Archive for curhat

#30daysblogging #day19 – Zodiak Gila

Posted in daydreaming with tags , , , , , , , , on December 3, 2014 by enybodyhome

Sepertinya zodiak gue bukan aquarius deh. Tapi gemini. Atau Libra. Atau apalah zodiak yang konon katanya plinplan dan mudah berubah mood.

Jadi tadi pagi sampai setelah makan siang  ini, gue yang ketimpringan sendiri gitu. Karena apa? What else. Karena horny lah yang pasti. Ditambah lagi sambil dengerin lagu-lagunya RATM yang baru aja gue copy dari HDD nya ardy. Makin menjadi-jadi deh itu hormon yang bawaannya pengen merkosa lelaki. (Pardon my language, please) Anyway, ketimpringan sampe kepala pusing gitu gue jadinya. Nyebelin sih, tapi emang udah siklusnya gimana dong..

Lalu about after lunch, seorang temen minta tolong dicariin quote quote manis nan romantis untuk ditaro di hadiah ultah perkawinan dia dan istrinya. Cute ya the thing he does for the wife? Iya cute, dia bilang dia juga mau bikin slide show yang isinya foto-foto perjalanan pernikahan mereka selama 8 tahun ini. Manis ya? Iya. Romantis? Iya.

And anyway, so i helped him. And while browsing di google, kata-kata cinta penuh makna yang dalam dan penuh penghayatan, lantas gue jadi ikut-ikutan menghayati bener-bener katanya, and ga sadar gue jadi kebawa mellow, dan sedih..

Tau-tau hati jadi berat kaya perut kalo abis diiisi makanan dari pagi sampe sore. Kaya kepala abis dikondein dan disasak ala ibu pejabat. Ga enak banget.

Dan begitulah, gue jadi sedih..

Sedih kenapa? Gak tau, sedih aja. Iya gue kaya abg busuk ga jelas yang labil dan ga punya juntrungan. Hidup gue cuma punya tiga tingkat emosi, horny, marah, dan  mellow. Mau jadi apa kau, nak..

And anyway, dari RATM lalu gue ganti channel lagu ke lagu-lagunya Roxette dan Celine Dion.. :(. Sediiihhhh bangeeet rasanya

Damn it, ini pasti efek tanggal segini belum gajian deh

Advertisements

#30daysblogging #day16 – Oh well..

Posted in my songs with tags , , , , on November 27, 2014 by enybodyhome

Jealousy is an emotion, and the word typically refers to the negative thoughts and feelings of insecurity, fear, and anxiety over an anticipated loss of something of great personal value, particularly in reference to a human connection. Jealousy often consists of a combination of emotions such as anger, resentment, inadequacy, helplessness and disgust. In its original meaning, jealousy is distinct from envy, though the two terms have popularly become synonymous in the English language, withjealousy now also taking on the definition originally used for envy alone. Jealousy is a typical experience in human relationships. It has been observed in infants five months and older. Some claim that jealousy is seen in every culture; however, others claim jealousy is a culture-specific phenomenon

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Jealousy

Entah kenapa kok speechless dan gak tau mau nulis apa.. Oh well while posting this, i am listening to this song

Have you ever loved somebody so much
It makes you cry
Have you ever needed something so bad
You can’t sleep at night
Have you ever tried to find the words
But they don’t come out right
Have you ever, have you ever

Have you ever been in love
Been in love so bad
You’d do anything to make them understand
Have you ever had someone steal your heart away
You’d give anything to make them feel the same
Have you ever searched for words to get you in their heart
But you don’t know what to say
And you don’t know where to start

Have you ever found the one
You’ve dreamed of all of your life
You’d do just about anything to look into their eyes
Have you finally found the one you’ve given your heart to
Only to find that one won’t give their heart to you
Have you ever closed your eyes and
Dreamed that they were there
And all you can do is wait for the day when they will care

What do I gotta do to get you in my arms baby
What do I gotta say to get to your heart
To make you understand how I need you next to me
Gotta get you in my world
‘Cuz baby I can’t sleep

Well, lagunya exaggerating things sih. Gak gitu juga yang gue rasain. Tapi yah lumayan bikin hati porak poranda, berantakan ke segala penjuru arah deh. Apa lagi cuaca dingin menggigit banget. Sangat dibutuhkan orang yang  mau suka rela membersihkan porak porandanya hati gue supaya ga berantakan dan kembali rapih dan bersih

And wait, udara dingin gini bukannya harusnya horny ya instead of menggalau kaya ABG begini?

