Day 1

Gak tidur semalaman

Bayangan apa yang terjadi kemarin malam, telepon terakhirnya, pengakuannya, diputar berulang2 di benak

I didn’t cry

Didn’t flinch.

Didn’t do anything

Just open my eyes wide and think about one thing and one thing only

How could he do this to me

Pagi menjelang. Semua berjalan terasa lambat

No good morning text

Dan setelah kirim hapus kirim hapus berbagai macam text sejak semalam

I asked that one big question to him. Didn’t answer. Hanya seuntai kata maaf, Dan seperti biasa menawarkan consolation “kalau kamu mau membalas saya untuk ilangin sakitnya, Tak apa saya terima”

Lagu lawas

Yang tidak pernah dia sadar adalah Bahwa sesakit apapun dia menyakiti saya, saya masih mencintai dia dengan sangat dengan setiap nafas yang saya punya

Balas dendam has never been my agenda.

I uninstalled my WhatsApp . Trying hard to avoiding myself chat him again send another stupid texts

Nothing is there to be discussed anymore, isn’t it

Saya ga masuk kerja, memutuskan membawa anak anak main ke mall yang agak jauh.

Pulang sore.

Dan setelah semua beres, saat smua anak sedang tidur Dan sepinya malam merayap seperti saat ini,lukanya tidak bisa saya tahan lagi

Nafas saya sakit

Hati saya sakit

Segala yang Ada d tubuh saya sakit

Mengingat semua yang sudah dia lakukan terhadap saya

Dan bodoh nya saya, saya masih berharap dia peduli Dan pada akhirnya kembali

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: