Monday madness

Hari ini gue meledak. Marah luar biasa ke Ardi. Penyebabnya, waktu pulang dari bawa Bapak kontrol di rumah sakit, gue ketemu Ardi deket rumah nyokap. Katanya dia mau ambil motor, pas gue tanya anak anak ama siapa, dia ga jawab. Artinya anak-anak sendiri.
Kontan gue naik pitam. Duuh, dia kaya orang ga pernah baca berita deh. Pedofil, penculik anak,  berkeliaran di mana – mana. Kok bisa bisanya dia ninggalin anak anak tanpa pengawasan di rumah dengan pintu kebuka lebar. Iya, jaraknya cuma lima menit dari rumah nyokap. Tapi ya masa dia ga inget,motornya sendiri hilang dalam itungan 3 menit. Dan ini sekitaran rumah lagi mati lampu juga.. Masa dia ga ngeri.
Gue marah, dia ikut marah. Dan sekalinya minta maafpun masih dengan nada defensif dan ga mau kalah. Gimana gue ga ngamuk. Akhirnya gue suruh anak anak masuk kamar, dan gue ngamuk sejadinya. Sampe ada adegan drama gue lempar duit dan suruh dia urus cerai segera. (Iya, ini kasar dan ga sopan banget, i shouldnt have done it, and i regret that)
Tapi gue gak habis pikir aja gimana mungkin keselamatan anak dia anggep enteng dan malah lebih mentingin ambil motornya. Its beyond my rational thinking..

Anyway. Dead end. Sampe sekarang ga ada dia minta maaf tulus sama anaknya karena udah seenaknya ngeremehin keselamatan mereka. Yang ada malah nayla yang nanya ke gue kenapa gue marah ama ayahnya..which made me harus ngejelasin semasuk akal mungkin kenapa gue marah. I told her that i dont like his dad’s attitude for leaving them alone. Because its dangerous. And i wasnt mad to the dad, just the attitude. I hope she understands.

Tadi kontrol bokap. Alhamdulillah kondisi stabil. Meski masih perlu minum obat buanyak banget dan tetep kontrol terus. Rabu nanti juga kontrol lagi untuk syarafnya. I must say gue aga worry will i have enough money for all those check ups. Mengingat sekali kontrol harus keluar uang 500-700 ribu. Dan unlike last time gue ga mau bawa bokap pindah rumah sakit. Takut kejadian kayak kemarin lagi. Oh well mudah2an Tuhan kasih jalan ya.. Amiin

And by the way, masalah yg bertubi tubi dateng kayaknya bikin gue udah mati rasa sama sekeliling gue. Gue mulai gak perduli sama siapapun yang ingin pergi dan ninggalin gue. Im just too tired and powerless to beg them to stay. If they want to stay, they’d stay. I am not gonna beg them anymore.. Bukannya sombong dan sok. Tapi ini murni karena gue udah ga punya tenaga lagi. Fisik dan mental..

Advertisements

2 Responses to “Monday madness”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: