Archive for October, 2014

Mind Me, I’m Just Blabbering #4

Posted in daydreaming on October 15, 2014 by enybodyhome

Gue kekenyangan. Dan ngantuk. Banget

Belakangan nafsu makan gue menggila. Bawaannya kepingin makan dan ngemilllll terus. Gak tau juga kenapa. Kemarin aja sampai makan siang dua kali. Kaya orang kesurupan. Apa karena gue lupa baca doa pas makan? Kata guru ngaji dulu, kalau makan ga baca doa, alhasil jadi kelaparan mulu, karena yang makan setan. Dan itu bikin kita jadi semakin mudah digoda setan, karena setannya gemuk dan senang berteman sama kita. Lil bit creepy, tapi ada benernya juga ya. Oh well ya sudahlah ya, gue nya aja mungkin udah termasuk bagian dari setan, so terserahlah kalau setan yang ada di samping gue jadi gemuk dan seneng berteman ama gue. At least for once ada yang setia menemani wherever whenever however, dan at least gue ada melakukan hal yang berguna untuk orang lain. Wait. Bukan orang lain. Mahluk lain, tepatnya.

Tadi sempet tanya sama Ardy, apakah dia sudah mulai urus-urus surat dari pihaknya belum. Kemarin gue udah siapin semua dokumennya dan bahkan sudah print in lengkap semua draft gugatannya, yang mana dalam gugatannya gue tulisin point – point yang isinya menyalahkan gue semua. Gak papa lah, selain gue emang banyak salahnya, itu juga katanya akan lebih mempermudah dan memperlancar proses. You know lah, how pengadilan agama sayangnya masih lebih memihak dan menganggap laki laki lebih punya hak untuk menceraikan. I dont really mind menjelek-jelekkan diri sendiri for that, and hei, i am really a bad and awful wife anyway.

And anywaay, kemarin Ardy bilang mau urus minggu ini. Hari ini gue tanya kapan, dia cuma bilang “Iya nanti diurus”. Hadeh, ini udah Rabu padahal. Dan hari kerja di minggu ini cuma tersisa dua hari lagi, and you know how time goes by so fast, tau-tau ga jadi lagi deh diurus minggu ini. I told him that. Dan dia bete dan ngotot. Katanya, “Gue kayak dikejar-kejar, menyebalkan banget sih. Kalau mau cepet, urus sendiri sanah!”

See, mentah lagi kan. So akhirnya gue cuma bilang “Iya, gue emang ngejar ngejar elo. Dan kalo yang urus cewek bisa cepet, juga udah gue urus dari kapan tahu”

Berantem  lagi, mentah lagi. Dan sudah kaya gini, dia masih aja mikir bahwa ini ga perlu dikejar-kejar.

Dia ga sadar betapa ini udah kaya bom waktu yang bisa meledak makan korban kapan aja. (Okay, im exaggerating this part).

Dia ga sadar, kalau ini diundur – undur lagi, akhirnya ga akan jadi-jadi dan tahu-tahu kita sudah menua aja bareng-bareng dengan terus berantem dan berakhir dengan saling membenci di setiap detik hidup kita. Dan lalu anak-anak akan jadi mahluk mahluk menyedihkan as their mother now yang tumbuh dari orang tua yang gada hentinya berantem dan saling membenci sampai usia tua mereka 😦

And no,  I dont want any of that. I dont want to become like other couples yang harus terpaksa tetep bersama dan berulang-ulang ngalamin sakit hati setiap kali bertengkar dan ada masalah. And in fact,we have already hated each other now..Thats why this has become a high priority and urgent. Unfortunately he doesnt aware of it.

Oh well… Some how i just knew dia bakal makes everything more difficult than it already has been. Somehow I knew dia bakal berubah rubah pikiran dan ga pegang janji lagi. Mudah-mudahan si mbak pacarnya itu bisa bikin dia lebih ga plin plan deh nanti

Barusan telp adek gue buat make sure dia anterin bokap ke rumah sakit buat kontrol. This time gue ga bisa temenin, karena udah terlalu sering ijin sama kantor, dan ga bisa bolos kuliah. And as usual, ada aja fiasco nya. Bahkan buat koordinasi di lingkungan keluarga aja masih susah dan suka berantakan ya. *sigh. Capek juga kadang- kadang. Tapi kata salah seorang temen, kalau sudah kebiasa capek sekarang, di masa yang akan datang ga akan ngalamin capek lagi. Oh really..? Mikirin akan masa datang masih ada masalah lagi aja gue udah ga semenggah banget 😐

And anyway, pelajaran character building kemarin agak menusuk hati. Kata Pak Dosen, buat cewek cewek yang ngerasa selalu salah dapat pasangan, atau ngerasa selalu ditinggal, mungkin sudah waktunya buat introspeksi. Yang salah para cowok-cowoknya yang  ninggalin itu, apa dirinya sendiri.

Nyessss… Sakitnya di sini deh pas itu bapak ngomong.. *nunjuk ke ketek

Eh iya, lupa. Ada update an soal kerjaan. Dari marathon interview minggu minggu kemarin, akhirnya ada juga yang nyangkut. Jadi officer. Dan kantornya deket banget sama kampus. Di American Red Cross. Organisasinya seems noble, dan kerjaaannya seems fun. Tapi sayang, offer yang mereka kasih dikit banget. Tiga juta di bawah gaji yang sekarang. :(. Hadoh  mabok deh. Secara gue lagi butuh uang banyak buat bokap, kuliah dan anak- anak gini. Ga mungkin ada lagi post yang bisa dipotong budgetnya demi nerima kerjaan itu. Dan akhirnya, dengan berat hati gue terpaksa refuse the offer. Sedih sih. Karena terus terang udah capek juga interview dan ngelamar-lamar. Lama -lama gue jadi takut, jangan-jangan gue meant to be stay in this organization forever ..

*meme ARRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHhhhh

Advertisements

Monday madness

Posted in Uncategorized on October 13, 2014 by enybodyhome

Hari ini gue meledak. Marah luar biasa ke Ardi. Penyebabnya, waktu pulang dari bawa Bapak kontrol di rumah sakit, gue ketemu Ardi deket rumah nyokap. Katanya dia mau ambil motor, pas gue tanya anak anak ama siapa, dia ga jawab. Artinya anak-anak sendiri.
Kontan gue naik pitam. Duuh, dia kaya orang ga pernah baca berita deh. Pedofil, penculik anak,  berkeliaran di mana – mana. Kok bisa bisanya dia ninggalin anak anak tanpa pengawasan di rumah dengan pintu kebuka lebar. Iya, jaraknya cuma lima menit dari rumah nyokap. Tapi ya masa dia ga inget,motornya sendiri hilang dalam itungan 3 menit. Dan ini sekitaran rumah lagi mati lampu juga.. Masa dia ga ngeri.
Gue marah, dia ikut marah. Dan sekalinya minta maafpun masih dengan nada defensif dan ga mau kalah. Gimana gue ga ngamuk. Akhirnya gue suruh anak anak masuk kamar, dan gue ngamuk sejadinya. Sampe ada adegan drama gue lempar duit dan suruh dia urus cerai segera. (Iya, ini kasar dan ga sopan banget, i shouldnt have done it, and i regret that)
Tapi gue gak habis pikir aja gimana mungkin keselamatan anak dia anggep enteng dan malah lebih mentingin ambil motornya. Its beyond my rational thinking..

Anyway. Dead end. Sampe sekarang ga ada dia minta maaf tulus sama anaknya karena udah seenaknya ngeremehin keselamatan mereka. Yang ada malah nayla yang nanya ke gue kenapa gue marah ama ayahnya..which made me harus ngejelasin semasuk akal mungkin kenapa gue marah. I told her that i dont like his dad’s attitude for leaving them alone. Because its dangerous. And i wasnt mad to the dad, just the attitude. I hope she understands.

Tadi kontrol bokap. Alhamdulillah kondisi stabil. Meski masih perlu minum obat buanyak banget dan tetep kontrol terus. Rabu nanti juga kontrol lagi untuk syarafnya. I must say gue aga worry will i have enough money for all those check ups. Mengingat sekali kontrol harus keluar uang 500-700 ribu. Dan unlike last time gue ga mau bawa bokap pindah rumah sakit. Takut kejadian kayak kemarin lagi. Oh well mudah2an Tuhan kasih jalan ya.. Amiin

And by the way, masalah yg bertubi tubi dateng kayaknya bikin gue udah mati rasa sama sekeliling gue. Gue mulai gak perduli sama siapapun yang ingin pergi dan ninggalin gue. Im just too tired and powerless to beg them to stay. If they want to stay, they’d stay. I am not gonna beg them anymore.. Bukannya sombong dan sok. Tapi ini murni karena gue udah ga punya tenaga lagi. Fisik dan mental..

Blessed Sunday

Posted in Uncategorized on October 5, 2014 by enybodyhome

Baru kelar dr jagain bapak,beberes dan mandi. Hari ini pulang dengan lebih lega dari biasanya. Tadi Bapak sudah bisa duduk. Sendiri dan lama. Bahkan gue bisa ngobrol banyak while duduk dampingan di ranjang rumah sakit. Of course dia belum bisa jawab sama skali dan cuma bisa liatin gue dengan so many unspoken things terlihat dari matanya. But at least ini progress yang baik banget. I dont lose hope. And i hope he doesnt either.

Tadi gue juga udah belajar kasih makan dan minum sendiri ke Bapak tanpa bantuan suster. Ke selang yang di hidungnya itu. It went well. And it is so easy, im sure adek gue yg biasa jagain tiap malam juga bisa lakuin. Gue titip ke dia buat kasih minum ke Bapak sekali sekali, mengingat sepertinya Bapak dehidrasi.

Luka di bahunya juga dah aga kering. Kepinginnya sih kasih minyak kelapa, tapi lupa mulu buat cari. So selama ini baru pakai betadine aja. Oh tadi dokter juga nyuruh cariin lagu kesukaan Bapak buat didengerin supaya kepancing buat ngomong. Sebelumnya sih gue kepikiran mau setelin radio elshinta kesukaan Bapak aja. Tapi kata dokternya, itu malah bikin tambah stress, jadi sebaiknya lagu aja
Hmmmm…now where should i download lagu gendingan jawa di internet?

Kemaren salah seorang temen yang kerja di tivi tawarin gue side job. Katanya gue mau ga jadi penulis lepas buat sinetron ftv. Deg degan pengen melayang waktu dia texting gue begitu. Its been my aspiration sejak dulu jd penulis naskah. Well belum tentu bisa sih guenya, but this is first step kan? Who knows gue bisa. Am so excited!!!!! (Tapi bukannya mulai nulis, malah ngeblog aja gitu dong gue). Procrastinator sejati emang.

Kemarenannya lagi, salah seorang temen yang lain lagi, nanya (aga sekaligus nuduh). Katanya, dunia gue cuma mesum doang ya. Ngok!! Sedikit kesel dan nyesek dibilang gitu. He clearly doesnt know me. Kalo dia bisa baca blog gue, dia bakal tahu bahwa mesum is just 1/16 nya gue. Oh well, tapi ngapain juga dia harus baca blog gue? Macam ada untungnya aja buat dia x))

Another friend lagi,hari ini jenguk bokap. A very best friend. Seneng tapi juga kasian. Seneng karena dia concern, kasihan karena rumahnya jauh. Dia bawa donat juga, my fave food. He just knows me so well. Ailafyufull banget deh pokoknya ama dia

This concludes that gue mungkin diberkati. Karena dua dari tiga teman, kasih kabar dan hal baik buat gue. Itu juga good progress, kan?

Anyway, back to bokap. Kemungkinan dikit lagi dia akan dipulangin ke rumah. Lega. Tapi another question arises. Who will take care of him intensively? 😦

Kasih jalan ya, Tuhan. Im sure meski gue jarang berdoa, you read this blog kan? Afterall you are the almighty, no?

Mind me im just blabbering #3

Posted in Uncategorized on October 3, 2014 by enybodyhome

Biasa. Jam segini lagi tugas jagain bapak. As usual, im alone. Kondisi bapak ada kemajuan sbenernya. Bagian sebelah kirinya sudah aktif banget bergerak. Although yang kanan, sepenuhnya masih lumpuh. Dan masih ga bisa bicara.

Seperti biasa, si Bapak yang keras kepala keeps berusaha berontak. Berusaha bangun. Dan berusaha narik segala selang yang nempel di dia. Tangan kirinya sampai diiket di pinggir ranjang karena dia nyabut selang makanannya. Kasian sih, tapi mau gimana lagi..

Dia juga sibuk berusaha bangun dengan narik dirinya bertumpuan pakai tangan yang berfungsi. Awalnya gue larang terus. Tapi lama lama gue pikir, mungkin ini baik. Artinya dia masih berjuang untuk sembuh. Mungkin dengan begini bagian kirinya bisa keikutan aktif dan mempercepat penyembuhan. So gue biarkan dia. Meski artinya gue harus berulang ulang nutupin bagian bawahnya yang keexpose.

Gak tega banget liat Bapak begini. Dia yang biasanya aktif dan ga bisa diam, jadi ga bisa apa apa. Tuhan, mohon berikan yang terbaik.. Amiin..

Gue sendiri mungkin juga sedang collapse. Internally. Terus terang lelah banget. Ingin banget sekali aja tidur tanpa perlu ada kekhuatiran gelantung di otak. Bosan kayaknya gundah terus begini. 

Not to mention kehidupan pribadi gue yang porak poranda. Kuliah juga sudah seminggu ga masuk. Semoga ke depan segalanya bisa lebih baik.. Amiin

While bengong sendirian tadi, gue liat liat foto lama di facebook. Banyak banget ternyata ya yang sudah dilalui. Teman teman yang tadinya masih ada dalam satu frame, sekarang sudah banyak yang ga pernah ada di satu frame lagi. Muka yang dulu tirus sekarang tembem. Badan yang dulu kurus sekarang gemuk. Dan anak anak yang dulu masih adorably cute and small, sekarang sudah besar dan meski masih adorably cute, badungnya ga ketulungan.

Yeah, dan pernikahan yang dulunya masih berusaha dipertahankan sekarang udah berakhir.

Nengok ke belakang memang selain bikin terharu juga melelahkan. Kadang bikin takut akan berapa banyak lagi perjuangan dan up an downs yang kita harus lewati.. Would we be stronger or just as weak as today..

Cepet pulang ya, Pak..

Posted in My Precious one on October 1, 2014 by enybodyhome

Akhirnya sampai rumah. Setelah sejak siang perjuangan tanpa henti di rumah sakit. Lagi.

Pagi ini everything was so normal. So bright malah. Considering malamnya gue feeling so great. I could even say this morning i was so happy,that i put on a smile when the most annoying consultant at my office back in Jakarta again.

But then, as usual, i am not allowed to be too happy. I can not be that happy. Jam 12 siang Ardy nelp. Katanya Kakak ipar nelpon dia bilang kalau Bokap ngedrop. Pas gue tanya maksudnya ngedrop apa, dia ga tahu. Karena si kakak ipar ga ngejelasin maksudnya apa.

Seketika perut gue mules. Berusaha sekuat tenaga ga panik, gue nelpon kakak gue. And yes, at the other side of the line kakak gue nangis2 kebingungan dan luar biasa sedih, bilang kalau bokap pingsan. Yep, lagi lagi dunia gue runtuh. Langsung gue minta kakak cari org buat bawa bokap ke rumah sakit, dan pamitlah gue pulang.

Ngibrit gue naik taksi sambung ojek ke rumah dulu ambil semua rekam medis bokap sebelum berangkat ke rumah sakit. Of course ga akan seru kalau tukang ojek nya bener. Dua kali ganti ojek, yang satu cerewetnya bukan main, satu lagi bloon nya bukan main. Sabar sabar ya ,En.. Gue sibuk elus dada sendiri..

Di rumah sakit, bokap udah di ugd. Ga sadar. Dengkul lemes banget. Dan lalu seperti biasa drama nyari rumah sakit pun dimulai. Luckily this time konfliknya ga terlalu panjang. (I hope). Dan kita setuju untuk bawa bokap ke rumah sakit yang sama di tempat bokap sebelumnya dirawat.

Sebelum transfer Bokap, bokap beberapa kali kejang melotot melotot dengan tatapan kosong. Gue sama kakak gue sampe berkali kali saling bertatapan, fearing for the same thing but was too affraid to say it; Yep kita takut banget kalau saat itu bokap might be dying..

Specially he has been unconscious for quite sometimes. Sekuat tenaga gue nahan diri untuk ga nangis, tetep aja gue nangis. Gue sumpah ngerasa salah banget. Udah nunda jadwal berobat bokap, udah nyuruh dia jagain nayla and lolop pas kuliah, dan pake acara pindahin rumah sakit dia berobat. Ngeliat bokap luar biasa kurus, ga berdaya and barely knowing anyone, bikin gue pengen namparin diri sendiri, realizing that iam the one who is to blame :(. I totally can not forgive my self on this 😦

Anyway, alhamdulillah rumah sakit yang lama punya kamar. Bokap didiagnosa stroke. Otaknya tersumbat. Dan dia ga bisa ngomong atau bergerak. Most of the time dia cuma bisa tidur dan nangis. Ga tega sumpah liat dia nangis begitu. Dia yang biasanya ga bisa diem, pekerja keras dan aktif luar biasa, harus tergeletak ga berdaya, literally ga bisa ngelakuin apa apa. Bahkan untuk helping himself to pee pun dia ga bisa. I can see in his eyes this is a big suffering for him..

Sekarang bokap udah di kamar perawatan. Alhamdulillah kesadarannya membaik meski dia ga bisa ngapa ngapain, at least its better than what i thought before.
Gue cuma berharap bokap bisa lekas pulih dan bisa bergerak dan bicara lagi. I miss him already… Nayla dan lolop juga pasti udah kangen banget, specially Nayla. Karena dialah yang nemuin bokap waktu geletak pingsan. My poor baby..

Please come back home soon, Pak 😦

I give it a year

Posted in featured, my movies with tags , , , , on October 1, 2014 by enybodyhome

Baru aja nonton I Give It A Year. Woww this movie is stunning for me. Soal pasangan muda yang baru nikah yang pada akhirnya nemuin berbagai macam ketidak cocokan dan malah jadi sick of each other. Along the way, kedua pasangan nemuin orang yang lebih cocok dengan diri masing-masing dan setelah berbagai usaha untuk mempertahakan pernikahan, mereka akhirnya happily divorced dan end up with that right persons.

This movie bukan semata komedi romantis kacangan yang ngajarin orang untuk menghalalkan perceraian ya. Menurut gue, film ini malah mengajak penonton untuk melihat perceraian dr sisi yang berbeda. Sebagian besar orang lebih mendukung bersama dalam loveless marriage dr pada bercerai. Biasanya karena anak, orang tua atau pandangan orang lain. When in fact, staying in loveless (and not just loveless maksud gue), but unhappy marriage, pada akhirnya akan consume the people within the marriage, negatively. Baik suami dan istri ga akan ngerasa bahagia. Yang ada cuma usaha pura pura bahagia yang pada akhirnya akan memakan jiwa mereka pelan pelan dan pada akhirnya bikin frustasi dan depresi. Dan saat suami dan istri atau salah satu pihak ga bahagia, how are they supposed to raise and give happiness to their children?

Si konsultan pernikahan dalam film ini juga bilang pada saat keduanya konselling dalam rangka mempertahankan pernikahan, “You should better run and get out when you can. Sebelum semakin banyak pertengkaran, sebelum semakin banyak alasan untuk saling membenci dan sebelum ada anak yang akhirnya jadi korban”. And i could not agree more than that..

Dan di akhir film, mereka berdua akhirnya sadar bahwa mereka lebih baik berpisah.  Karena tahu bahwa sekeras apapun usaha mereka untuk saling mencintai dan mengikuti pakem umum yang berlaku tentang pernikahan, mereka tidak bisa bahagia dan sudah tidak bisa saling mencintai. Pada akhirnya, mereka justru menjadi pribadi yg lebih bahagia dan jauh lebih baik saat setuju untuk bercerai. Sounds familiar, eh? Nooo, i wouldnt be too confident saying i am a better and happier person after the split up now

And in the end, divorce doesnt always have to be meant that bad. There are certain condition and situation when divorce malah makin membawa kebahagiaan dan kebaikan untuk berbagai pihak. However, cinta dan jodoh juga kan ada umurnya. Gak ada yang abadi, remember ?

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

i cant believe IMDB only gives 5.8 rating on this movie X((

PS : Rose Byrne is awfully cute and funny in this movie. God i love her hair, clothes and facial expression so much