#30daysblogging #day11 – Would you stop?

Posted in Uncategorized with tags , , , , , on November 18, 2014 by enybodyhome

Sejak kapan sebenarnya sih, orang merasa naik pangkat menjadi juri dan hakim bagi orang lainnya? Pertanyaan ini kerap muncul di otak gue, setiap kali ada temen atau orang lain curhat mereka ga bisa begini – begitu, atau terpaksa begini-begitu karena ga enak atau diminta oleh orang lain atau  masyarakat.

Pertanyaan ini juga muncul barusan, saat di group whatsap temen kampus yang lama lagi ngomongin soal pernikahan. Seperti biasa ya, pernikahan jadi momok bagi temen-temen gue yang single, terutama yang perempuan. Entah kenapa, pertanyaan “Kapan nikah” “Calonnya mana?” “Kapan nyusul” jadi pertanyaan yang paling sering ditanyain oleh orang lain ke mereka, melebihi pertanyaan “Elo apa kabar hari ini?” atau even “Jam berapa sekarang?” sekalipun.

These kind of question, annoys me so much. Gue aja, yang ga pernah ditanyain kapan nikah, eneg dan mual liat orang lain nanyain hal serupa ke temen-temen yang  jomblo. Come on deh, bukan urusan yang nanya juga kan ya, kapan tuh orang yang ditanya mau nikah, kawin ataupun cerai lagi sekalipun. Apalagi kalo pertanyaannya udah disangkut pautin ama organ reproduksi, dan sebagainya. Aduh bo, tubuh -tubuh orang, kok situ yang ribut ngurusin organ orang lain, Udah deh..

Kenapa sih, orang harus merasa punya hak untuk ikut campur akan hal-hal yang mutlak menjadi urusan orang lain? Mulai dari kecil, kita seperti diminta mengikuti kemauan orang lain. Waktu kecil, ditanyain “Kok belum numbuh gigi?” Atau “Kok belum bisa jalan?”. Saat sudah sekolah, ditanyain “Kok belum bisa baca, temen-temennya udah?” Pas smu ditanyain “Kuliah di mana?” atau “Udah daftar umptn kan?” Udah kuliah, ditanya kapan lulus dan dapet kerja, sudah kerja ditanya kapan nikah, sudah  nikah ditanya kapan punya anak, and so on, and so on, tiada berkesudahan.

Gue sendiri bukan sempurna ya, mungkin pernah ga sengaja nanya hal-hal seperti itu juga ke orang lain, entah sekedar basa-basi, atau emang beneran pengen tahu. But nevertheless, gue selalu berusaha (yang penting kan usaha ya), untuk menahan diri ga nanya hal-hal semacam itu ke orang lain. Specially pertanyaan “Kapan nikah?” to the jomblo-ers. Because i know how annoying it can be. Makanya kalo dicurhatin temen, gue selalu punya satu prinsip, “Yang penting lo bahagia” Itu aja. Titik. I mean, kalau dengerin apa kata orang, dengerin apa tuntutan orang, tiada akan pernah habisnya. Lo bener, lo salah, lo tetep akan dituntut oleh orang lain, tetep akan diomongin. So what is more important is to be happy in every state you are in, because nothing and noone is more important in this life beside yourself. (Dan anak-anak ding. Kalo lo udah punya anak, we all know how children are more important than us. Much more important). So, kalau elo happy dengan belum nikah, be it. Enjoy aja deh sampe waktunya tepat. Juga kalau lo happy dengan menjanda, be it. Toh yang penting lo happy, iya kan? Siapa juga sih yang mau hidup miserable dalam pilihan yang salah, JUST BECAUSE capek dengerin omongan orang lain..

And anyway, gak ngerti juga kapan orang mulai sadar bahwa apa yang terjadi pada orang,dan apa yang menjadi keputusan orang, selama itu ga ada hubungannya dengan mereka, harusnya ga perlu mereka tanyain atau dituntut. Lain hal kalo emang itu elo lagi dicurhatin atau dimintain pendapat ya. And even, kalaupun lo temen curhat atau dimintain pendapat, hak lo ya cuma kasih saran atau minimal dengerin aja kali ya. You have no right to demand the person you are talking with to do what you tell  them to do.

Iya sih kita manusia ga lepas dari  hakikinya to judge each other. Tapi all that demands, all that demanding question yang lo tanyain ke orang-orang, kayaknya bisa kok dikurangin. Lo sendiri juga pasti ga akan nyaman kalau dituntut ini itu kan?

 

i am a mess..

Posted in a simple hello, daydreaming, featured with tags , , , , , , , , on September 8, 2014 by enybodyhome

So.. my last post was on June..

Been three months, seperti biasa banyak hal terjadi. Ups and down, ups and down. Ups and down..

First soal bokap. Dua minggu lalu dia masuk rumah sakit. Sakit parah, gue khawatir nya minta ampun. Apalagi waktu itu diwarnai sama krisis cari rumah sakit yang punya fasilitas yang bisa untuk penyakit bokap, dan bpjs.. Oh dear ntah apa gunanya bpjs kalau setiap rumah sakit yang gue telepon jawabannya selalu kamar pernuh. Sedih rasanya jadi orang miskin itu emang pas sakit ya 😦

Anyway,gegara bpjs ini gue jadi tengkar sama kakak gue. Entah gimana jalan pikirannya sampe dia nyalahin gue yang masukin bokap ke rumah sakit tanpa fasilitas bpjs. Entah kenapa menurut dia harusnya bokap bisa diusahain masuk ke rumah sakit yang ada bpjsnya. Entah dia ga percaya sama gue atau gimana, gue udah cari semua rumah sakit yang gue tahu padahal, dan semua rumah sakit ga mau terima bokap. Saat kondisi bokap begitu, satu yang kepikiran ama gue cuma bokap ditangani dan langsung bisa dapet rumah sakit yang mau terima dia. TApi entahlah. Kakak gue yang baik hati itu ga sejalan pikirannya sama gue, so jadilah gue perang dingin sama dia. Yeaaah, itu biasa antara saudara, but i dont know, considering its about bokap, i think my sister has just gone too far, that i would never want to make up with her anymore

Oh well, yang penting bokap udah mendingan sekarang, meskipun dia harus tetep jaga makanannya setiap hari dan terpaksa minum obat terus sepanjang hidupnya. I just wish bokap cukup sabar dan mau terima kondisinya sekarang 😦

 

About my marriage. Its ended. Over. Resmi dan official. (Yaiyalah, dari bertahun tahun lalu gue juga sebenernya sudah tahu its over) Keluarga gue sebagian besar sudah tahu, dan maybe keluarga suami juga. Gue ga mau mikir macem-macem sekarang, i mean macem macem yang seperti kasihan anak, terus anak lo gimana, yang salah siapa bla bla bla. Gue cuma tahu, pernikahan ini udah sampai pada titik di mana kita berdua cuma bisa saling nyakitin dan tidak bahagia sama sekali. Orang tua yang tidak bahagia, apa bisa membuat anak bahagia? Bagi gue, Nayla dan Lolop nomor satu sekarang. Dan gue yakin, meski gue bercerai dari ayah mereka, mereka akan tetap bahagia. Gue percaya baik gue maupun ayahnya akan mendahulukan mereka di atas segalanya. Amin. Mudah2an istiqomah

 

My Professional stuff : Confirmed. I can not take it any longer working in here. I just need to move immediately out of here. Kapan tapi..?

Oh, hari ini gue juga mulai kuliah. Ambil Psikologi. S1. Mudah2an lancar dan tepat waktu. Although gue aga sangat ngerasa salah karena ini artinya semakin sedikit waktu gue sama anak-anak. I just  hope they would understand, that this is for a better future.

 

My social life. Gue mulai makin menyadari bahwa pertemanan itu ga bisa dipaksa. Kalau salah satu pihak sudah ga sreg dan ga nyaman, gada gunanya juga dipaksa. No, gue ga peduli sama orang yang bilang friendship is important. Well friendship juga seleksi alam kan. Siapa yang masih ada di samping kita seiring waktu, mungkin mereka yang sebenar-benarnya teman. Gue bukannya demanding sih jadi orang, menuntut semua orang selalu ada di samping gue, tapi kalau beberapa kejadian dan kelihatannya kita ga cukup worth buat mereka, buat apa dipaksa juga kan..

 

Speaking of which, a friend told me that i am kacau. A mess.. I guess i am…

i have no defenses

Posted in a sweet goodbye, crazy theory, daydreaming, My Precious one, my songs with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on April 25, 2014 by enybodyhome

Jadi keuntungannya kalau lo sudah sering kecewa, patah hati, sakit  hati dan sedih adalah, lo udah tahu persis apa yang akan lo rasain. Dah tahu persis apa yang harus lo lakuin. Dah tahu persis gimana cara nutupinnya dari orang lain supaya lo bisa terlihat okay okay azaa.

Dah tahu banget deh what to do, how , what, when and where..

Karena nothing new juga.. Rasa nyeri di dada, seperti ada pisau berkarat yang ngebelah elo dari leher hingga ke perut pelan-pelan. Rasa kosong di setiap sendi, nadi dan tulang di tubuhlo, yang sebenarnya seandainya lo bisa, lo maunya ga kemana-mana dan cukup leyeh-leyeh saja di tempat tidur. Berduka.. Keinginan untuk selalu kedipin mata supaya otak lo yang kosong bisa teralihkan, dan ga perlu mikirin kesedihan lo atau orang yang bikin lo sedih. Kesibukan yang lo cari-cari, berusaha sekuat tenaga mencari distraction dan mantengin diri untuk fokus ke hal tersebut.. Iya, semuanya tetap sama. The same thing all over again.

Tapi apa lantas elo kebiasa, dan bisa jadi okay okay aja kalau lagi sedih patah hati kecewa dan sakit hati?

Nggak.. ga pernah bisa akan terbiasa..

Lo tetep aja ga bisa fokus, dan every now and then mikirin that person, who breaks your heart.

Lo tetep aja berharap malam cepet datang supaya lantas lo bisa rebahin diri di dalam gelap, and drown your self in your sorrow, ditemani lagu-lagu sedih. And then the series of sleepless nights begin..

Lo tetep aja berharap waktu berjalan lebih cepat, karena lo tahu, satu-satunya yang bisa nyembuhin luka lo, cuma waktu.

Bukan mabuk-mabukan, bukan distraction, bukan nangis semalaman, bukan curhat sama temen, bukan curhat di blog, dan bukan semuanya.

Iya, cuma waktu…

 

Meski ga tahu juga, apa bener waktu yang nyembuhin, atau lo cuma udah kebiasa aja ama lukanya, sampai – sampai ga berasa lagi

 

Anyway, semua yang gue tulis di atas sih, cuma kejadian ama gue. Pengalaman pribadi gue aja. Ga tahu dan terserah juga sih elo gimana…

 

Me and my so called diet #2

Posted in Uncategorized with tags , , , on February 29, 2012 by enybodyhome

Jadi waktu hari ke dua, pagi dan siangnya sih lumayan lancar ya. Tapi pas malemnya dong, tergoda sama Nayla yang minta dibeliin pizza, abislah satu slice pizza dan salad satu mangkok.
Loh bukannya salad sehat, duh gimana bisa sehat, wong isinya mayonaise dan daging2an belaka

Terus hari ini adalah day #3.
Pagi sukses. Tapi begitu jam 10 makan gorengan dan berbagai hidangan hotel yang ngejogrog di kantor bikin semuanya goyah. Belum lagi pasta yang gue makan pas siang

Aduh, lama lama hidup gue makin ga jelas, kalo kerjaannya cuma ngitung-ngitung makanan yang masuk ke perut, lalu feeling guilty, tapi kemudian makan lagi.

Suami mulai nanyain, “Ga ada gunanya dong itu beli paket diet mahal – mahal”
Dan gue cuma bisa berkilah, “Tenang, masih ada tiga hari lagi”
Time is running out, my man. Time is running out

me and my so called diet

Posted in Uncategorized with tags , , , on February 28, 2012 by enybodyhome

Jadi ceritanya gue agak frustasi liat timbangan badan yang angkanya ga bergeser-geser meskipun gue udah olahraga tiap hari ampe dengkul peyot itu. Saking frustasinya sampe2 gue mogok olahraga berminggu-minggu gara2 ngambek ama timbangan. (Entah pola pikir macam apa yang gue punya ini)
Lalu dibelilah oleh gue WRP diet package 6 hari yang konon katanya terkenal itu. Hari pertama dimulai kemarin. Aturan di paket produknya sih, sarapan minum susu, ganjel pake cookies, makan siang biasa, ganjel lagi pake cookies, dan ditutup minum susu tanpa makan malam.
Apa gue bisa?
Cobaan pertama datang pas di kantor, saat salah seorang temen kantor ngebawain oleh2 dari Ponorogo, sate ayamnya yang alamak, enaknya minta ampun. Gue bertahan kah? Habis, 10 tusuk di pagi hari 
Siangnya, makan siang gue normal, tapi sore gue ngemil arem arem dan goring tahu.
Malamnya, minum susu kah gue? Nope, I chose a candy bar and a bag of happy toss
Lalu apa kabar diet gue?
Gue baru aja baca tulisan lain yang tertera di box productnya, “teruji secara klinis menurunkan berat badan 1-1.5 kg”
CUM A SEGITUUUUU?????????

*lempar meja

resolusi apa ngimpi?

Posted in a sweet goodbye, My Precious one with tags , , , , , , , , , , , on December 30, 2011 by enybodyhome

Sudah lama banget, ga nulis buat #thekacrutmenulis. Thank God, Mbak Deesan, datang dan memberikan tema baru yang refresh kembali energi dan mood buat nulis.

Anyway, temanya resolusi. Keren. Mungkin momentnya pas banget ya, mengingat dua hari lagi tahun 2011 akan berganti ke 2012.. Time flies indeed..

(Damn suku maya, setiap kali nulis 2012 yang gue bayangin malah hal2 menyeramkan layaknya film 2012).

Actually, I gave up on resolutions since couple years ago. Since all my resolutions had never become reality. And since I’d always forgotten about them, even before January ended, and never tried to rechecked and reminded myself about them. And since all my resolution had always ended as dream resolutions only -__-.

Tapi Mbak Deesan bilang, resolusi kali ini beda. Bukan cuma resolusi tahun baru, tapi resolusi seumur hidup. Maknanya lebih cenderung ke “Melakukan hal-hal yang ingin lo lakuin sebelum mati’ *kok tiba-tiba keingetan film 2012 lagi..

Dan kata Riu, kudu ditulis 25 resolusi. Well Riu, challenge accepted!

Lets try to write them all (in random order) :

  1. Gue pengen nerbitin minimal satu aja hasil tulisan gue. Belum kebayang bentuknya apa, dan belum kebayang caranya gimana. à well actually ini salah satu resolusi yang menguap tak terwujud since couple years ago.
  2. Gue pengen bisa naik sepeda. à another resolusi khayalan
  3. Gue pengen jadi perempuan yang feminine abis, bisa jaga sikap dan omongan, ga serampangan ga gerabak gerubuk. à yes my dear, this is another dream resolution, actually yang ini yang udah bener2 gue let go. I would never be that kind of gul, no matter what
  4. Okay serius dikit. Gue harus punya peningkatan dalam karir. Alhamdulillah jalannya dah terbuka akhir tahun ini. Mudah2an tahun ke depan dah bisa lebih ditingkatkan lagi
  5. Belajar masak. Time is running out, actually time’s out sih, mengingat gue udah nikah di mana kudunya dah bisa masak. But hei, better late than never, rite?
  6. Bayar semua hutang. Yep, termasuk hutang2 personal, hutang puasa, hutang kartu kredit dan smuanya. Yang ini mudah2an tahun 2012 ini kelar smua, amiin.
  7. Menyembuhkan luka hati. Ini yang paling penting sebenernya. Mengingat semua hal yang gue tulis di atas, ga akan tercapai kalau gue masih nyimpan luka hati, dan lalu ga bisa focus
  8. Sekolah lagi.
  9. Mendidik anak-anak gue, dan memberikan yang terbaik buat mereka.
  10. Jalan-jalan ke Athena atauTokyo. Yes, im dreaming about  these places.
  11. Masuk tivi, diinterview untuk buku gue yang laku keras. (HAHAHAHAHAHAH)
  12. Cerita di buku gue dijadiin film.. (Wait, ini resolusi apa mimpi sih ya)
  13. Punya satu aja produk apple, apapun itu. *i never afford to buy any of them
  14. Make love under the moonlight. Seriously under the moonlight, outdoor gitu loh*iya sumpah ini impian juga
  15. Ngebahagiain nyokap dan bokap gue, nyokap dan bokap mertua juga ..
  16. Do good things for humanity. Being a social worker, someday.
  17. Seriously concentrate on enhancing my religious quality, and implement them on my daily basis
  18. Make new friends, and maintain the old friends. Growing old with them.
  19. Punya usaha sendiri. A boutique perhaps. Cause I love clothes and shoes.
  20. Punya rumah. (and how cud I forget this) -_-
  21. Be a better wife and mother. (repeat this 100 times)
  22. I want to be painted naked, like Rose in Titanic. *getok myself and make my eyes startled on point no.17
  23. Punya mobil, kalau udah punya rumah
  24. Lebih giat olahraga, dan mulai hindari junkfood.
  25. Be more grateful, and be happier

 

Okay, that’s that.

Wait, those resolutions, don’t have any schedules or work plan. This aint rite, maybe I should set up deadlines for them. Orelse these would be another empty dream..

Hmmm,,,this wud be hard…

a mother is a mother

Posted in My Precious one with tags , , , , , on December 5, 2011 by enybodyhome

“Si anu seperti ga punya naluri keibuan deh, masa ga pernah nulis status atau masang foto anaknya”

“Ah ibu bekerja itu layaknya ga pantas disebut ibu. Wong masih egois kok,mikirin karir bukan mikirin keluarga”

“Lahirnya apa? Cesar yah? Ahhh kalo cesar mah belum ngalamin jadi ibu tuh namanya”

“Anak kok dikasih sufor, ga sayang anak ya? Ibu macam apa tuh..”

 

Familiar dengan ekspresi-ekspresi di atas? Saya, familiar sekali. Sering kali bahkan ekspresi tersebut ditujukan kepada saya yang melahirkan dengan cesar, bekerja, dan kedua anak saya mendapatkan sufor.

 

Rasanya kok aneh ya. Sesama ibu kok senangnya suka memberikan penilaian negative ke ibu lainnya. Dangkal sekali. Ibu itukan tetap manusia. Dan layaknya manusia pula, ibu adalah individu bebas yang berhak menentukan apa yang terbaik bagi dirinya dan bagi  buah hati serta keluarganya. Pasti ada alasan, mengapa mereka memilih keputusan yang mereka pilih. Asal judgement toh, tidak membuat kita lantas menjadi ibu yang lebih baik.

Memberikan anak susu formula, menempuh jalan cesar untuk melahirkan, menjadi ibu yang bekerja atau tidak sering-sering update soal anak di facebook atau twitter, tidak lantas membuat kita berhak menganggap bahwa mereka tidak pantas menyandang ibu sejati, apa lagi menganggap mereka egois.

 

Seperti kata pepatah, “Don’t judge people by the book”.  So don’t judge any mother on how they are raising their kids or managing their family. Kitakan gak pernahtahu, komplikasi macam apa yang membuat si ibu harus menempuh jalan Caesar, atau apa yang menyebabkan mereka terpaksa memberikan susu formula untuk anak-anaknya, atau kesulitan keluarga macam apa yang membuat si ibu harus bekerja. Dan demikian pula sebaliknya. Gak jarang pula ibu bekerja yang memandang rendahatau sinis ibu rumah tangga. Adakalanya mereka menganggap ibu rumah tangga gak lain cuma perempuan-perempuan datar yang kerjaannya cuma ngegosip dan arisan. Ini salah sekali..

We better stop this way of thinking. Ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia, dan sekali lagi, itu adalah pilihan mereka untuk stay home at taking care of their family. We have no business to judge them.

 

Begitulah, ibu adalah manusia mulia. Apapun pilihan mereka, dan bagaimanapun caranya, saya yakin tidak lain hanyalah diorientasikan untuk kebahagiaan anak-anak dan suaminya. Jadi dari pada saling memiliki pandangan miring terhadap sesama ibu, lebih baik kita saling mendukung, mengerti dan saling menghormati keputusan masing-masing.

 

Toh, kasih ibu memang sepanjang jaman. Dari dulu, sampai sekarang. Baik itu ibu rumah tangga, maupun ibu karir.

This post is dedicated to my mom, a strong mother who raises her 10 children without any complaints, and now is helping me taking care of my two little precious children.
I love you, mom.

 

grateful

Posted in featured with tags , , , , on November 29, 2011 by enybodyhome

Belakangan ini keadaan keuangan rumah tangga gue berantakan. Suami yang ga ada kerjaan, dan kebutuhan yang terus meningkat, (dan tabungan yang baru sedikit dan akhirnya menipis), bikin keadaan tambah morat marit. Dan alhasil gue jadi galau terus. Selain karena ga punya uang, bentrok dan ribut sama suamipun mulai jadi kebiasaan rutin. Kacau lah pokoknya.

Dan dua hari inipun gue semakin sedih. Karena ternyata gaji gue deficit. Bayangin aja, gaji yang segitu abis buat bayar tagihan dan tetek bengek, dan ternyata masih kurang. Belum lagi belanja dan ongkos bulanan, aduh maaak, pokoknya gue pusing bukan kepalang. Guepun merasa jadi orang paling menyedihkan sedunia.

 

Lalu siang ini, datanglah OBgue dengan gayanya yang adem. Tampak bingung dan ga mengerti. “Mbak, tolong browsingin soal leukeumia dong, gejala, jenis dan cara ngobatinnya..” #jrengjreng

Gue, jelas bingung dan bengong. Usut punya usut, ternyata istrinya siOB diduga kena penyakit mematikan tersebut. Dokter belum vonis sih, tapi gejalanya sudah persis sama. Dan yang bikin gue lebih khuwatir, tampaknya siOB belum terlalu mengerti apa arti penyakit tersebut. Somehow, someway tampaknya dia malah agak-agak keblinger antara leukeumia dan anemia. Meskipun dalam hati gue agak ngeri sendiri, mengingat siOB cerita kalau pak dokter bilang penyakit istrinya melibatkan sel darah putih yang memakan sel darah merah, kira-kira begitu katanya. (So its more likely leukeumia,kan? Tapi, semoga saja bukan, crossfinger me for that)

 

Anyway, demikianlah. Berita dari siOB membuat gue sadar. Bahwa semenderita apapun rasanya kita, sesedih apapun kita, semiserable apapun hidup kita, jangan pernah lupa bahwa selalu ada orang yang setidaknya jauh lebih menderita dari kita. Tidak, ini diingatkan bukan supaya kita lantas menjadi sombong atau merendahkan orang-orang yang lebih menderita dibanding kita, tetapi lebih cenderung supaya kita bisa bersyukur. Bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan nikmat-nikmat disekeliling kita, yang biasanya sering kita lupakan. Bersyukur bahwa setidaknya, Tuhan masih memberikan kita, keluarga, dan orang – orang yang kita sayangi, kesehatan yang sesungguhnya amat mahal harganya.

 

Salah satu idola gue, OprahWinfrey, selalu berujar “Be grateful, and you’ll end up having more”. Sepertinya itu benar adanya.

So marilah kita bersukur. Semoga gue juga bisa mulai bersukur. Dan semoga, benar adanya bahwa si istri OB cuma terkena anemia dan bukan leukemia, amiin amiin YRA.