Archive for affair

#30daysblogging #day16 – Oh well..

Posted in my songs with tags , , , , on November 27, 2014 by enybodyhome

Jealousy is an emotion, and the word typically refers to the negative thoughts and feelings of insecurity, fear, and anxiety over an anticipated loss of something of great personal value, particularly in reference to a human connection. Jealousy often consists of a combination of emotions such as anger, resentment, inadequacy, helplessness and disgust. In its original meaning, jealousy is distinct from envy, though the two terms have popularly become synonymous in the English language, withjealousy now also taking on the definition originally used for envy alone. Jealousy is a typical experience in human relationships. It has been observed in infants five months and older. Some claim that jealousy is seen in every culture; however, others claim jealousy is a culture-specific phenomenon

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Jealousy

Entah kenapa kok speechless dan gak tau mau nulis apa.. Oh well while posting this, i am listening to this song

Have you ever loved somebody so much
It makes you cry
Have you ever needed something so bad
You can’t sleep at night
Have you ever tried to find the words
But they don’t come out right
Have you ever, have you ever

Have you ever been in love
Been in love so bad
You’d do anything to make them understand
Have you ever had someone steal your heart away
You’d give anything to make them feel the same
Have you ever searched for words to get you in their heart
But you don’t know what to say
And you don’t know where to start

Have you ever found the one
You’ve dreamed of all of your life
You’d do just about anything to look into their eyes
Have you finally found the one you’ve given your heart to
Only to find that one won’t give their heart to you
Have you ever closed your eyes and
Dreamed that they were there
And all you can do is wait for the day when they will care

What do I gotta do to get you in my arms baby
What do I gotta say to get to your heart
To make you understand how I need you next to me
Gotta get you in my world
‘Cuz baby I can’t sleep

Well, lagunya exaggerating things sih. Gak gitu juga yang gue rasain. Tapi yah lumayan bikin hati porak poranda, berantakan ke segala penjuru arah deh. Apa lagi cuaca dingin menggigit banget. Sangat dibutuhkan orang yang  mau suka rela membersihkan porak porandanya hati gue supaya ga berantakan dan kembali rapih dan bersih

And wait, udara dingin gini bukannya harusnya horny ya instead of menggalau kaya ABG begini?

Advertisements

the butterfly..

Posted in featured with tags , , , on October 23, 2014 by enybodyhome

“See you tonight?” Satu pesan singkat dari salah satu instan messenger, muncul di layar komputernya. Tersenyum, dia kirimkan emoticon senyum ke si pengirim pesan. “Sure, 6.30pm?”. Sedikit desiran muncul di dalam hatinya saat mengirimkan jawaban tersebut ke pengirim pesan. Would it be real? Am I really gonna do this tonight? Sesaat dia ragu. Diketuk-ketuk jarinya ke meja sambil menggigit bibir. Berusaha berpikir lebih dalam. “Yes, gue check in duluan ya, nanti gue jemput”. Pesan kedua muncul. Dia berhenti mengetukkan jarinya dan beranjak dari kursi menuju ke tempat di mana tas nya berada. I need to make sure i bring the right underwear..

****


Ini adalah penantian bertahun – tahun. Dia dan lelaki yang sedang  menunggu telanjang di tempat tidur di dalam kamar hotel itu. Ditatapnya bayangan dirinya di depan kaca, mengenakan lingerie baru seksi berwarna hitam yang memang sengaja dibelinya untuk moment ini. Perempuan muda berusia tiga puluhan menatap balik kepadanya. Perempuan muda dengan lingkaran hitam di bawah matanya menandakan keletihan. Rambut ikalnya terurai sampai bahu, dengan warna cat rambut kemerahan. Dipulaskan ke bibirnya lipstick berwarna merah. Kemudian dihapusnya lagi, dan mengganti dengan lipstick yang warnanya lebih natural. He doesn’t like woman who wears too much make up, pikirnya. Ditatapnya juga bayangan tubuhnya di cermin. Tidak tinggi. Dan juga tidak ramping. Perutnya agak membuncit hasil dari melahirkan buah hatinya. Ada sedikit guratan stretch mark di paha dan perutnya. And luckily he doesn’t like skinny woman. He adores plus size models. He likes meat. Itu yang selalu diucapkan si lelaki, dan membuatnya tersenyum menatap bayangan dirinya.

Ya, dia mengenal dengan baik lelaki itu. Lelaki yang menjadi bagian dari hari-harinya bertahun – tahun belakangan. Lelaki yang menjadi tempat dia bercerita dan juga sebaliknya. Lelaki yang mungkin tahu seluruh bagian rahasia tergelapnya, dan juga sebaliknya. Lelaki itu adalah sahabatnya. Mereka sudah saling mengenal selama tujuh tahun. Saling mendukung satu sama lain, dan saling menutupi borok masing-masing. Dan mungkin juga saling memendam hasrat ke satu sama lain..

“Hey are you done inside there? Or are you afraid to come and see me now?” Suara dari dalam kamar mengagetkan dia. “Hahahaaa enak aja. Elo kali yang takut. Bentar dikit lagi ya, make sure you dont hide yourself under the bed..” Balasnya. Disemprokannya lagi parfum beraroma buah kesukaannya ke leher dan lengannya. Menyisir rambutnya sekali lagi, kemudian keluar dari kamar mandi menghampiri si lelaki..


****

“Jadi elo dah berapa lama ga kontak sama dia?” Teman perempuannya bertanya. “Sudah sebulan. Dia marah untuk hal kecil. Udah waktunya move on berarti kan ya?” I should ask the question to my own self, pikirnya sambil memutar-mutar sendok di dalam gelas kopi di hadapannya. Temannya memandangnya ragu. “Well, yang kalian jalanin memang Cuma affair kan. Yang sayangnya affair serius karena sudah berlangsung dua tahun. Dan meski lo sudah bercerai, tapi dia belum. Dan kalau bicara soal move on sih seharusnya lo sudah move on dari dulu. Tapi lo gak mau coba hubungi dia dulu, say hi or asking the situation between you guys, maybe?”

Sambil masih memutar sendok, ditatapnya temannya. Meski sekilas pandangan itu hanya pandangan kosong. Dia lalu berbicara dengan suara pelan, lebih seperti bicara kepada dirinya sendiri. “We were bestfriend before we’re doing this. Sebelum mulai gue tanya apakah gue akan kehilangan dia sebagai sahabat. Kata dia nggak. Dia tahu pengalaman gue sama lelaki sebelum dia gimana. Semua ninggalin gue. Dan kalau hanya karena hal kecil dia bisa memperlakukan gue seperti ini, artinya gue bukan sahabatnya, dan gue gada artinya. Kenapa gue harus mencoba..”

“Well.. setidaknya lo tahu di mana posisi lo sekarang ya.. “ Jawab temannya singkat


****

“Gue tunggu di kamar 106 ya.” Pesan dari whatsap messenger masuk ke handphone nya. “Okay, im on my way”. Setelah menjawab, ia tambahkan pulasan warna merah di bibirnya, dan menyemprotkan parfum beraroma buah favoritenya. “Eh maaf, saya lupa bilang, ke Hotel Neo Tendean ya, Pak”. Dia ucapkan ke supir taksi yang sedari tadi tampak bingung menatapnya dari spion, karena sudah sepuluh menit taksi membawanya tapi dia tak kunjung menyebutkan nama tempat tujuannya.

Tersenyum dia melalui spion, kepada supir taksi yang diam-diam masih menatapnya. Dan kemudian matanya kembali menekuni layar handphone. Sebelah tangannya mengetuk-ngetuk kursi taksi. Ini pria keempat dalam dua minggu ini. Keempatnya dari lingkungan dan tempat yang berbeda. Yeah, it is all for sex now. I am done with love, ujarnya pelan. Kepada diri sendiri..

menukar cinta dengan seks

Posted in crazy theory with tags , , , , , , , on December 2, 2011 by enybodyhome

Salah satu teman pernah cerita. Saat dia selingkuh dari istrinya dengan perempuan lain yang mati-matian cinta sama dia, dia sering kali ikut-ikutan bilang cinta, just to have sex with his mistress. Metode yang samapun dia lakukan saat dia selingkuh kedua kalinya dengan perempuan lain, yang juga mati-matian cinta sama dia. And it works. He’s got sex from the girl.

Di pihak lain, si perempuan yang juga teman saya, menggunakan metode yang berkebalikan. Dia rela memberikan sex yang diingini si laki-laki hanya demi supaya bisa menghabiskan waktu dengan si lelaki, dan mendapatkan sedikit kata-kata manis berbumbu cinta darinya. Loser? Entahlah, dia akui dia lakukan semua itu demi cinta.

 

Kesannya jadi kaya simbiosis mutualisme ya, kedua pihak untung. Yang satu dapet sex, yang satu lagi dapet “cinta”, meski cintanya cinta bohongan. Sebenernya gak papa juga sih, kalau dua-duanya ngerasa ga dirugikan, ngerasa diuntungkan selalu, dan ga ada drama menye-menye cengeng sakit hati nya belakangan. Lalu apa kabar kalau in the end si lelaki bosan mengumbar kata cinta, secara ya namanya juga cinta bohongan. Apa kabar, kalau lalu si perempuan ditinggalkan? Miris, perih, ngilu. Sudah melakukan dan memberikan semuanya dengan harapan dicintai, kok malah ditinggalkan. Ujung-ujungnya ada jugakan tuh drama menye-menye?

Women would do sex for love, and men would say love for sex.

Ironis, tapi memang begitu kenyataannya. Most women kadang saru dan mudah tertipu sama yang namanya kata-kata romantis nan manis, that’s why kita kudu pinter pilah-pilih, mana yang beneran  tulus, dan mana yang cuma karena incer seks aja. Jangan asal dipercaya aja tuh semua omongan laki-laki. Laki-laki tuh pintar, mereka bisa saja bilang cinta, tapi di belakangnya ditambahin bumbu “ Tapi aku ga bisa janjiin apa-apa” ke perempuan target pelampiasan seksualnya. Dan bodohnya lagi, biasanya perempuan ya manut-manut aja, dan malah ditimpali dengan “Aku gak ngarep apa-apa kok, yang penting kamunya cinta aja ama aku” Beh!

Harusnya ya, sudah tahu begini, perempuan kudunya ngerti dan bisa bedain, mana sex mana cinta. Kalau kesepakatannya memang cuma ingin have sex, ya uwes, ga usah ngarep-ngarep ada cinta belakangannya. Kalo gak ya, depresi sendiri. Kalau memang dari awalnya cuma ingin have sex berlandaskan cinta, ya carilah laki-laki yang memang pantas dicintai. Gak usah pake bilang ” aku gak harap apa-apa”. Trust me, kalau gak harap apa-apa, ya elo ga usah minta tuh laki-laki menukar cintanya dengan seks yang lo berikan dong.

Dan laki-lakinya, mbok yaa jujur aja. Kalau emang dari awal ga ada cinta, dan cuma ngarep sex aja, ya aturan ga usah jual-jual kata cinta di depannya. Kan kasihan perempuannya juga kalau ujung-ujungnya jadi ngarep. Be fair, say that you only want a casual – sexual affair. Not more. Kalau sudah dibatasi begitu, dan perempuannya masih mau ya, paling ga si perempuan memang enter with her own risk dong. Tapi ada gak ya laki-laki yang begini? Ada, saya pernah nemu satu. And yes, he was my partner in friend with benefit. Dan sampe sekarang saya tetep menghormati dia, karena dia ga pernah ngejual kata cinta to get in bed with me. He was being honest as bastard as he was.

Etapi kembali lagi, kalau si teman lelaki saya ga menggunakan kata cinta, si perempuannya juga ga bakal mau have sex kali ya?

 

PS: tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan kaum laki-laki, swear