sinting

Posted in Uncategorized on January 25, 2017 by enybodyhome

This is by far one of the worst PMS ive ever experienced in my life. Segalanya kacau balau, campur aduk, ga jelas, dan ga ada arahnya mau apa

Dimulai dari sisi yang paling nyebelin. Seks. Gila gue kayaknya dibuatnya. Otak ga bisa jauh dari mikirin tentang seks. Kayaknya ngeliat tiang di pinggir jalan aja bisa bikin gue horny parah. Denger lagu bon jovi yang biasanya melo melo romantis gitu aja, gue malah  mikirin sex. Tiap malam uring – uringan, ga bisa tidur. Kalau mau pake istilah emak gue, you could say that ive been gemerangsangan all the time.

I do ‘selfie’, but does it help?

Nope, not at all.

Gue sih ga heran, kalo saat ini ada Judika atau Michael Fassbender depan muka gue, i could rape them over and over, bolak balik, dan asal – asalan.. Persis kaya orang bikin martabak telor

Terus selanjutnya, dari my middle name. Eny “GALAU” Yudianti. Entah kenapa segala hal bikin gue galau, dan tololnya for every different reason. One minute gue galau gegara si itu, the other time gue bisa mewek gegara mikirin si anu. One minute dengerin lagu nya Dewa bikin gue inget yang nyanyi lagu Dewa (no, bukan ahmad dhani),dan the other minute gue galau dengerin orang yang nyanyi lagu elton John (and no bukan Elton John -nya juga). Satu saat gue mewek tersedu – sedu mikirin lagu MLTR, terus selanjutnya gue ketawa terharu dengerin Butterfly nya Crazy Town. Not to mention gue jadi bego ngegalauin syair Air Supply yang jadi Making Love sampe dol itu..

Ya ampun, En. Kacau banget hiduplo. Berantakan abis. Persis kaya puing2 kapal titanic di eslandia sana. Even that, masih lebih baik dan lebih agung dari pada hidup lo.

Dua hari lagi umur lo 35 tahun, tapi kelakuanlo dah kaya ABG umur 15 tahun. Malu atuh sama path friends lo yang anteng2 aja tapi terpaksa liatin post lo yang kaya tukang getuk lindri, yang isinya sampah nowlistening lo. Not to mention sampah status lu yang ga jelas dan ga ada gunanya itu —–> yep this is me trying to give some sense into my own self

So…

Does the prep talk works for me? Nope, gue masi sinting dan psikopat seperti biasa dan seperti sebelumnya

 

My madness

Posted in Uncategorized on January 23, 2017 by enybodyhome

Around two years ago, someone told me that my life had always been in repeating mode. That was because id never learned from my mistake, he said. Because unlike other girls, i was reckless, wild, and could not be tamed. I did what i wanted to do, without considering the risks, the dangers, and what bad causes might have inflicted me.

That person now has gone. Out of the picture, and ive never met him again. Today, two years ago was exactly the last time i met him. However, i still keep so many dialogues, lines, sentences, and things he said to me.

And one of them is the above.

He was saying the truth..

I keep repeating my mistake without learning. I keep falling to the same hole. I keep crashing myself to the wall.

But why..?

I dont understand.

 Probably because if i were some kind of engine, there were too many broken parts inside of me. Probably those broken parts are unrepairable. Not even by the hands of a master.

Or probably because the engine itself is exhausted. It just coudnt be functioned properly anymore

2016 was over

Posted in Uncategorized on January 18, 2017 by enybodyhome

Sudah pertengahan January 2017, gue lupa ngelanjutin tradisi2 gue di tahun sebelumnya, to write that gratitude list stiap akhir tahun.

Mungkin karena tahun 2016 ga seberat tahun 2015? Atau gue merasa gada yang perlu disukuri? Atau karena ga banyak hal yang terjadi di tahun 2016?

WRONG

Gue cuma lagi males ngeblog, itu aja sih. You know me, moods come and go, and this year, no mood for blogging..

So, what are you grateful for the year 2016, Eny?

  1. My adorable daughters, they are healthy, smart, good, and grow up to be the most amazing daughters ive ever hoped for. There is nothing could replace my love for them, and im grateful for being given the chance to have such kind of love.
  2. My mom is in great health, i still rely on her so much for everything happens in my life. Although there were times when things get hard between me and her, she is always be my guardian angel, in her own way
  3. Ive got to visit my dad di Tegal. Seeing him smile and got closed to him again gave such beautiful feeling
  4. everyone i love, everyone i care about, have been healthy, in good condition, and are still with me. I dont think i could live my life without them either. Thank you to all of you, my beloved ones
  5. Ga terasa dah setahun lebih bertahan kerja di sini. Never though i could survive that long. Hehhehehee perut lebih kuat dari perasaan kan?
  6. Kuliah is okay. Although ngalamin kemunduran banget di semester yang baru berakhir ini. Gue males – malesan banget kuliah, dan asli ga punya mood buat masuk kelas atau ngerjain tugas. I guess straight A wont be in my hand again now. Thats okay though, at least i pass it
  7. Akhir tahun sebelum natal, ive had a surgery for 15 miom and 1 tumor inside my belly. Im glad it was over, and the process ran smooth. And i tell you one thing, i would never want to experience it again
  8. My birthday will be in a week or so, i guess i could say im grateful for all the blesses that God has given me, sampai seumur ini, dan mudah2an sampai ke umur2 yang akan datang

Apa lagi? i guess thats all, those 8 points have covered all the greatest things that happened to me within 2016

Semoga 2017 listnya bisa lebih baik lagi yes..

 

 

 

oh humanity, where have you gone

Posted in Uncategorized on October 11, 2016 by enybodyhome

Just yesterday i presented about gemeinschaft and gesselschaft. Theory from Ferdinand Tonnies, regarding the two types of society. Gemeinschaft is more like community, and gesselschaft is what we call society nowadays

What are the difference?

Ikatan yang ada di gemeinsschaft lebih alami, lebih seperti ikatan kekeluargaan atau saudara, lebih terjadi secara natural, bisa karena hubungan darah, tempat tinggal, atau cinta kasih. Gesselschaft adalah bentuk modern nya. Semua terikat berdasarkan kebutuhan, sistim ekonomi, konsep saling menguntungkan. Layaknya  masyarakat modern, bentuk ini dipenuhi dengan peraturan, hukum, undang – undang, dan sebagainya.

Pada dasarnya tidak ada  gesselschaft yang terjadi tanpa adanya gemeinschaft, dan pada akhirnya gemeinschaft akan berubah menjadi gesselschaft.

Dan hari ini, gue baru mengerti pendapat Tonnies, mengapa evolusi menjadi gesselschaft, tidak selalu memberikan sesuatu yang positif. Kadang, malah lebih banyak memberikan pengaruh buruknya

Seperti hilangnya semangat kebersamaan dan persaudaraan, namun semakin mengentalnya sifat individualisme. Manusia berhubungan satu sama lain hanya memikirkan untung – rugi, and everyones are just numbers that can be calculated, manipulated, eliminated, distributed, and replaced.

Humanity and solidarity are slowly diminished, replaced by costs, statistics, sums and profits. Suddenly people think that compensation are more better than appreciation. Suddenly people underestimate the power of togetherness, the traditional value that puts us together at first, the value of compassion.

This suddenly makes me want to puke

Emergency Contact

Posted in Uncategorized on June 3, 2016 by enybodyhome

Pernah ngerasa totally alone, se-alone2-nya gak?

Gue selalu dan sering sendirian ya, bahkan bisa dianggap terbiasa sendirian. Tapi sumpah baru ngerasa sendirian banget kemarinan ini.

Waktu gue collapse di kantor, gegara sakit di perut yang setelah diduga maag, keracunan, gak taunya karena radang usus.

Waktu gue harus tertatih – tatih nyeret diri gue sendiri jalan kaki nyari klinik gegara tukang ojek salah nurunin gue, di tengah siang bolong, sambil literally nangis – nangis nahan sakit

Waktu ternyata obat dari klinik ga ada gunanya, dan gue terpaksa bawa diri sendiri mendarat di UGD.

Waktu gue selama di bangsal UGD, cuma bisa menatap iri pasien lain di sekeliling gue yang ditemenin kalau gak pacarnya, sahabatnya, atau keluarganya.

Waktu gue terpaksa urus ini itu sendirian, pdhal perut gue luar biasa sakit, dan praktis ga bisa jalan.

Waktu gue terpaksa ga ikutin anjuran dokter untuk diopname, karena gue sadar, ga akan ada orang yang bisa gue minta tolong urus keperluan gue di rumah sakit.

iya, di saat itu gue baru sadar, gue completely alone, have noone to count on, have no emergency contact at all.

Saat itu gue baru sadar, kalo saat itu gue mati pun, mayat gue mungkin ga akan tahu harus kasi tau siapa supaya ada yang urus jenazahnya.

Gue pernah liat salah satu episod How I Met Your Mother, waktu Ted suddenly harus masuk ER.

Semua temennya dengan segera ninggalin apa yang sedang mereka lakukan, untuk buru – buru sampai ke rumah sakit dan lihat kondisi Ted. Meski pas sampe, ga taunya Ted malah lagi asyik makan puding, mereka ada di sana. Mereka lari untuk Ted.

Gue sadar, ga ada satu manusiapun di dunia yang mau melakukan itu buat gue

Iya itu cuma di film, iya itu cuma naskah. Iya itu cuma cerita.

Tapi melihat betapa banyaknya orang yang melongok ke bangsal gue wktu di UGD, terus ngelewatin gue, karena gue bukan wajah yang mereka cari, tampaknya cukup mungkin terjadi di dunia nyata bukan?

Dan sayangnya, ga ada satupun manusia di dunia yang melakukan itu buat gue.500 lebih temen di facebook, 100an lebih temen di path, puluhan contact di whatsap dan bbm, ga ada satupun yang akan rela ninggalin apa yang mereka kerjain demi lihat kondisi gue.

Oh well, what can i say, gue ga bisa maksa orang untuk meletakkan gue jadi prioritasnya

But i guess i have to put ZERO to the data of my emergency contact

I have no emergency contact, the emergency contact is myself

 

 

 

 

home

Posted in Uncategorized on May 9, 2016 by enybodyhome

Never consider anyone else as your home, or your strength, or you place to rely on.

Because in the end, you can only consider yourself as home, to go back to yourself is the only place you should consider as going home. You should rely your own strength, yourself.

 

 

Sendiri

Posted in Uncategorized on March 18, 2016 by enybodyhome

Sejak jaman baheula dulu, entah di pelajaran PMP (iya jaman gue nyebutnya PMP) atau pelajaran IPS, selalu disebutkan bahwa manusia itu adalah mahluk sosial. Mahluk yang saling membutuhkan orang lain, mahluk yang untuk hidup membutuhkan orang lain, selalu bergantung pada orang lain, dan saling mengisi satu sama lain.

Tapi semakin dewasa (kalau ga mau disebut tua), gue semakin ga ngerti kenapa kita harus diajarkan untuk takut hidup sendiri? Kenapa sebagai manusia, sejak kita masih piyik kita disuapi doktrin – doktrin yang menyebutkan bahwa harus ada orang lain untuk kita. Bukannya ini membuat kita jdi manusia yang  terlalu mendramatisir kesendirian ya? Bukannya ini malah membuat kita jadi takut banget sendirian ya? Bukannya ini malah membuat orang jadi terlalu meromantisasi kehadiran orang lain ya?

Seolah olah sendiri itu satu momok yang menakutkan banget. Seolah olah menjomblo itu nista banget. Makan sendiri, takut. Jalan sendirian, takut. Nonton bioskop sendirian, takut. Jadi single parent, takut. Ga punya pacar, takut. Ditinggal suami, takut. Ditinggal pacar takut. Dan akhirnya ini semua membuat kita do so many unreasonable things just not to feel alone.

Terpaksa makan ama orang – orang yang menyebalkan, padahal ga cocok ngobrolnya, just because ga ingin sendirian. Morat- marit mempertahankan pernikahan yang udah berantakan, padahal malah bikin psikologis anak ga baik, cuma supaya ga jadi single parent. Bertahan di hubungan yang abusive, cuma supaya tetep punya pacar. Rela jadi cewek simpenan, dalam hubungan yang disembunyiin dari semua orang, cuma karena takut ga ada lagi teman berbagi. Memutuskan untuk nikah sama siapa aja asalkan ga sendirian. And so on, and so on..

Kalau udah begini, siapa yang rugi? Kita juga kan ya? Bukannya sebaiknya dari kecil kita diajarkan bahwa sendiri itu bukan hal yang menakutkan ya? Kenapa kita ga diajarkan bahwa menjadi jomblo tanpa orang lain itu bukan sesuatu yang menyeramkan. Bahwa after all, in the end, nothing lasts forever, dan semua yang ada bersama kita saat ini, entah sekarang atau nanti, entah itu tulus atau gak, entah itu terpaksa atau pura – pura, pada akhirnya toh akan ninggalin juga. Pada akhirnya toh setiap pertemuan pasti ada pisahnya juga. 

Dan bahwa mau bagaimanapun kita mencintai orang, bagaimanapun kita saling mencintai, pada akhirnya toh kita akan ditinggal juga. Sendirian. Dan orang itu akan seenaknya aja pergi dengan  mengambil bagian besar dari hati, serta ninggalin lubang besar gelap menganga di dada… Kalo udah begini, KESSSSSELLLLL kaaaann???

*nah ini kenapa coba dari pelajaran pmp ujung2nya malah baper begini? Biarin aja sih ah lagi macet dan pnas di metromini ini, iya aja deh yak.

Disebut proses…

Posted in Uncategorized on February 13, 2016 by enybodyhome

Minggu pertama – minggu keempat

Masa masa paling sulit. Di mana lo masih terlalu shock dengan apa yang terjadi. Every now and then you keep asking yourself why and how. Segala pertanyaan muncul di masa masa ini. Suddenly dunialo jadi monochrome. Hitam putih atau abu abu mungkin. Sedikit – sedikit nangis. No food or anything yang sanggup bikin lo ceria. No activities yang ingin lo jalanin. Lo cuma pengen tiduran denger lagu – lagu sedih and tryin hard to think of all the possible reasons why it has to end that way. 

Di minggu ini suddenly temen – temenlo harus punya ekstra kesabaran karena ga henti hentinya back and forth dengerin lo curhat yang itu-itu aja. Social media lo juga udah kaya halaman depan poskota atau lampu merah, bedanya kalo mereka penuh postingan ajaib, kalo socmed lo penuh dengan postingan dramatis nan tragis. Nowplayinglo juga ga akan jauh – jauh dari lagi lagu yang menyayat hari berdarah darah dan nyakar nykar muka. Sebagian besar lirik lagunya juga ga jauh – jauh dari lirik yang menurut lo mirip ama cerita sedihlo. Lo langsung aja merasa semua penyanyi dan pencipta lagu menciptakan lagunya khusus buat lo. Suddenly semua lagi bagai original soundtracklo.lo malas dengerin lagu yang gembira penuh cinta, kalopun iya palingan karena lagunya adalah lagu jaman lo dan si mantan masi pacaran, atau lagu kesukaannya si mantan, atau lagu yang dulu dikasih si mantan saat masih romantis dan baik baiknya. Tapi saat denger lagu itupun yang terjadi lo malah nangis sesenggrukan atau malah pengen nenggelemin dirilo ke kali ciliwung yang kotor dan konon katanya ada siluman buaya putih. Lo berharap si buaya putih nelen lo idup – idup aja rasanya.

Di minggu ini juga lo lagi labil labilnya, ngeblokir semua socmed si mantan, tapi kemudian jadi nyesel karena jadi ga bisa liat updateannya. Ga bisa liat sudah semove on apa dia. Ga bisa liat siapa kira kira gebetan barunya. Akhirnya lo minjem socmed temenlo atau minta temenlo untuk bantuin liatin dan laporin. Yep si temen punya banyak fungsi di masa ini. Udah jadi tong sampah curhat, tapi juga jdi spionase buat lo. Padhal lo bayar mereka juga nggak. 

Lo masih berusaha cari alasan untuk kontak si mantan. Bisa berupa pesan pesan penuh moral macam “semoga bahagia ya lo ” atau penuh intrik nan dramatis macam “how could you do that to me!!!” Atau lagi syarat makna macam “hapusin video video kita dan foto foto nude yang gue dah kirim y please!” Dan kmudian lo makin terpuruk sakit hati karena ternyta si mantan anteng dan kalem menjawab sapaan dramatislo dngan “oke” atau “sip!” Terus kenapa lo sakit? Karena deep downlo masih berharap dia akan mencegah lo pergi, karena deep down lo berharap dia akan berusaha untuk tetep bareng, karena lo berharap kalian ga perlu putus. Yang sayangnya itu ga akan terjadi.

Lo juga suddenly merasa menjadi tokoh utama di satu video klip dan atau sinetron,di mana settingannya tokoh cewek yang berduka dan paling malang sedunia. Kadang di bis aja lo bisa menerawang menatap jendela dengan pandangan kosong dan mata berkaca kaca. In  a way  lo berharap ekspresilo saat itu mirip natalie portman di film closer atau minimal naysila mirdad di sinetron liontin. Sayangnya gak mirip sama sekali.

Semua terdengar konyol, bodoh dan picisan ya? Gapapa.. Itu namanya proses, semua orang melewati tahapnya. Mau lo sok tegar dengan hand stand ala sanchai di meteor garden atau mau lo menangis dramatis ala toni braxton di vid clip unbreak my heart, semuanya dibolehkan kok. Again its a process. Jalanin aja, nanti juga lewat dan membaik dengan sendirinya. Dan gada patokan baku soal waktu yang lo butuhkan untuk menggalau, take your time. Coz in the end, only time can heal…

  

better..

Posted in Uncategorized on February 9, 2016 by enybodyhome

Back in the day, I can recall that,my thoughts were unclouded and sage
There was no black staining the walls of my memories
Now there’s a haze pushing me sideways and leaving me nothing to gain
Taking me back, locking me cold in disparity

Where was I meant to be?I feel I’m lost in a dream long for the day I can be myself

When I’m free, when my sun has set
Released my soul forever, I’ll have no regret
To be free I’ll exist again. No more lost endeavors
Nothing to contend, when I’m free

Color declines, all that defines me is falling away, far behind
Nothing to keep me with the time, the here and now

Where am I meant to be?
I feel I’m lost in a dream, yearning again only to be myself

Time is just a concept and always the first thing to fade
Agony and weakness nothing we can never evade
Years are cruel, they break us, bringing on decay and despair
Awareness and perception, something we can never repair

Freedom for me is all I’m really wanting, needing
Give me power to break out
I can’t hold on for any longer, my time has come to end it all

No one to blame, fate’s only random, it’s nothing we’ll ever explain
So it remains

unleashed – epica6cf55c81669a7b2fab6ae4b3320b0aac

Death..

Posted in Uncategorized on January 6, 2016 by enybodyhome

Hari ini salah seorang temen cerita kalau usia hidup salah satu kerabatnya tinggal 3 bulan lagi. Lalu pas di kampus, tepat banget topiknya membahas soal akhir hidup atau kematian.

Sepanjang sesi kuliah, i cant help but thinking what if my time comes? Apa gue sempet ngerasain lima tahap menghadapi kematian itu, atau malah sama sekali ga ngalamin? Apa orang – orang di sekeliling gue, yang gue cintai, akan ngalamin tahap tahap berduka seperti yang dijelasin di sesi kuliah tadi? Gimana perasaan gue saat tahu gue akan meninggal dan harus ninggalin mereka? Apa yang akan muncul di benak gue saat flashback seluruh hidup gue? Apa yang akan gue sesali sudah lakukan dan apa yang gue harap gue lakukan? Siapa yang akan menangis untuk gue, dan siapa yang akan mensyukuri kematian gue? Apakah nanti gue sudah cukup puas dengan kehidupan gue dan meninggal dengan tenang atau malah penuh kesakitan karena merasa hidup gue belum cukup baik?

Semua pertanyaan itu mendadak nongol di otak gue. Unanswered. Dan baru bisa gue jawab nanti saat waktu gue tiba.. Which i could only hope semoga sampai waktu itu tiba, i have done my best..