Cepet pulang ya, Pak..

Akhirnya sampai rumah. Setelah sejak siang perjuangan tanpa henti di rumah sakit. Lagi.

Pagi ini everything was so normal. So bright malah. Considering malamnya gue feeling so great. I could even say this morning i was so happy,that i put on a smile when the most annoying consultant at my office back in Jakarta again.

But then, as usual, i am not allowed to be too happy. I can not be that happy. Jam 12 siang Ardy nelp. Katanya Kakak ipar nelpon dia bilang kalau Bokap ngedrop. Pas gue tanya maksudnya ngedrop apa, dia ga tahu. Karena si kakak ipar ga ngejelasin maksudnya apa.

Seketika perut gue mules. Berusaha sekuat tenaga ga panik, gue nelpon kakak gue. And yes, at the other side of the line kakak gue nangis2 kebingungan dan luar biasa sedih, bilang kalau bokap pingsan. Yep, lagi lagi dunia gue runtuh. Langsung gue minta kakak cari org buat bawa bokap ke rumah sakit, dan pamitlah gue pulang.

Ngibrit gue naik taksi sambung ojek ke rumah dulu ambil semua rekam medis bokap sebelum berangkat ke rumah sakit. Of course ga akan seru kalau tukang ojek nya bener. Dua kali ganti ojek, yang satu cerewetnya bukan main, satu lagi bloon nya bukan main. Sabar sabar ya ,En.. Gue sibuk elus dada sendiri..

Di rumah sakit, bokap udah di ugd. Ga sadar. Dengkul lemes banget. Dan lalu seperti biasa drama nyari rumah sakit pun dimulai. Luckily this time konfliknya ga terlalu panjang. (I hope). Dan kita setuju untuk bawa bokap ke rumah sakit yang sama di tempat bokap sebelumnya dirawat.

Sebelum transfer Bokap, bokap beberapa kali kejang melotot melotot dengan tatapan kosong. Gue sama kakak gue sampe berkali kali saling bertatapan, fearing for the same thing but was too affraid to say it; Yep kita takut banget kalau saat itu bokap might be dying..

Specially he has been unconscious for quite sometimes. Sekuat tenaga gue nahan diri untuk ga nangis, tetep aja gue nangis. Gue sumpah ngerasa salah banget. Udah nunda jadwal berobat bokap, udah nyuruh dia jagain nayla and lolop pas kuliah, dan pake acara pindahin rumah sakit dia berobat. Ngeliat bokap luar biasa kurus, ga berdaya and barely knowing anyone, bikin gue pengen namparin diri sendiri, realizing that iam the one who is to blame :(. I totally can not forgive my self on this šŸ˜¦

Anyway, alhamdulillah rumah sakit yang lama punya kamar. Bokap didiagnosa stroke. Otaknya tersumbat. Dan dia ga bisa ngomong atau bergerak. Most of the time dia cuma bisa tidur dan nangis. Ga tega sumpah liat dia nangis begitu. Dia yang biasanya ga bisa diem, pekerja keras dan aktif luar biasa, harus tergeletak ga berdaya, literally ga bisa ngelakuin apa apa. Bahkan untuk helping himself to pee pun dia ga bisa. I can see in his eyes this is a big suffering for him..

Sekarang bokap udah di kamar perawatan. Alhamdulillah kesadarannya membaik meski dia ga bisa ngapa ngapain, at least its better than what i thought before.
Gue cuma berharap bokap bisa lekas pulih dan bisa bergerak dan bicara lagi. I miss him already… Nayla dan lolop juga pasti udah kangen banget, specially Nayla. Karena dialah yang nemuin bokap waktu geletak pingsan. My poor baby..

Please come back home soon, Pak šŸ˜¦

Advertisements

3 Responses to “Cepet pulang ya, Pak..”

  1. Amin yud,, semoga badai cepat berlalu. Stong!

  2. baca bagian, mewek.. šŸ˜¦ keingat ortu di rumah yang juga gonta ganti sakit… =( semoga semua cepat berlalu, Bokap cepat balik kerumah dan berkumpul bersama keluarga..Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: