#30daysblogging #day2 – Bad choices (?)

Hidup itu penuh dengan pilihan. Dan kadang pilihannya adalah dua hal yang ga mengenakkan, atau dua hal yang sama-sama enak. Nevertheless, kita tetap harus milih juga akhirnya. Gak bisa sok-sokan abstain atau jadi golput terus-terusan karena gak mau milih. And no, i am not talking about pilpres, pemilu or anything related to that now

So, setelah berbulan-bulan ngelamar kerja ke sana sini, interview pontang panting di sana sini, gue kan akhirnya dapet tawaran dari salah satu organisasi bergengsi. Dengan gaji hampir sama dengan yang di sini. Dan posisi yang baik. Pokoknya everything i have ever wanted deh. Dan lalu gue dengan senang hati nerima dong. Seneng banget rasanya, akhirnya bisa pindah dari sini dan di tempat  yang ideal.

Tapi lalu waktu berlalu, dan gue sadar, ada banyak hal yang harus gue pertimbangkan sebelum akhirnya bener-bener pindah ke sana

1. Kantornya lebih jauh, gak hanya dari rumah, tapi juga dari kampus. Dan mengingat kondisi Jakarta yang sekarang, gue mules ngebayangin senepnya harus berangkat jauh lebih pagi ke daerah sudirman sana.

2. Dan lalu kebayang Nayla, dan pertanyaan-pertanyaannya kemarin. Paska dia nanyain berbagai hal kemarin, gue sadar gue harus lebih banyak ada di samping dia, more than i am now. That means, kalo gue ambil tawaran di kantor itu, artinya gue harus ninggalin ritual tiap pagi nganterin dia ke sekolah. Berkuranglah waktu berkualitas gue sama dia. And it means bad. :(. This point is actually the biggest concern i have now. GUe ga bisa terus-terusan egois mentingin apa yang gue mau, and keep putting aside what my kids need :(. I cant keep doing that to them ..

3. team leader gue, baik luar biasa. Asli gak tega ninggalin dia with all the slack and understanding he has given me.. 😦

Anyway, gitu deh. Gue sadar gue ga bisa punya semuanya. Dan beneran harus memilih. And based on above consideration, hari ini gue memutuskan menulis surat withdrawal myself from the position at that new office

Gak tau ya, mungkin nama gue akan di blacklist atau gimana. Tapi rezeki ada di tangan Tuhan, dan mungkin juga udah waktunya gue bersikap lebih dewasa. Ga ada kantor yang sempurna (except waktu di IOM kali ya…) So tahan tahan aja kali di sini, sampai semua personal issue gue stabil, dan itu termasuk internal dalam diri gue nya sendiri.

Bismillah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: