#30daysblogging #day7 – Alone

Makin ke sini, gue makin mantep ama keputusan gue untuk “hidup sendiri”. I realize as time goes by, gue makin ga bisa melihat adanya sisi positif to be involved with any man. Romantically speaking ya maksud gue..

I have so many boyfriends. Bukan boyfriend pacar ya maksudnya, tapi friends who are boys  gitu. I love them. Most of them are wonderful friends. Kocak, bisa buat hiburan, dan mostly bisa diandalkan penilaiannya, karena cowok, lets admit it, lebih objektif dibanding cewek (yes yes, you may give me speech about gender regarding the statement, tapi ya gimana dong, emang yang gue liat begitu kok). And anyway, bahkan beberapa dari temen cowok gue itu, adalah my closest friends, adalah tempat di mana gue biasa curhat dan tell my most private parts of life, tanpa perlu khuatir dijudge atau dipandang sebelah mata. And again, i love them dearly.

Tapi… When it comes to perihal pacar-pacaran, romantis-romantisan, cinta-cintaan, dan sebagainya, gosh, i think i had enough with it! Mirip sepenggal lirik lagunya Puddle of Mud yang judulnya Blurry dan lagi sering gue putar itu, “Everyone is so fake, everyone is so untrue..” Cliche, but thats just how i feel..

Yep.yep, thats how i feel about them when it comes to love. Love between man and woman, maksudnya ya.. Gak tahu ya, mungkin gue lebay dan mendramatisir, tapi kayaknya kok ya most of them hurt me. A lot. In so many different kind of ways.

Ada yang ngakunya cinta,tapi tahunya pengecut ga berani mempertahanin gue dan akhirnya malah berusaha date raped me. Ada lagi yang kerjaannya selingkuh sepanjang perjalanan gue pacaran ama dia. Not to mentio n the physical abuses. Ada yang cuma used me for the sex, ada pula yang ngakunya cinta banget sama gue tapi semua tindakannya ga mencerminkan dia cinta ama gue. More like cuma terobsesi aja, gue diintaiin dan digeledahin macam kriminal.. Oh dan ada pula jenis lainnya, ngakunya cinta, but everything has to be about him. When in fact he had promised not to ever leave or hurt me..

Sick? Of course i am. But again, ga boleh ya menjudge orang sampe segitunya dan menurut pepatah bijak, katanya kalau semua orang kelihatannya salah,mungkin udah waktunya berkaca dan melihat ke dalam diri sendiri dulu, mungkin yang banyak cacat dan issue nya, malah justru dirinya sendiri. Bukan orang lain..

So okay, i humbly say that the problem is on me. Its totally me. Its not them. And i mean it. Lets see apa aja salah gue ..
Gue sepertinya egois, ga bisa diatur, keras kepala, terlalu cinta kebebasan, kasar, terlalu mandiri, serampangan, suka bohong, self centered, plin-plan, dan kurang mau berkorban demi orang lain..
Itu aja? Nggak, mungkin listnya masih jauh panjang ke belakang, so far ke belakang.. Tapi ya masa iya harus gue sebutin sampai selesai?

Dan anyway, dengan deretan panjang cacat dan masalah seperti itu, kayaknya gue emang gak layak minta lelaki yang sempurna kan ya (macam sempurna itu ada juga gitu?) Dan ga bisa berharap any man would treat me right juga kan ya?

And thats why, i decide to be alone. Literally. And insya allah ini niat gue,mudah-mudahan terkabul, amin..

Eh jangan salah ya, ini gue tulis bukan karena emosi atau gimana – gimana. Nggak kok. Sumpah deh. I am completely calm writing this, and the concept has been on my mind for quite a long time. 

Jujur, awalnya emang karena gue sering ngerasa kesepian bulan bulan kemaren itu… When gue didera berkali-kali masalah tapi most “guys” who said they loved me, justru werent there. In theory, they said they would be there..prakteknya,gak selalu sih. (And ini kenapa gue mulai nyari kesalahan mereka lagi sih. Ngaco. )
Back to the kesepian thing, lalu setelah sering ngerasa kesepian dan selalu ngapa-ngapain sendiri itu, akhirnya gue jadi get used to it. Biasa karena terpaksa juga sih,but I pretty much enjoy it akhirnya. And the loneliness started to change into a peaceful solitude. Yang pada akhirnya malah bikin gue lebih tenang. Dan enteng.. And i am finally happy..

Turns out being alone is not so bad at all. Totally not  bad.

Meskipun, ga bisa bohong, emang ada saatnya di mana gue ngerasa aneh dan awkward. Misal saat dengerin lagu cinta, jadi bingung harus terkenang-kenang ama siapa, (idealnya dengerin lagu cinta itu kudu sambil ngelamun kan? Bagi gue sih begitu). Tapi sayangnya, at the moment, no one is wonderful enough to be remembered while listening to love songs. But that shouldnt be a problem lah. I still have matt bellamy atau jhonny depp atau clive owen untuk dikhayal-khayalin. Atau saat gue lagi ngerasain gejolak di hati, sedih, bete, marah atau apalah yang kayaknya ga bisa diceritain ke temen, gue jadi gak tahu harus cerita ke siapa.. But then again, i always have my blog. So again, point yang ini bisa diremove lah..   Oh dan last but not least, jadi ga ada yang sekali – sekali bayarin jajan,makan atau nonton deh. Atau beliin hadiah-hadiah atau kejutan lucu dan manis itu. Hihihi. But Yaelah ini mah kecil.. Am an independent woman, remember?!!! (Dan kenapa gue suddenly tiba tiba lantas menjadi cewek matere gitu deh)

So anyway,i guess masalah yang timbul karena memutuskan menjadi sendiri, not really hard after all kan ya. I still so can handle it..

And except for that one thing of course. That one thing i have been so gemeransangan about lately. Yep. The sex.  Aaaaahh, what am i talking about,itu juga harusnya ga masalah kok. Toh i still have my hands and the one night stand  option is always open :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: