Archive for the my movies Category

Supernova KBPJ – turbulensinya mana?

Posted in featured, my movies with tags on December 21, 2014 by enybodyhome

Talkin about Supernova – Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, would be late by now. Tapi ya udahlah ya, ga papa dari pada ga sama sekali.

Gue pribadi sih bukan penggemar Dee Lestari, ga pernah beli atau baca bukunya. Termasuk Supernova KPBJ ini. Tapi gue suka sama Dee Lestari, sejak dia masih di Rida Sita Dewi, sampai sekarang jadi terkenal sebagai penulis. Gue follow twitter dan instagramnya, dan suka sekali baca twit – twit dan cara dia berpikir. Mungkin karena dia Aquarius, jadi rasanya seperti sepikiran gitu #eeeaa.

And anyway, back to Supernova, secara gue ga baca bukunya, gue jadi murni ga tau ceritanya kaya apa, lantas apa yang bikin gue penasaran ingin nonton? Jujur, trailernya. Ga bisa nggak, trailernya emang bikin penasaran banget, kayaknya kok wah banget. Meski sekilas ada adegan yang mirip film Constantine dan 50shades of grey, gue jd penasaran. Apalagi si Dee has been nulis soal proses produksi film ini dari lama sekali. Gue jadi makin penasaran..

Lalu nonton lah gue film ini, dengan niat “Ntar kalo bagus, gue cari buku nya deh buat dibaca”

Terus gimana? Gimana filmnya?

Hehehehehehehehe… Supernova, jujur, i really dont know what to say..

Kalau dari cerita, dan dialog-dialog yang mengalir, jujur rasanya gue seperti melihat kisah hidup gue ditayangkan ulang. Di beberapa tempat,dialog dan apa yang dirasain Rana, si tokoh utama perempuan, bahkan terasa persis dan mirip banget dengan apa yang gue rasa dan ucapkan beberapa tahun silam. Waktu nonton, gue seperti menonton diri sendiri. (Of course maksudnya bukan Raline Shah mirip gue ya. Nggak, gak banget).
Dan asli, rasanya nyentuh ke hati gue banget, sampe di beberapa bagian film, gue literally deg-degan, kaget..)

Tapi sayangnya, kemasan filmnya sendiri, biasa banget. Dialognya, terlalu kaku dan aktornya tidak seperti alami sedang berdialog. Lebih mirip sedang menghafal puisi bagi gue. Belum lagi, banyak bolong di sana sini, yang bikin orang yang ga baca bukunya jadi bingung, itu maksudnya apa sih. (Ternyata stelah gue tanya ke yang udah baca bukunya, mereka juga ga ngerti, well i guess emang agak membingungkan ya ceritanya. Dan mungkin terlalu dipaksain). Konsep sains yang sepertinya ingin disambungkan ke cerita romansnya aga kurang nyambung dan bener-bener maksa. Dan dialog terakhir yang seharusnya bikin penonton beneran ngalamin turbulensi, sama skali ga sampe di penonton. Penonton sama skali ga ngalamin turbulensi apa – apa selain gemes aja karena ya masa kali jaman sekarang masih ada orang yang bercakap-cakap seperti para tokoh di film itu?
Belum lagi, si supernova nya sendiri ga jelas siapa. Dan lucu banget kayaknya pakai ads rekruitan segala. Ini supernova apa head hunter?. And anyway, gitulah. Kalau mau objektif, film ini konyol. Ga jelas arahnya mau ke mana, dan terlalu maksa.

Tapi kalau mau subjektif, jujur film ini nyentuh ke hati banget ya. Mungkin karena pada dasarnya gue suka sekali menulis dan mempertanyakan perasaan. Persis seperti apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh di film ini. Tambah lagi, ya itu.. Agak agak mirip gimana gitu ceritanya, jadi ya iya, i feel connected. Banget..

Terus scorenya gimana? Gue kasih 7 kali ya. Kasian banget kayaknya kalau dikasi score di bawah itu. However, score musiknya bagus dan ngena banget di setiap adegan, dan gambarnya bagus. Specially raline. Enak banget dilihat. Lumayan ga membosankan lah ngeliatin dia. Gue ga terlalu suka ama paula veerhoven. Meski cantik dan seksi, mukanya ga menyenangkan #halah

And so, apa setelah ini gue masi akan beli bukunya seperti rencana semula? Kayaknya iya deh. Pengen kasih satu kali lagi kesempatan ke supernova untuk ngebuktiin bahwa dia memang dahsyat.

Question is, apa masih ada yang jual, buku terbitan tahun 2001 ini?

Ps : sebenernya lucu juga untuk selalu berdialog dan bercanda sehari -hari ikutin dialog yang ada di film ini. Supernova, bagaimana menurut kamu? Apakah saya suka atau tidak? #eeeaa

Advertisements

#30daysblogging #day9 – random

Posted in my movies with tags on November 16, 2014 by enybodyhome

Hari ini judulnya marathon nonton film yang ketinggalan. Setelah terakhir gue nonton film adalah Transformer 4, which was berbulan-bulan lalu lamanya, akhirnya berhasil ngejar beberapa film yang ketinggalan. Thanks to Ardy juga sih yang bawa banyak dvd kemaren.

Dimulai dari TMNT yang kocak abis, lalu Guardian of Galaxy yang seru banget, soundtracknya bagus-bagus dan juga kocak, dilanjut Dracula untold yang Luke Evans nya the hot almighty dan restore faith in “dracula-sexyness”, setelah kemarenan abis dipretelin ama menye menye nya Edward Cullen di  Twilight Saga, a disgrace to every dracula/vampire premises, dan ditutup sama dua film horror, Ouija dan Jesabelle.

Ouija gitu-gitu aja sih ya kata gue, sama sekali ga serem, bisa dibilang ceritanya mudah ditebak malah. Mirip-mirip ama Jalangkung-nya Indonesia deh. Lah iyalah, permainan Ouija aja udah sama ama mainan Jalangkung di Indonesia. Kalau Jessabelle, lumayan creepy. Meski endingnya malah sedih dan ngeselin luar biasa. Pengen toyor setannya malah. Annoying satan!!!

Well anyway, gue jadi agak aneh sih sama selera film gue.. Film yang beberapa orang katanya serem abis, sama gue malah berasa biasa aja.. Totally biasa. Conjuring contohnya. Semua temen yang nonton bilangnya serem abis, while gue? Biasa banget dan cekikikan malah. Deliver us from evil juga. Katanya menyeramkan, while me almost ketiduran pas nonton di bioskop. Eh wait, ini artinya deliver us from evil film terakhir yang gue nonton di bioskop ding .. And btw call me weird, tapi record film horor masa kini paling serem buat gue masih dipegang Sinister. Krena cuma film itu yg bikin perut gue perih setelah nonton. Scumbag evilish children.

Well so far weekend ini quite a pleasant weekend. Dan ga terlalu ngeluarin banyak uang juga hihihihi.

And oh shoot.. Besok udah senin.. How i hate monday so much –“

I give it a year

Posted in featured, my movies with tags , , , , on October 1, 2014 by enybodyhome

Baru aja nonton I Give It A Year. Woww this movie is stunning for me. Soal pasangan muda yang baru nikah yang pada akhirnya nemuin berbagai macam ketidak cocokan dan malah jadi sick of each other. Along the way, kedua pasangan nemuin orang yang lebih cocok dengan diri masing-masing dan setelah berbagai usaha untuk mempertahakan pernikahan, mereka akhirnya happily divorced dan end up with that right persons.

This movie bukan semata komedi romantis kacangan yang ngajarin orang untuk menghalalkan perceraian ya. Menurut gue, film ini malah mengajak penonton untuk melihat perceraian dr sisi yang berbeda. Sebagian besar orang lebih mendukung bersama dalam loveless marriage dr pada bercerai. Biasanya karena anak, orang tua atau pandangan orang lain. When in fact, staying in loveless (and not just loveless maksud gue), but unhappy marriage, pada akhirnya akan consume the people within the marriage, negatively. Baik suami dan istri ga akan ngerasa bahagia. Yang ada cuma usaha pura pura bahagia yang pada akhirnya akan memakan jiwa mereka pelan pelan dan pada akhirnya bikin frustasi dan depresi. Dan saat suami dan istri atau salah satu pihak ga bahagia, how are they supposed to raise and give happiness to their children?

Si konsultan pernikahan dalam film ini juga bilang pada saat keduanya konselling dalam rangka mempertahankan pernikahan, “You should better run and get out when you can. Sebelum semakin banyak pertengkaran, sebelum semakin banyak alasan untuk saling membenci dan sebelum ada anak yang akhirnya jadi korban”. And i could not agree more than that..

Dan di akhir film, mereka berdua akhirnya sadar bahwa mereka lebih baik berpisah.  Karena tahu bahwa sekeras apapun usaha mereka untuk saling mencintai dan mengikuti pakem umum yang berlaku tentang pernikahan, mereka tidak bisa bahagia dan sudah tidak bisa saling mencintai. Pada akhirnya, mereka justru menjadi pribadi yg lebih bahagia dan jauh lebih baik saat setuju untuk bercerai. Sounds familiar, eh? Nooo, i wouldnt be too confident saying i am a better and happier person after the split up now

And in the end, divorce doesnt always have to be meant that bad. There are certain condition and situation when divorce malah makin membawa kebahagiaan dan kebaikan untuk berbagai pihak. However, cinta dan jodoh juga kan ada umurnya. Gak ada yang abadi, remember ?

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

PS : Rose Byrne is awfully cute and funny in this movie. God i love her hair, clothes and facial expression so much

Tetoe love

Posted in a sweet goodbye, my movies, My Precious one on May 3, 2014 by enybodyhome

We all never know what lpcd od osaalviyr. Otta just a feeling we have deep i sidd for someone we keep j. Houd geart.

Mau e thid ic ehat my true kovd os.
Tiu cone ti my sebses grom cgicago might be the only sobg that shows goq big ng kove is foe tgat pwrsob i jnkw i kove si mihcj

I lice ij

You can’t cheat fate

Posted in my movies on September 23, 2011 by enybodyhome

 

Tadi malam itu saya nonton Final Destination 5. Sebenernya agak malas nontonnya, secara sequelnya yang ke-4 jelek, mudah ditebak, dan dangkal banget. Tapi karena filmnya 3D, dan karena sekaligus ngumpul sama teman-teman, akhirnya saya sambangi juga bioskop di PS itu, meski jam mainnya malem banget (19.50, akhirnya kudu bohong ama nyokap deh bilang lembur). Lagi pula, dipikir-pikir tanggung juga, udah nonton sampai 4, sekaligus aja yang kelima ditonton juga.

 

Anyway, jauh dari ekspektasi saya yang rendah sekali terhadap film ini, ternyata filmnya amat sangat keren! Awesome! Thrilling! Two thumbs up!! – deh kalo kata Roger dan Epert. Entah karena efek 3Dnya, atau karena partner nontonnya ya, jadi nonton sekuel yang kelima ini, rasanya jauh lebih seru dibanding waktu nonton yang keempat. (Jadi tercenung inget waktu nonton yang keempat….). Dan bener deh, meski acting pemainnya ga sekeren film-film Oscar, tapi mereka jauh lebih baik dibanding para pemain sekuel keempat yang datar, dan nyaris tanpa emosi. Selain itu, ceritanya juga seru, ga sekedar kejar-kejaran ama destinasi  terakhir alias kematian aja, tapi juga ada kejar-kejaran antara sesama manusianya, jadi kayak pelem-pelem action gitu deh #apeu.

 

Oh, dan endingnya pun mengejutkan, ga mudah ditebak seperti sekuel-sekuel sebelumnya. And I love it! Buat penggemar Final Destination pasti teriak kaget-semangat pas liat endingnya. (Cause I did that too :P). Oh dan nilai addisionalnya bagi gue adalah, beberapa pemainnya pernah main di The Office, serial kesayangan gue. Jadilah gue senyum-senyum sumringah senang kaya anak esde abis “ditembak” gurunya setiap liat mereka berakting. (Bagian anak SD “ditembak” gurunya, please don’t try that at home).

Oh iya, dan tambahan lagi, seperti halnya film-film sebelumnya, film ini juga dipenuhi dengan adegan kematian yang asli tragis, dramatis, dan sama sekali tidak romantis, tapi bikin miris. Dan karena nontonnya di bioskop 3D, jadilah efeknya makin nyess-nyess dan nyess di hati. Dijamin badan dan jantung pada sakit setelah nonton ini. Just don’t try to watch this movie if you don’t have a healthy heart, high blood pressure, or in the final stages of pregnancy. Karena ga ada asuransi di karcis bioskop,kan?

 

Anyway, bekal dari nonton Final Destination 1-5, berikut adalah pelajaran berharga yang gue ambil dari film – film tersebut :

 

  1. Jangan naik pesawat. Kalo ada yang berantem di pesawat, buru-buru turun deh dari tuh pesawat.
  2. Jangan diri di tengah jalan, ntar ketabrak bus (ya iyalah)
  3. Jangan mandi di bath tub, dan jauhin kawat gorden dari bath tub. (untung gue ga punya bath tub juga sih)
  4. Jangan masak air, dan jangan naro pisau di dudukan pisau, taro aja di laci deh, atau kalo perlu, ga usah punya pisau.
  5. Jangan lewat rel kereta
  6. Jangan ke Paris. No matter how romantic the city is, just don’t don’t don’t go there. Beberapa tokoh mati dengan latar belakang Parisloh
  7. Jangan lewat jalan tol
  8. Jangan ke dokter gigi
  9. Jangan menang undian
  10. Jangan naik lift
  11. Jangan dateng ke lokasi pembunuhan *yaiyalah
  12. Jangan ke rumah sakit
  13. Kalau udah masuk ke rumah sakit jiwa secara suka rela, jangan keluar-keluar lagi.
  14. JANGAN NAIK ROLLERCOASTER
  15. Jangan ke gym
  16. Jangan ngantri di drive in fastfood
  17. Jangan ke supermarket alat-alat tukang
  18. Jangan ke pasar malam
  19. Jangan naik kereta
  20. Gak usah tanning. (Mahal juga soalnya pasti, lagian kulit udah item gini apa lagi yang mau ditanning, bo!)
  21. Jangan nonton balapan mobil
  22. Jangan ke salon.
  23. Jangan cuci mobil
  24. Jangan berenang
  25. Jangan ke bengkel
  26. Jangan ke mall
  27. Jangan nonton bioskop
  28. Jangan naik bis
  29. Jangan lewat flyover
  30. Jangan ke sauna, atau akupunktur
  31. Jangan lasik (mahal juga dong)
  32. Jangan kerja di pabrik
  33. Jangan kerja di pabrik (karena yang mati di pabrik dua orang)
  34. Jangan ke bar
  35. Jangan jadi chef (screw you Chef Gordon Ramsey!)
  36. Jangan jadi pesenam
  37. Sekali lagi, jangan keparis.

 

Wewwwww!!! *narik nafas panjang pendek, mengingat-ingat listnya. Masih ada lagi gak, sih?

Anyway, satu pelajaran terakhir yang paling penting yaitu bahwa nasib itu sudah ada yang menentukan. Kalau memang sudah waktunya, maka memang waktunya. Kalau memang sudah jodoh dan rezeki, ya pasti jodoh dan rezekinya. What’s meant to be, will be. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Jadi mari kita berusaha legowo  🙂

 

Dont do this, really. Glasses is alright, and softlense is cute, kok!

ps : gue ga berani nulis judul “you cant cheat death”. Somehow, its terrifying 😐

 

ps again : OMG, its not just me who remembers the office when watching this movie! http://www.imdb.com/title/tt1622979/board/flat/187774712?p=1

 

 

i dont want to wait..

Posted in a sweet goodbye, my movies on September 15, 2011 by enybodyhome

So even dawson cannot be with Joey. And Joey ended up with Pacey. Jen died, and that hot Jack t urned out to be gay.

Ive always been a big fans of Dawson – Joey relationship. So when they didnt meant to be together, it made me sad.

This  shows me, that even in the movie, or tv series, we cant plan the story will go as the way we want it.

So maybe by thinking about it, i could realize, that if something is not meant to be, than it wont be..

Dan tiba tiba jadi inget salah satu kalimat di film My Life in Ruins. “Who can plan life?”