revealing

Ada bait dari salah satu karangan Sylvia Plath, yang gue suka banget. “After all, We are nothing more or less than what we choose to reveal..”

Orang melihat kita, mengenal kita, menilai kita, menganggap kita berdasarkan apa yang kita tunjukkan ke mereka. Apa yang mereka pikir, apa yang mereka lihat, apa  yang mereka kenal, apa yang mereka nilai, dan apa yang kita anggap dari kita, hanyalah bagian dari diri kita yang kita perlihatkan

Makanya suka heran sendiri, kalau ada orang yang dengan mudahnya menilai, menganggap, dan seolah – olah tahu segala hal tentang kita hanya berdasarkan informasi yang sedikit itu.

Tahu apa orang lain tentang diri kita sebenarnya, kalau yang kita tunjukkan hanya sebagian kecil, atau bahkan mungkin hanya topeng belaka

Tahu apa orang lain tentang ‘skeleton in our closets’, saat yang kita perlihatkan sehari – hari hanya sisi yang ingin kita perlihatkan?

Tahu apa orang lain tentang seberapa dalam gunung es, kalau yang mereka lihat bisa jadi cuma the top of the iceberg

Tapi kemudian apakah salah bila orang menilai, menganggap, dan berpikir sesuai dengan apa yang diperlihatkan? Why would you hide yourself and reveal only what you want to reveal then? Why dont you show it all to the world?

Jawabannya mungkin karena because ga pernah never..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: