Archive for artis

you are, the only obsession

Posted in crazy theory, featured with tags , , , , , , on November 30, 2011 by enybodyhome

Obsesi

Siapa yang ga punya obsesi? Semua orang pasti punya obsesi.Ada yang terobsesi ama artis, ada pula yang terobsesi jadi artisnya sendiri. Adayang terobsesi sama mantan, atau bahkan ada pula yang diobsesiin ama mantan.

 

Obsesi ini sebenernya bagus-bagus aja sih. Tergantung kadarnya. Kalau kadarnya masih normal dan sewajarnya, obsesi malah jadi hampir sama seperti cita-cita, bagus sebagai pendorong dan semangat hidup. Misalkan terobsesi jadi artis, ya artinya jadi semangat buat mencapai tujuannya untuk menjadi artis. Yang terobsesi ama artis, mungkin jadi ngerasa semangat untuk meraih kesuksesan seperti artis idolanya. Nah kalo yang terobsesi ama mantan, ya berarti cita-citanyakan berada di sisi si mantan dong, maksudnya jadi jodohnya gitu kali ya.. Cita – cita yang mulia sekali.. *applause

 

Anyway, apa kabar kalo kadar obsesinya jadi berlebih? Ini yang nyusahin dan berbahaya. Seperti kata mbak Nina, sesuai dengan arti katanya yang berarti “kungkungan” , berlebihan terobsesi pada sesuatu itu ujungnya ya malah jadi mengkungkung diri sendiri. Dari matahari terbit, sampe tenggelam, sampai terbit lagi yang ada di pikiran ya itu –itu aja. Itu apa maksudnya? Ya itu, yang jadi obsesi maksudnyah.

 

Everyday, everynite, every minutes every second yang jadi pusat perhatian ya itu-itu aja. The centre of the universe. Gak peduli apakah obsesinya salah, ga tepat, atau malah ga mungkin.Sukur-sukur kalo malah jadi semangat, tapi kalo misalnya malah jadi membahayakan atau merugikan orang lain, ini kan repot. Misalnya, saking terobsesinya jadi artis, di mana aja kapan aja selalu pakai kaca mata item, dan sibuk no comment-in semua pertanyaan orang, dan even langsung sewa bodyguard segala.  Terus sama yang terobsesi ama artis, ujug-ujug malah jadi stalker atau psycho yang kerjanya malah bikin si artis takut. Banyak kan kasus di mana si artis terbunuh atau dicederai oleh fansnya yang terlampau terobsesi oleh mereka? Atau kalo terobsesi ama mantan, udah tahu mantannya dah kelar, dah move on, dah punya yang baru, ini si pihak sini yang masih terobsesi malah lagi sibuk-sibuknya atur strategi setiap hari buat narik lagi perhatian si mantan dan bikin si mantan putus dari pacarnya yang sekarang. ITUkan gengges banget ya bo! Gengges dan amat memprihatinkan.

 

So, kalo kira-kira punya obsesi, cobalah ditimbang-sana-sinikan ama keadaan diri sendiri dan lingkungan. Kalau semisal ternyata bahwa lingkungan dan keadaan diri sendiri ga mendukung, ya mbokya itu obsesi dijadikan khayalan dan fantasi sajalah. Atau yang paling mungkin, cobalah bermain dalam imajinasi sendiri, seolah-olah itu obsesi bisa jadi nyata, lantas tuangkanlah dalam tulisan cerpen, naskah, atau apalah yang sekira-kira bisa bikin elo berkhayal seluas mungkin. Sukur-sukur ada penerbit atau produsen sinetron yang tertarik. Iya gak sih. Tapi inget, jangan sampai malah jadi hilang dalam imajinasi sendiri ya. Terus buat yYang sekiranya masih terobsesi ama mantan, mbok ya mulai dilegowokanlah. Toh, pada kenyataannya dunia itu luas banget, penduduknya aja udah hampir 13 milyar bukan sih? Masa iya, dari segitu banyaknya ga ada yang bisa gantiin si mantan?

 

As for me, obsesi gue mah tetep, jadi model. Dan karena keadaan lingkungan dan ini ukuran perut sudah ga mendukung, yah terpaksalah, bergaya model dengan modal sendiri, alias narsis dengan handphone seadanya. Hohohohhohooh

*Strike a pose for Vogue

perhatikan gambar toilet di belakang, ya di sanalah obsesi berlebih kudu berada

 

Advertisements