#30daysblogging #day11 – Would you stop?

Sejak kapan sebenarnya sih, orang merasa naik pangkat menjadi juri dan hakim bagi orang lainnya? Pertanyaan ini kerap muncul di otak gue, setiap kali ada temen atau orang lain curhat mereka ga bisa begini – begitu, atau terpaksa begini-begitu karena ga enak atau diminta oleh orang lain atau  masyarakat.

Pertanyaan ini juga muncul barusan, saat di group whatsap temen kampus yang lama lagi ngomongin soal pernikahan. Seperti biasa ya, pernikahan jadi momok bagi temen-temen gue yang single, terutama yang perempuan. Entah kenapa, pertanyaan “Kapan nikah” “Calonnya mana?” “Kapan nyusul” jadi pertanyaan yang paling sering ditanyain oleh orang lain ke mereka, melebihi pertanyaan “Elo apa kabar hari ini?” atau even “Jam berapa sekarang?” sekalipun.

These kind of question, annoys me so much. Gue aja, yang ga pernah ditanyain kapan nikah, eneg dan mual liat orang lain nanyain hal serupa ke temen-temen yang  jomblo. Come on deh, bukan urusan yang nanya juga kan ya, kapan tuh orang yang ditanya mau nikah, kawin ataupun cerai lagi sekalipun. Apalagi kalo pertanyaannya udah disangkut pautin ama organ reproduksi, dan sebagainya. Aduh bo, tubuh -tubuh orang, kok situ yang ribut ngurusin organ orang lain, Udah deh..

Kenapa sih, orang harus merasa punya hak untuk ikut campur akan hal-hal yang mutlak menjadi urusan orang lain? Mulai dari kecil, kita seperti diminta mengikuti kemauan orang lain. Waktu kecil, ditanyain “Kok belum numbuh gigi?” Atau “Kok belum bisa jalan?”. Saat sudah sekolah, ditanyain “Kok belum bisa baca, temen-temennya udah?” Pas smu ditanyain “Kuliah di mana?” atau “Udah daftar umptn kan?” Udah kuliah, ditanya kapan lulus dan dapet kerja, sudah kerja ditanya kapan nikah, sudah  nikah ditanya kapan punya anak, and so on, and so on, tiada berkesudahan.

Gue sendiri bukan sempurna ya, mungkin pernah ga sengaja nanya hal-hal seperti itu juga ke orang lain, entah sekedar basa-basi, atau emang beneran pengen tahu. But nevertheless, gue selalu berusaha (yang penting kan usaha ya), untuk menahan diri ga nanya hal-hal semacam itu ke orang lain. Specially pertanyaan “Kapan nikah?” to the jomblo-ers. Because i know how annoying it can be. Makanya kalo dicurhatin temen, gue selalu punya satu prinsip, “Yang penting lo bahagia” Itu aja. Titik. I mean, kalau dengerin apa kata orang, dengerin apa tuntutan orang, tiada akan pernah habisnya. Lo bener, lo salah, lo tetep akan dituntut oleh orang lain, tetep akan diomongin. So what is more important is to be happy in every state you are in, because nothing and noone is more important in this life beside yourself. (Dan anak-anak ding. Kalo lo udah punya anak, we all know how children are more important than us. Much more important). So, kalau elo happy dengan belum nikah, be it. Enjoy aja deh sampe waktunya tepat. Juga kalau lo happy dengan menjanda, be it. Toh yang penting lo happy, iya kan? Siapa juga sih yang mau hidup miserable dalam pilihan yang salah, JUST BECAUSE capek dengerin omongan orang lain..

And anyway, gak ngerti juga kapan orang mulai sadar bahwa apa yang terjadi pada orang,dan apa yang menjadi keputusan orang, selama itu ga ada hubungannya dengan mereka, harusnya ga perlu mereka tanyain atau dituntut. Lain hal kalo emang itu elo lagi dicurhatin atau dimintain pendapat ya. And even, kalaupun lo temen curhat atau dimintain pendapat, hak lo ya cuma kasih saran atau minimal dengerin aja kali ya. You have no right to demand the person you are talking with to do what you tell  them to do.

Iya sih kita manusia ga lepas dari  hakikinya to judge each other. Tapi all that demands, all that demanding question yang lo tanyain ke orang-orang, kayaknya bisa kok dikurangin. Lo sendiri juga pasti ga akan nyaman kalau dituntut ini itu kan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: