Archive for the featured Category

Best moments..

Posted in crazy theory, daydreaming, featured, My Precious one on February 19, 2015 by enybodyhome

So earlier today, gue liat salah satu postingan temen di facebook yang inspiring banget dan bikin gue senyum lebar saat bacanya.
Its about the best moments in life, postingannya sendiri adalah di bawah ini :

image

Bikin senyum dan inspiring banget, kan?

And anyway, gue jadi ingin ikutan bikin list of best moments in life versi on the spot, nope salah. Best moments in life versi eny yudianti maksudnya, dan iya ga cuma 10. Soalnya kayaknya banyak ya..

So here are the lists in random order

1. Pakai baju baru, sepatu baru atau daleman seksi yang baru
2. Berhasil nenangin temen yang lagi galau saat curhat
3. Being there for a friend who is in need of support
4. Berhasil ambil makanan yang nyangkut di gigi
5. Gajian. Thr. Bonus
6. Dipeluk anak kecil. And specially anak sendiri
7. Film kesukaan ada rerunnya
8. Berhasil donlod lagu atau film yang dicari udah lama
9. Berangkat dan pulang kerja ga hujan
10. Dengerin musik yang bikin goyang
11. Dibilang kurusan. Atau cakepan. Atau seksian. Whichever comes first
12. Reminiscing good old days
13. Makanan yang dititip lewat ob, tepat sesuai pesanan
14. Baca buku bagus
15. Nonton film bagus. Makan popcorn di bi
oskop
16. Holding hands.. (I just found this out recently)
17. Nyiumin aroma anak sendiri
18. Ga sengaja nyium aroma org yang disayang pas lagi di mana gitu suatu waktu dan ga sedang sama dia
19. Good hair day
20. Mesen baju lewat ol shop dan muatnya cakep
21. Disapa “hei..”oleh orang yang dah lama ga kontak dan kita kangenin
22. Great sex
23. The feeling after great sex
24. Gesekin kaki ke karpet hangat.
25. Bersin keras.
26. Berhasil sendawa atau kentut saat masuk angin
27. Liat nyokap dan bokap senyum seneng karena kita
28. Kumpul sama temen dan ngakak for random things
29. The feeling after nangis kejer saat sedang sedih
30. Nemu duit sendiri di kantong celana atau baju yang sedang dipake
31. Punya pulpen yang enak dipake nulis
32. Wearing little black dress. I love little black dresses
33. Nemu warung makan yang enak dan murah
34. The feelings of waking up karena matahari pagi and knowing the loved ones are by your side
35. Beliin hadiah buat anak2 dan ga sabar ingin cepet pulang ke rumah buat ngasih hadiahnya
36. The feelings when you know God could hear and know your pray without you even have to say it
37. Diliatin ama cowok ganteng. Dan cewek cakep while di mall
38. Denger suara ombak
39. Denger adzan maghrib pas puasa
40. Naik ojek yang motornya enak dinaikin, joknya ga keras
41. Makan duren
42. Melototin atau godain anak kecil yang lagi bengong ngeliatin kita di tempat umum
43. Mandi air hangat
44. Ngeliatin mukanya jhonny depp, clive owen, john krasinsky, robert downey jr, matt bellamy, etc
45. Mimpi indah
46. Ketemu kawan lama di jalan, ga sengaja
47. Liat pacarnya mantan lebih jelek dari kita :p
48. Nyium bau bayi
49. Dicintai
50. Mencintai dengan tulus..

And waww… Masih banyak lagi sebnernya, and i could go for hours and million numbers kalo diterusin

Bottom line is, i guess there are so many best moments in our life that kita sebaiknya lebih banyak bersyukur instead of mengeluh. Because even if things go wrong and dont go as the way we planned, we still have plenty to be grateful for..

And this post is also a #notetoself for me 🙂

Advertisements

Supernova KBPJ – turbulensinya mana?

Posted in featured, my movies with tags on December 21, 2014 by enybodyhome

Talkin about Supernova – Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, would be late by now. Tapi ya udahlah ya, ga papa dari pada ga sama sekali.

Gue pribadi sih bukan penggemar Dee Lestari, ga pernah beli atau baca bukunya. Termasuk Supernova KPBJ ini. Tapi gue suka sama Dee Lestari, sejak dia masih di Rida Sita Dewi, sampai sekarang jadi terkenal sebagai penulis. Gue follow twitter dan instagramnya, dan suka sekali baca twit – twit dan cara dia berpikir. Mungkin karena dia Aquarius, jadi rasanya seperti sepikiran gitu #eeeaa.

And anyway, back to Supernova, secara gue ga baca bukunya, gue jadi murni ga tau ceritanya kaya apa, lantas apa yang bikin gue penasaran ingin nonton? Jujur, trailernya. Ga bisa nggak, trailernya emang bikin penasaran banget, kayaknya kok wah banget. Meski sekilas ada adegan yang mirip film Constantine dan 50shades of grey, gue jd penasaran. Apalagi si Dee has been nulis soal proses produksi film ini dari lama sekali. Gue jadi makin penasaran..

Lalu nonton lah gue film ini, dengan niat “Ntar kalo bagus, gue cari buku nya deh buat dibaca”

Terus gimana? Gimana filmnya?

Hehehehehehehehe… Supernova, jujur, i really dont know what to say..

Kalau dari cerita, dan dialog-dialog yang mengalir, jujur rasanya gue seperti melihat kisah hidup gue ditayangkan ulang. Di beberapa tempat,dialog dan apa yang dirasain Rana, si tokoh utama perempuan, bahkan terasa persis dan mirip banget dengan apa yang gue rasa dan ucapkan beberapa tahun silam. Waktu nonton, gue seperti menonton diri sendiri. (Of course maksudnya bukan Raline Shah mirip gue ya. Nggak, gak banget).
Dan asli, rasanya nyentuh ke hati gue banget, sampe di beberapa bagian film, gue literally deg-degan, kaget..)

Tapi sayangnya, kemasan filmnya sendiri, biasa banget. Dialognya, terlalu kaku dan aktornya tidak seperti alami sedang berdialog. Lebih mirip sedang menghafal puisi bagi gue. Belum lagi, banyak bolong di sana sini, yang bikin orang yang ga baca bukunya jadi bingung, itu maksudnya apa sih. (Ternyata stelah gue tanya ke yang udah baca bukunya, mereka juga ga ngerti, well i guess emang agak membingungkan ya ceritanya. Dan mungkin terlalu dipaksain). Konsep sains yang sepertinya ingin disambungkan ke cerita romansnya aga kurang nyambung dan bener-bener maksa. Dan dialog terakhir yang seharusnya bikin penonton beneran ngalamin turbulensi, sama skali ga sampe di penonton. Penonton sama skali ga ngalamin turbulensi apa – apa selain gemes aja karena ya masa kali jaman sekarang masih ada orang yang bercakap-cakap seperti para tokoh di film itu?
Belum lagi, si supernova nya sendiri ga jelas siapa. Dan lucu banget kayaknya pakai ads rekruitan segala. Ini supernova apa head hunter?. And anyway, gitulah. Kalau mau objektif, film ini konyol. Ga jelas arahnya mau ke mana, dan terlalu maksa.

Tapi kalau mau subjektif, jujur film ini nyentuh ke hati banget ya. Mungkin karena pada dasarnya gue suka sekali menulis dan mempertanyakan perasaan. Persis seperti apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh di film ini. Tambah lagi, ya itu.. Agak agak mirip gimana gitu ceritanya, jadi ya iya, i feel connected. Banget..

Terus scorenya gimana? Gue kasih 7 kali ya. Kasian banget kayaknya kalau dikasi score di bawah itu. However, score musiknya bagus dan ngena banget di setiap adegan, dan gambarnya bagus. Specially raline. Enak banget dilihat. Lumayan ga membosankan lah ngeliatin dia. Gue ga terlalu suka ama paula veerhoven. Meski cantik dan seksi, mukanya ga menyenangkan #halah

And so, apa setelah ini gue masi akan beli bukunya seperti rencana semula? Kayaknya iya deh. Pengen kasih satu kali lagi kesempatan ke supernova untuk ngebuktiin bahwa dia memang dahsyat.

Question is, apa masih ada yang jual, buku terbitan tahun 2001 ini?

Ps : sebenernya lucu juga untuk selalu berdialog dan bercanda sehari -hari ikutin dialog yang ada di film ini. Supernova, bagaimana menurut kamu? Apakah saya suka atau tidak? #eeeaa

the butterfly..

Posted in featured with tags , , , on October 23, 2014 by enybodyhome

“See you tonight?” Satu pesan singkat dari salah satu instan messenger, muncul di layar komputernya. Tersenyum, dia kirimkan emoticon senyum ke si pengirim pesan. “Sure, 6.30pm?”. Sedikit desiran muncul di dalam hatinya saat mengirimkan jawaban tersebut ke pengirim pesan. Would it be real? Am I really gonna do this tonight? Sesaat dia ragu. Diketuk-ketuk jarinya ke meja sambil menggigit bibir. Berusaha berpikir lebih dalam. “Yes, gue check in duluan ya, nanti gue jemput”. Pesan kedua muncul. Dia berhenti mengetukkan jarinya dan beranjak dari kursi menuju ke tempat di mana tas nya berada. I need to make sure i bring the right underwear..

****


Ini adalah penantian bertahun – tahun. Dia dan lelaki yang sedang  menunggu telanjang di tempat tidur di dalam kamar hotel itu. Ditatapnya bayangan dirinya di depan kaca, mengenakan lingerie baru seksi berwarna hitam yang memang sengaja dibelinya untuk moment ini. Perempuan muda berusia tiga puluhan menatap balik kepadanya. Perempuan muda dengan lingkaran hitam di bawah matanya menandakan keletihan. Rambut ikalnya terurai sampai bahu, dengan warna cat rambut kemerahan. Dipulaskan ke bibirnya lipstick berwarna merah. Kemudian dihapusnya lagi, dan mengganti dengan lipstick yang warnanya lebih natural. He doesn’t like woman who wears too much make up, pikirnya. Ditatapnya juga bayangan tubuhnya di cermin. Tidak tinggi. Dan juga tidak ramping. Perutnya agak membuncit hasil dari melahirkan buah hatinya. Ada sedikit guratan stretch mark di paha dan perutnya. And luckily he doesn’t like skinny woman. He adores plus size models. He likes meat. Itu yang selalu diucapkan si lelaki, dan membuatnya tersenyum menatap bayangan dirinya.

Ya, dia mengenal dengan baik lelaki itu. Lelaki yang menjadi bagian dari hari-harinya bertahun – tahun belakangan. Lelaki yang menjadi tempat dia bercerita dan juga sebaliknya. Lelaki yang mungkin tahu seluruh bagian rahasia tergelapnya, dan juga sebaliknya. Lelaki itu adalah sahabatnya. Mereka sudah saling mengenal selama tujuh tahun. Saling mendukung satu sama lain, dan saling menutupi borok masing-masing. Dan mungkin juga saling memendam hasrat ke satu sama lain..

“Hey are you done inside there? Or are you afraid to come and see me now?” Suara dari dalam kamar mengagetkan dia. “Hahahaaa enak aja. Elo kali yang takut. Bentar dikit lagi ya, make sure you dont hide yourself under the bed..” Balasnya. Disemprokannya lagi parfum beraroma buah kesukaannya ke leher dan lengannya. Menyisir rambutnya sekali lagi, kemudian keluar dari kamar mandi menghampiri si lelaki..


****

“Jadi elo dah berapa lama ga kontak sama dia?” Teman perempuannya bertanya. “Sudah sebulan. Dia marah untuk hal kecil. Udah waktunya move on berarti kan ya?” I should ask the question to my own self, pikirnya sambil memutar-mutar sendok di dalam gelas kopi di hadapannya. Temannya memandangnya ragu. “Well, yang kalian jalanin memang Cuma affair kan. Yang sayangnya affair serius karena sudah berlangsung dua tahun. Dan meski lo sudah bercerai, tapi dia belum. Dan kalau bicara soal move on sih seharusnya lo sudah move on dari dulu. Tapi lo gak mau coba hubungi dia dulu, say hi or asking the situation between you guys, maybe?”

Sambil masih memutar sendok, ditatapnya temannya. Meski sekilas pandangan itu hanya pandangan kosong. Dia lalu berbicara dengan suara pelan, lebih seperti bicara kepada dirinya sendiri. “We were bestfriend before we’re doing this. Sebelum mulai gue tanya apakah gue akan kehilangan dia sebagai sahabat. Kata dia nggak. Dia tahu pengalaman gue sama lelaki sebelum dia gimana. Semua ninggalin gue. Dan kalau hanya karena hal kecil dia bisa memperlakukan gue seperti ini, artinya gue bukan sahabatnya, dan gue gada artinya. Kenapa gue harus mencoba..”

“Well.. setidaknya lo tahu di mana posisi lo sekarang ya.. “ Jawab temannya singkat


****

“Gue tunggu di kamar 106 ya.” Pesan dari whatsap messenger masuk ke handphone nya. “Okay, im on my way”. Setelah menjawab, ia tambahkan pulasan warna merah di bibirnya, dan menyemprotkan parfum beraroma buah favoritenya. “Eh maaf, saya lupa bilang, ke Hotel Neo Tendean ya, Pak”. Dia ucapkan ke supir taksi yang sedari tadi tampak bingung menatapnya dari spion, karena sudah sepuluh menit taksi membawanya tapi dia tak kunjung menyebutkan nama tempat tujuannya.

Tersenyum dia melalui spion, kepada supir taksi yang diam-diam masih menatapnya. Dan kemudian matanya kembali menekuni layar handphone. Sebelah tangannya mengetuk-ngetuk kursi taksi. Ini pria keempat dalam dua minggu ini. Keempatnya dari lingkungan dan tempat yang berbeda. Yeah, it is all for sex now. I am done with love, ujarnya pelan. Kepada diri sendiri..

Watch “#100happydays” with me

Posted in featured, My Precious one, my songs on October 20, 2014 by enybodyhome

So beberapa bulan ini gue rajin posting di socmed berbagai foto yang ada kaitannya sama happy days. Smua nya gue kasih hashtag #100happydays. Sbenernya posting ini juga keinspirasi salah satu temen yang sering posting hal yang sama di instagramnya. Dan menurut gue ini lucu dan menginspirasi banget. Membuat kita belajar mencari sisi baik dan positif di setiap hari yang kita jalanin. Kira-kira supaya kita ga terlalu banyak mengeluh lah.

Well

Seperti kata temen gue, ternyata perjalanannya ga mudah. Selain karena sering lupa urutan hari nya, juga karena ternyata ga setiap hari kita bisa nemu satu hal bagus bisa diposting menjadi bagian dari #100happydays. Ada kalanya satu hari itu buruk luar biasa dan gada hal bagus satupun acan, sampe sering kali gue terpaksa posting hal ga mutu, macam makanan. Makanan. Dan makanan. (Yep, setelah gue liat postingan gue jauh dr makanan. Dan gambar kaki). Entah kenapa gue dr dulu emang seneng banget liati  kaki orang. dan kaki gue sendiri :p

Anyway. Akhirnya hari ini postingan #100happydays gue selesai. Tamat. Ga nyangka. Pernah melompong beberapa minggu gegara satu hal memalukan dan menjijikkan yg gue alamin beberapa bulan lalu. Dan sering juga gue posting beberapa hal yang beda untuk hitungan hari yang sama, atau malah kelongkap sama sekali. But im glad and proud of myself karena berhasil nuntasin tantangan ini sampai selesai
Its a kind of pembuktian ke diri sendiri bahwa gue bisa juga ternyata menyelesaikan sesuatu. Though its not important for anyone else, but this is very important for me.

So begitulah. My #100happydays pictures  berhasil juga gue rangkum dan dijadiin video. Sempet bingung cari lagunya, tapi accross the universe tepat banget. Gue pilih versi fiona apple karena vokalnya di sini soothing banget. Secara gue juga lagi butuh segala sesuatu yang menenangkan lately.

And this is my #100happydays

#100happydays: http://youtu.be/MPoB5L0CEn4

I give it a year

Posted in featured, my movies with tags , , , , on October 1, 2014 by enybodyhome

Baru aja nonton I Give It A Year. Woww this movie is stunning for me. Soal pasangan muda yang baru nikah yang pada akhirnya nemuin berbagai macam ketidak cocokan dan malah jadi sick of each other. Along the way, kedua pasangan nemuin orang yang lebih cocok dengan diri masing-masing dan setelah berbagai usaha untuk mempertahakan pernikahan, mereka akhirnya happily divorced dan end up with that right persons.

This movie bukan semata komedi romantis kacangan yang ngajarin orang untuk menghalalkan perceraian ya. Menurut gue, film ini malah mengajak penonton untuk melihat perceraian dr sisi yang berbeda. Sebagian besar orang lebih mendukung bersama dalam loveless marriage dr pada bercerai. Biasanya karena anak, orang tua atau pandangan orang lain. When in fact, staying in loveless (and not just loveless maksud gue), but unhappy marriage, pada akhirnya akan consume the people within the marriage, negatively. Baik suami dan istri ga akan ngerasa bahagia. Yang ada cuma usaha pura pura bahagia yang pada akhirnya akan memakan jiwa mereka pelan pelan dan pada akhirnya bikin frustasi dan depresi. Dan saat suami dan istri atau salah satu pihak ga bahagia, how are they supposed to raise and give happiness to their children?

Si konsultan pernikahan dalam film ini juga bilang pada saat keduanya konselling dalam rangka mempertahankan pernikahan, “You should better run and get out when you can. Sebelum semakin banyak pertengkaran, sebelum semakin banyak alasan untuk saling membenci dan sebelum ada anak yang akhirnya jadi korban”. And i could not agree more than that..

Dan di akhir film, mereka berdua akhirnya sadar bahwa mereka lebih baik berpisah.  Karena tahu bahwa sekeras apapun usaha mereka untuk saling mencintai dan mengikuti pakem umum yang berlaku tentang pernikahan, mereka tidak bisa bahagia dan sudah tidak bisa saling mencintai. Pada akhirnya, mereka justru menjadi pribadi yg lebih bahagia dan jauh lebih baik saat setuju untuk bercerai. Sounds familiar, eh? Nooo, i wouldnt be too confident saying i am a better and happier person after the split up now

And in the end, divorce doesnt always have to be meant that bad. There are certain condition and situation when divorce malah makin membawa kebahagiaan dan kebaikan untuk berbagai pihak. However, cinta dan jodoh juga kan ada umurnya. Gak ada yang abadi, remember ?

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

PS : Rose Byrne is awfully cute and funny in this movie. God i love her hair, clothes and facial expression so much

new life and a safe haven..

Posted in crazy theory, featured, My Precious one with tags , , , , , , on September 21, 2014 by enybodyhome

so today.. eh wait, this is past midnight already, i mean yesterday, one of my best friend got married. Iya,si masnyah Desta.
A guy who has always been there for me specially in my worst hours. The guy who always cheers me up and comforts me when i m in my lowest moment. The guy who is just always there. A great guy, one of the kindest guy ive ever known. And his wedding was also one of the happiest moment ive had. Saking bahagianya, gue sampe ga sadar meluk emaknya pas ketemu. Berasa kaya dia emak gue juga. Hihihihi. I hope si tante ga bingung. Congratulation , Masnyah. Be blessed and be happy… :). Have a blast days in your new life ahead
I am sure, as his mom creates him, he is also gonna create great and wonderful kids. Just like the dad. (hihihihi belon apa apa udah ditagih soal anak aja.. xp)

In unrelated topic, (well, mungkin masi agak berhubungan juga kali ya. Secara masih soal keluarga dan orang terkasih), gue baru aja nonton Safe Haven. Lagi. Seperti biasa masih terharu dan sedih nontonnya. Terpukau ngebayangin what if it happens in the real life. What if someone who saking cintanya sama orang orang  terdekatnya, sampe jadi hantu gentayangan to make sure that people they love are safe. And happy.

The concept mesmerizes me. Suddenly a ghost is not that frightening anymore (and especially if the ghost is like Cobie Schmulder aka Robin Scherbatzky). Suddenly gue jadi ngerasa if ghosts are real in this world, maybe kehadiran mereka sebenernya cuma ingin melihat kebahagiaan orang yang mereka tinggal. Mungkin mereka hanya ingin memastikan bahwa orang yang mereka tinggalkan tidak menderita. To settle the unfinished business. (Kalo begini ujung2nya jadi hantu penasaran dong yah :/, okay kalo itu nyeremin ya..)

Anyway, suddenly adanya hantu jadi agak masuk akal kan ya? And yeah, maybe kalau suatu saat gue meninggal nanti, gue akan minta kesempatan sekali lagi sama Tuhan untuk jangan seret gue ke neraka dulu, sebelum gue yakin orang orang yang gue cintai are safe and warm and happy. Specially Nayla dan Lolop.

Dan itu of course kalau Tuhan mau kasih kesempatan sih 😐

i am a mess..

Posted in a simple hello, daydreaming, featured with tags , , , , , , , , on September 8, 2014 by enybodyhome

So.. my last post was on June..

Been three months, seperti biasa banyak hal terjadi. Ups and down, ups and down. Ups and down..

First soal bokap. Dua minggu lalu dia masuk rumah sakit. Sakit parah, gue khawatir nya minta ampun. Apalagi waktu itu diwarnai sama krisis cari rumah sakit yang punya fasilitas yang bisa untuk penyakit bokap, dan bpjs.. Oh dear ntah apa gunanya bpjs kalau setiap rumah sakit yang gue telepon jawabannya selalu kamar pernuh. Sedih rasanya jadi orang miskin itu emang pas sakit ya 😦

Anyway,gegara bpjs ini gue jadi tengkar sama kakak gue. Entah gimana jalan pikirannya sampe dia nyalahin gue yang masukin bokap ke rumah sakit tanpa fasilitas bpjs. Entah kenapa menurut dia harusnya bokap bisa diusahain masuk ke rumah sakit yang ada bpjsnya. Entah dia ga percaya sama gue atau gimana, gue udah cari semua rumah sakit yang gue tahu padahal, dan semua rumah sakit ga mau terima bokap. Saat kondisi bokap begitu, satu yang kepikiran ama gue cuma bokap ditangani dan langsung bisa dapet rumah sakit yang mau terima dia. TApi entahlah. Kakak gue yang baik hati itu ga sejalan pikirannya sama gue, so jadilah gue perang dingin sama dia. Yeaaah, itu biasa antara saudara, but i dont know, considering its about bokap, i think my sister has just gone too far, that i would never want to make up with her anymore

Oh well, yang penting bokap udah mendingan sekarang, meskipun dia harus tetep jaga makanannya setiap hari dan terpaksa minum obat terus sepanjang hidupnya. I just wish bokap cukup sabar dan mau terima kondisinya sekarang 😦

 

About my marriage. Its ended. Over. Resmi dan official. (Yaiyalah, dari bertahun tahun lalu gue juga sebenernya sudah tahu its over) Keluarga gue sebagian besar sudah tahu, dan maybe keluarga suami juga. Gue ga mau mikir macem-macem sekarang, i mean macem macem yang seperti kasihan anak, terus anak lo gimana, yang salah siapa bla bla bla. Gue cuma tahu, pernikahan ini udah sampai pada titik di mana kita berdua cuma bisa saling nyakitin dan tidak bahagia sama sekali. Orang tua yang tidak bahagia, apa bisa membuat anak bahagia? Bagi gue, Nayla dan Lolop nomor satu sekarang. Dan gue yakin, meski gue bercerai dari ayah mereka, mereka akan tetap bahagia. Gue percaya baik gue maupun ayahnya akan mendahulukan mereka di atas segalanya. Amin. Mudah2an istiqomah

 

My Professional stuff : Confirmed. I can not take it any longer working in here. I just need to move immediately out of here. Kapan tapi..?

Oh, hari ini gue juga mulai kuliah. Ambil Psikologi. S1. Mudah2an lancar dan tepat waktu. Although gue aga sangat ngerasa salah karena ini artinya semakin sedikit waktu gue sama anak-anak. I just  hope they would understand, that this is for a better future.

 

My social life. Gue mulai makin menyadari bahwa pertemanan itu ga bisa dipaksa. Kalau salah satu pihak sudah ga sreg dan ga nyaman, gada gunanya juga dipaksa. No, gue ga peduli sama orang yang bilang friendship is important. Well friendship juga seleksi alam kan. Siapa yang masih ada di samping kita seiring waktu, mungkin mereka yang sebenar-benarnya teman. Gue bukannya demanding sih jadi orang, menuntut semua orang selalu ada di samping gue, tapi kalau beberapa kejadian dan kelihatannya kita ga cukup worth buat mereka, buat apa dipaksa juga kan..

 

Speaking of which, a friend told me that i am kacau. A mess.. I guess i am…

blog – theme – rules

Posted in featured, My Precious one, Uncategorized with tags , , , , , , on December 20, 2011 by enybodyhome

Tadi sempet baca posting di blog seseorang, yang dia kasih linknya di twit. Gue lupa tapi itu blog siapa, dan linknya ga kesave di history browser.

Tapi idenya menarik sangat.
Untuk posting blog dengan tema yang berbeda tiap harinya. Misalkan senin tema soal politik, selasa tema galau, etc etc. Lucu juga sih menurut gue.

Selama ini, selain buat nulis jurnal sendiri, gue juga ngeblog sesuai dengan tema di #thekacrutmenulis. Mainan gue sama temen-temen lama di blog indosiar. Jadi setiap tema ditentukan oleh orang yang sudah posting sesuai tema duluan.

Cuma belakangan kok agak kendor ya, postingnya. Entah kenapa. Kenapa ya guys?

Anyway, karena gue masih belum ada ide buat posting tema dari #thekacrutmenulis,which is “one man show” dan bulbo dari debby. Kayaknya gue mau coba bikin rules tema buat blog gue perharinya.

Coba ya,…

Hari Senin : Tema Keluarga
Hari Selasa ; Tema universal (bisa politik, seni, dan segala topik aktual yang sedang terjadi di lingkungan sekitar)
Hari Rabu : Renungan Hidup *tsah
Hari Kamis : Musik dan atau film
Hari Jumat : Tema romantis
Hari Sabtu ; Boleh Galau dunk
Hari minggu : Tema suka suka gan

Oh well, sejauh ini gue baru bisa mikir tema yang santai dan ringan-ringan aja dulu. Maklum, gue emang belum bisa bikin posting yang serius dan bisa membuat kepala berkerut.

Lets hope, i follow the rule!

PS: I miss my old blog, sebel banget deh blog nya dihinggapi virus. Does anyone know, how to remove them?

you are, the only obsession

Posted in crazy theory, featured with tags , , , , , , on November 30, 2011 by enybodyhome

Obsesi

Siapa yang ga punya obsesi? Semua orang pasti punya obsesi.Ada yang terobsesi ama artis, ada pula yang terobsesi jadi artisnya sendiri. Adayang terobsesi sama mantan, atau bahkan ada pula yang diobsesiin ama mantan.

 

Obsesi ini sebenernya bagus-bagus aja sih. Tergantung kadarnya. Kalau kadarnya masih normal dan sewajarnya, obsesi malah jadi hampir sama seperti cita-cita, bagus sebagai pendorong dan semangat hidup. Misalkan terobsesi jadi artis, ya artinya jadi semangat buat mencapai tujuannya untuk menjadi artis. Yang terobsesi ama artis, mungkin jadi ngerasa semangat untuk meraih kesuksesan seperti artis idolanya. Nah kalo yang terobsesi ama mantan, ya berarti cita-citanyakan berada di sisi si mantan dong, maksudnya jadi jodohnya gitu kali ya.. Cita – cita yang mulia sekali.. *applause

 

Anyway, apa kabar kalo kadar obsesinya jadi berlebih? Ini yang nyusahin dan berbahaya. Seperti kata mbak Nina, sesuai dengan arti katanya yang berarti “kungkungan” , berlebihan terobsesi pada sesuatu itu ujungnya ya malah jadi mengkungkung diri sendiri. Dari matahari terbit, sampe tenggelam, sampai terbit lagi yang ada di pikiran ya itu –itu aja. Itu apa maksudnya? Ya itu, yang jadi obsesi maksudnyah.

 

Everyday, everynite, every minutes every second yang jadi pusat perhatian ya itu-itu aja. The centre of the universe. Gak peduli apakah obsesinya salah, ga tepat, atau malah ga mungkin.Sukur-sukur kalo malah jadi semangat, tapi kalo misalnya malah jadi membahayakan atau merugikan orang lain, ini kan repot. Misalnya, saking terobsesinya jadi artis, di mana aja kapan aja selalu pakai kaca mata item, dan sibuk no comment-in semua pertanyaan orang, dan even langsung sewa bodyguard segala.  Terus sama yang terobsesi ama artis, ujug-ujug malah jadi stalker atau psycho yang kerjanya malah bikin si artis takut. Banyak kan kasus di mana si artis terbunuh atau dicederai oleh fansnya yang terlampau terobsesi oleh mereka? Atau kalo terobsesi ama mantan, udah tahu mantannya dah kelar, dah move on, dah punya yang baru, ini si pihak sini yang masih terobsesi malah lagi sibuk-sibuknya atur strategi setiap hari buat narik lagi perhatian si mantan dan bikin si mantan putus dari pacarnya yang sekarang. ITUkan gengges banget ya bo! Gengges dan amat memprihatinkan.

 

So, kalo kira-kira punya obsesi, cobalah ditimbang-sana-sinikan ama keadaan diri sendiri dan lingkungan. Kalau semisal ternyata bahwa lingkungan dan keadaan diri sendiri ga mendukung, ya mbokya itu obsesi dijadikan khayalan dan fantasi sajalah. Atau yang paling mungkin, cobalah bermain dalam imajinasi sendiri, seolah-olah itu obsesi bisa jadi nyata, lantas tuangkanlah dalam tulisan cerpen, naskah, atau apalah yang sekira-kira bisa bikin elo berkhayal seluas mungkin. Sukur-sukur ada penerbit atau produsen sinetron yang tertarik. Iya gak sih. Tapi inget, jangan sampai malah jadi hilang dalam imajinasi sendiri ya. Terus buat yYang sekiranya masih terobsesi ama mantan, mbok ya mulai dilegowokanlah. Toh, pada kenyataannya dunia itu luas banget, penduduknya aja udah hampir 13 milyar bukan sih? Masa iya, dari segitu banyaknya ga ada yang bisa gantiin si mantan?

 

As for me, obsesi gue mah tetep, jadi model. Dan karena keadaan lingkungan dan ini ukuran perut sudah ga mendukung, yah terpaksalah, bergaya model dengan modal sendiri, alias narsis dengan handphone seadanya. Hohohohhohooh

*Strike a pose for Vogue

perhatikan gambar toilet di belakang, ya di sanalah obsesi berlebih kudu berada

 

Eny’s Law

Posted in crazy theory, featured with tags , , on November 30, 2011 by enybodyhome

Tadi pagi, sewaktu berangkat ke kantor, tiba-tiba satu hal muncul di otak gue. Entah kenapa, gue ngerasa pemikiran gue ini, layak diberikan teori terbesar abad ini. Its about how tingkat kemudahan kita tidur bisa dengan mudah menunjukkan berapa usia kita. (Okay, ini teori gila aja, gak usah diyakini sepenuh hati, apalagi sampai dipatenkan segala atau dibandingin ama teori teori fisikanya Einstein atau Newton.)

 

Jadi begini, sewaktu lo bayi, elo pasti bakal dengan mudahnya tertidur hanya dengan ditimang atau disusuin oleh ibunda tersayang. Seiring lo bertambahusia, tingkat kemudahan tidurnya pun berkurang. Elo baru bisa tidur kalau didongengin atau dikelonin atau dikasih mimi susu. Di usia-usia ini juga, elo masih bisa cepat tertidur sewaktu dibonceng ayah naik motor, padahal hanya untuk jalan-jalan sore keliling komplek. Semakin besarpun, tingkatnya beda lagi. Elo baru bisa tidur kalau jarak berkendaraannya agak jauh.

 

Nah, teori ini gue dapat dari hasil mengamati anak-anak dan ponakan-ponakan gue yang masih piyik-piyik itu. Tapi tentu aja, samplenya ga lengkap kalo gue belum meneliti sample dari usia dewasa. So, guepun meneliti diri sendiri.

 

Iya, sewaktu gue masih usia sekolah, belasan tahun, masih lugu, polos, dan semua serba kencang plus oke begitu, gue masih bisa tidur meski cuma dibonceng motor. Masih keinget ama gue, gimana pacar gue kala itu, suka sewot karena dia kudu luar biasa hati-hati ngendarain motornya, akibat dari guenya yang sering kali molor di motor, kalau dibawa ke mana-mana. Pun, kemampuan itu masih gue miliki sampai gue masuk ke dunia kerja dan kuliah. Perihal tidur di angkotpun, gue juga jagonya. Jarak antar kantor – rumah yang bisa menempuh waktu dua jam pun ga berasa ama gue, saking gue selalu siap sedia tidur selama perjalanan. Kelewatan dan salah turun pun jadi langganan.

 

Seiring bertambah usianya gue, dari gadis muda yang manis imut sintal dan keren menuju wanita dewasa okeh cantik dan tetep keren ini, kemampuan gue buat tidur di mana aja pun berkurang. Sekarang gue udah ga bisa tidur di boncengan motor. Tidur di angkotpun, sudahga bisa senyenyak dulu. Dari dua jam perjalanan, paling cuma 10 menit aja gue bisa tidur. Ga usah jauh-jauh, dengan usia kita yang dewasa dan penuh dengan gejolak kehidupan ini, tidur di kasur yang empukpun, seringnya malahga bisa tidur. Tidur nyenyakpun jadi impian semua orang dewasa. Ini karena kita lagi di masa matang-matangnya jadi manusia, usia produktif kalo kata orang.

 

Lalu,  penelitianpun berlanjut ke generasi orang tua. Kata orang, semakin kita tua, semakin kita bertingkah kembali seperti anak-anak. There, terbukti sudah. Si mbahbisa dengan mudahnya molor di teras, sewaktu dia cuma duduk-duduk santai sore-sore dengan wedang teh dan pisang rebus. Karena apa, karena dia sudah tidak di usia produktif lagi.

 

Voila, penelitian gue pun kelar. Sample lengkap, dan teoripun terwujud. Yep, teori yang menyebutkan bahwa : “Kemudahan orang tertidur, berbanding terbalik dengan kedewasaan dan keproduktifitasan seseorang” BEUH!!!

 

Mana,mana, mana itu nobel pengetahuan????