena incer seks aja. Jangan asal dipercaya aja tuh semua omongan laki-laki. Laki-laki tuh pintar, mereka bisa saja bilang cinta, tapi di belakangnya ditambahin bumbu “ Tapi aku ga bisa janjiin apa-apa” ke perempuan target pelampiasan seksualnya. Dan bodohnya lagi, biasanya perempuan ya manut-manut aja, dan malah ditimpali dengan “Aku gak ngarep apa-apa kok, yang penting kamunya cinta aja ama aku” Beh!

Harusnya ya, sudah tahu begini, perempuan kudunya ngerti dan bisa bedain, mana sex mana cinta. Kalau kesepakatannya memang cuma ingin have sex, ya uwes, ga usah ngarep-ngarep ada cinta belakangannya. Kalo gak ya, depresi sendiri. Kalau memang dari awalnya cuma ingin have sex berlandaskan cinta, ya carilah laki-laki yang memang pantas dicintai. Gak usah pake bilang ” aku gak harap apa-apa”. Trust me, kalau gak harap apa-apa, ya elo ga usah minta tuh laki-laki menukar cintanya dengan seks yang lo berikan dong.

Dan laki-lakinya, mbok yaa jujur aja. Kalau emang dari awal ga ada cinta, dan cuma ngarep sex aja, ya aturan ga usah jual-jual kata cinta di depannya. Kan kasihan perempuannya juga kalau ujung-ujungnya jadi ngarep. Be fair, say that you only want a casual – sexual affair. Not more. Kalau sudah dibatasi begitu, dan perempuannya masih mau ya, paling ga si perempuan memang enter with her own risk dong. Tapi ada gak ya laki-laki yang begini? Ada, saya pernah nemu satu. And yes, he was my partner in friend with benefit. Dan sampe sekarang saya tetep menghormati dia, karena dia ga pernah ngejual kata cinta to get in bed with me. He was being honest as bastard as he was.

Etapi kembali lagi, kalau si teman lelaki saya ga menggunakan kata cinta, si perempuannya juga ga bakal mau have sex kali ya?

 

PS: tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan kaum laki-laki, swear

 

 

 

pardon me,im just human :P

Posted in Uncategorized with tags , , , on November 24, 2011 by enybodyhome

Jadi beberapa minggu belakangan ini, gue dan temen gue lagi demen ngeliatin status YM dan BBM seseorang. Dan setiap kali dia ganti status, kita yang langsung sibuk saling kasih kode dan bergosip ria sampe mulut berbusa. Dan ritual selanjutnya biasanya kita yang heboh nyindir balik via status atau twitter atau fesbuk gitu deh.

Kurang kerjaan ya? Iya banget.

 

Gue akuin kayaknya kok hidup gue ama temen gue itu ya hampa banget, sampe sibuk banget ngurusin status tuh orang. Sanpe kita bedua tuh ngerasa perlu banget nyindir dan ngupdate status apa aja yang dia tulis.

 

TETAPI…

 

*there’s always a reason behind someone’s action,kan?

 Hheheehee

 

Tetapi, masalahnya ini orang nyebelin banget. Buat gue yang udah habis kesabaran ngadepin kenaifannya dia, gue ngerasa nih orang deserve to be treated that way. To be disindir-sindir keras kaya begitu. Nih orang pernah gue ceritain di post gue yang ini, dan ini .

Iya sih, urusan – urusannya dia sendiri buat bertingkah senaif dan setolol apapun, but entah kenapa, sakit aja mata gue ngeliat kelakuan dia.

 

Sebenernya sih gampang aja jawabannya, kenapa ga gue remove ajakan, contactnya dia, supaya mata gue ga sakit?

 But heii, if I do dat, then ill be losing all the fun dong?

(Karena, kudu diakuin juga, dengan nyindir dan mengamati drama kehidupan orang lain, somehow, someway makes my life a lil bit better. Bhueheheheheheeee)

Kalo gini, siapa yang naïf dan loser ya sebenernya 😛

#KemudianAmbilSilet #SiletNadi #NadiAyamPenyet

 

Anyway truth be told, sebenernya gue cuma eneg aja ngeliat tingkahnya, karena somehow, apa yang dia lakukan, reminds me so much of stupid things ive done before. Stupid things yang sampai sekarang bekasnya belum bisa gue tebus, dan belum bisa gue perbaiki. Its just so saddening to see someone destroying themselves with such brutal ways. And I just wish I could stop her from doing it.
But anyhow, its her life, and I couldn’t do anything stop it, so here I am. Just tryin to bully her in expectation that she will realize what kind of damages she’s bringing to her life now. The kind of damages that I myself, can never be healed from.

 

(Yeah, but bully is so wrong.. Just dont try this at home, kids. This is just my evil side speaking)