Mind Me, I’m Just Blabbering #4

Gue kekenyangan. Dan ngantuk. Banget

Belakangan nafsu makan gue menggila. Bawaannya kepingin makan dan ngemilllll terus. Gak tau juga kenapa. Kemarin aja sampai makan siang dua kali. Kaya orang kesurupan. Apa karena gue lupa baca doa pas makan? Kata guru ngaji dulu, kalau makan ga baca doa, alhasil jadi kelaparan mulu, karena yang makan setan. Dan itu bikin kita jadi semakin mudah digoda setan, karena setannya gemuk dan senang berteman sama kita. Lil bit creepy, tapi ada benernya juga ya. Oh well ya sudahlah ya, gue nya aja mungkin udah termasuk bagian dari setan, so terserahlah kalau setan yang ada di samping gue jadi gemuk dan seneng berteman ama gue. At least for once ada yang setia menemani wherever whenever however, dan at least gue ada melakukan hal yang berguna untuk orang lain. Wait. Bukan orang lain. Mahluk lain, tepatnya.

Tadi sempet tanya sama Ardy, apakah dia sudah mulai urus-urus surat dari pihaknya belum. Kemarin gue udah siapin semua dokumennya dan bahkan sudah print in lengkap semua draft gugatannya, yang mana dalam gugatannya gue tulisin point – point yang isinya menyalahkan gue semua. Gak papa lah, selain gue emang banyak salahnya, itu juga katanya akan lebih mempermudah dan memperlancar proses. You know lah, how pengadilan agama sayangnya masih lebih memihak dan menganggap laki laki lebih punya hak untuk menceraikan. I dont really mind menjelek-jelekkan diri sendiri for that, and hei, i am really a bad and awful wife anyway.

And anywaay, kemarin Ardy bilang mau urus minggu ini. Hari ini gue tanya kapan, dia cuma bilang “Iya nanti diurus”. Hadeh, ini udah Rabu padahal. Dan hari kerja di minggu ini cuma tersisa dua hari lagi, and you know how time goes by so fast, tau-tau ga jadi lagi deh diurus minggu ini. I told him that. Dan dia bete dan ngotot. Katanya, “Gue kayak dikejar-kejar, menyebalkan banget sih. Kalau mau cepet, urus sendiri sanah!”

See, mentah lagi kan. So akhirnya gue cuma bilang “Iya, gue emang ngejar ngejar elo. Dan kalo yang urus cewek bisa cepet, juga udah gue urus dari kapan tahu”

Berantem  lagi, mentah lagi. Dan sudah kaya gini, dia masih aja mikir bahwa ini ga perlu dikejar-kejar.

Dia ga sadar betapa ini udah kaya bom waktu yang bisa meledak makan korban kapan aja. (Okay, im exaggerating this part).

Dia ga sadar, kalau ini diundur – undur lagi, akhirnya ga akan jadi-jadi dan tahu-tahu kita sudah menua aja bareng-bareng dengan terus berantem dan berakhir dengan saling membenci di setiap detik hidup kita. Dan lalu anak-anak akan jadi mahluk mahluk menyedihkan as their mother now yang tumbuh dari orang tua yang gada hentinya berantem dan saling membenci sampai usia tua mereka 😦

And no,  I dont want any of that. I dont want to become like other couples yang harus terpaksa tetep bersama dan berulang-ulang ngalamin sakit hati setiap kali bertengkar dan ada masalah. And in fact,we have already hated each other now..Thats why this has become a high priority and urgent. Unfortunately he doesnt aware of it.

Oh well… Some how i just knew dia bakal makes everything more difficult than it already has been. Somehow I knew dia bakal berubah rubah pikiran dan ga pegang janji lagi. Mudah-mudahan si mbak pacarnya itu bisa bikin dia lebih ga plin plan deh nanti

Barusan telp adek gue buat make sure dia anterin bokap ke rumah sakit buat kontrol. This time gue ga bisa temenin, karena udah terlalu sering ijin sama kantor, dan ga bisa bolos kuliah. And as usual, ada aja fiasco nya. Bahkan buat koordinasi di lingkungan keluarga aja masih susah dan suka berantakan ya. *sigh. Capek juga kadang- kadang. Tapi kata salah seorang temen, kalau sudah kebiasa capek sekarang, di masa yang akan datang ga akan ngalamin capek lagi. Oh really..? Mikirin akan masa datang masih ada masalah lagi aja gue udah ga semenggah banget 😐

And anyway, pelajaran character building kemarin agak menusuk hati. Kata Pak Dosen, buat cewek cewek yang ngerasa selalu salah dapat pasangan, atau ngerasa selalu ditinggal, mungkin sudah waktunya buat introspeksi. Yang salah para cowok-cowoknya yang  ninggalin itu, apa dirinya sendiri.

Nyessss… Sakitnya di sini deh pas itu bapak ngomong.. *nunjuk ke ketek

Eh iya, lupa. Ada update an soal kerjaan. Dari marathon interview minggu minggu kemarin, akhirnya ada juga yang nyangkut. Jadi officer. Dan kantornya deket banget sama kampus. Di American Red Cross. Organisasinya seems noble, dan kerjaaannya seems fun. Tapi sayang, offer yang mereka kasih dikit banget. Tiga juta di bawah gaji yang sekarang. :(. Hadoh  mabok deh. Secara gue lagi butuh uang banyak buat bokap, kuliah dan anak- anak gini. Ga mungkin ada lagi post yang bisa dipotong budgetnya demi nerima kerjaan itu. Dan akhirnya, dengan berat hati gue terpaksa refuse the offer. Sedih sih. Karena terus terang udah capek juga interview dan ngelamar-lamar. Lama -lama gue jadi takut, jangan-jangan gue meant to be stay in this organization forever ..

*meme ARRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHhhhh

Advertisements

2 Responses to “Mind Me, I’m Just Blabbering #4”

  1. *hugs eny* and ga ada yg namanya meant to be stayed forever….. ciayoooooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: