Archive for September, 2014

My dear Lolop..

Posted in My Precious one on September 13, 2014 by enybodyhome

So tadi ke rumah sakit. Melakukan apa yang tertunda sebulan ini. Jadi bulan lalu nemu benjolan di deket tulang pelvisnya lolop. Nyokap yg nemuin. Katanya kalo lolop teriak atau ngeden benjolnya keluar.

Gue slama ini ga sadar, karena emang kalo dia ga teriak ga akan kelihatan. Benjolnya sendiri segede telor puyuh. Anyway karena dokternya lolop wktu itu sedang cuti dan lalu praktek daerah. Ga sempet sempet bawa dia ke dokter.
Sampe minggu kemarin, dokternya pun masih di luar kota.
Dan baru hari ini aja bisa

Gue selama ini mikirnya mungkin cuma kelenjar. Kaya yang ada di kepala gue. Yang selalu mengeras dan sakit luar biasa kalo lagi banyak pikiran atau kurang tidur. Gak berani banget mikir hal buruk bakal terjadi.

And anyway, ternyata tadi diagnosa dokternya, lolop harus dioperasi. Itu benjolannya sebenernya usus yang kedorong keluar kalo dia teriak. Karena katup ususnya ga ketutup sempurna wktu lahir.
Jadi kaya semacam hernia pada perempuan gitu.

Operasinya kecil kata dokternya. Tapi harus bius total. Duh ngebayangin anak seumur lolop dibius dan masuk meja operasi, kepala gue sakit dan dunia mau runtuh kayaknya

Ga kebayang banget. Apalagi lolop lebay banget. Luka gores dikit aja dia lebay minta ampun, apalagi paska operasi nanti. Gak tega mikirnya šŸ˜¦

Anyway, gue lagi sibuk cari dokter bedah buat anaknya sekarang. Another hospital’s hunting. Dan kayaknya ga ada gunanya ngeluh gue sendirian atau capek sekarang. What matters the most is lolop segera sembuh.

I love you so much, my dear lolop..

Advertisements

Ya sudahlah..

Posted in Uncategorized on September 12, 2014 by enybodyhome

So the earlier post soal even superheroes sometimes break down and cry?
I just did it

Yep, gue bukan superhero emang. Thats why harusnya wajar ya kalo gue akhirnya ambruk?
Setelah sekian lama ga pernah, baru aja gue nangis sesenggrukan di kamar mandi. Sampe mata gue merah dan bengkak. Lalu mata gue kena sabun cair. Dan semakin merah dan bengkak.
Dan kemudian anak anak jadi kena sasaran. Gue bentak mereka yang lagi asyik main, buat masuk ke kamar dan tidur. This is the first time mereka lihat ibunya dengan penampilan seperti itu. Kaget dan takut mereka masuk. Nayla menatap gue bingung, while lolop, meski protes tetep masuk juga.

Di kamar gue terusin nangisnya. Nayla masih diam dan bingung, while lolop yang ga ngerti sibuk sendiri lanjutin mainnya di kamar. I know. I did wrong. I shudnt have scolded them and i shudnt have cried in front of them.
Its forbidden and big no no. I feel awfully sorry for them

But i cudnt help my self. Dada gue rasanya mau meledak. Gue ga bisa nafas (probably because of the ingus inside my runny nose), dan air mata gue ga bisa berhenti keluar.
This is so the first time after bertahun tahun gue nangis seperti ini. Gue bahkan ga ingat sebenernya kapan terakhir gue nangis seperti ini..

And why did i cry? Most of it was because the loneliness. Dan letih.. Sisanya, karena sakit kemasukan sabun yang tadi…

Sepulang dr rumah sakit tadi ada nyokap. Gue lalu diskusi sama dia soal biaya berobat jalannya bokap. And of course maksud gue cuma sharing. Tapi lalu nykap bilang kalo kakak gue yg maha baik hati itu nuding ,katanya kan gue yg ga mau dibantu. My perfect sister. Pintar banget dia. Anyway gue jadi marah dan akhirnya agak bertengkar sama nyokap. Words came out unclear dan gue mulai ga kuasa nahan nangis. Forgive me, mak. I hope you know i wasnt really mad at you.
Ga jelas, gue jadi ngomong keras ama nayla dan lolop ngelarang mereka main ke rumah kakak gue. Saat itu gue tahu gue harusnya ga ngomong gitu, but i was so mad at my sister that i just really needed to say that.

Anyway masih dengan hati penuh, gue pun ke kamar mandi. Lalu nangis sejadi jadinya

Oh iya, for the record, a little earlier moment before that gue juga nangis. Sedih luar biasa karena satu satunya org yang seharusnya bisa gue andelin, belakangan ini malah menjauh. Entahlah. Mungkin dia juga bosan ama smua drama hidup gue. Dan iya, gue mempertanyakan itu ke dia, yg mana gue yakin akan membuat dia smakin jauh lagi, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi gue ga tahan nyimpen perasaan dan diam. So i said what i needed to say, i cried and just pasrah apapun yang terjadi.
If people dont want to stay, and most of all jika harus ada peraturan yg harus gue turuti untuk bikin dia stay, then i guess hak dia kalau dia mau pergi karena gue ga bisa ikutin aturan itu..

Anyway, itu juga salah satu penyebab gue jatuh bangun dan nangis dahsyat.. (Bagian bangunnya exaggerating, cuma berusaha ikutin lagunya Meggy Z aja kok)

Oh thats not even the worst part.
Pas keluar gue baru sadar bokap ada di sana dan cudve listened all the words i screamed out regarding my sister, me and his medical treatment. Mukanya sedih dan gundah. And then i realized i probably hurted him too..

Gue dah ga tau lagi deh. This is the worst night ever. For the first time after gue punya anak, gue rasanya mau ambil silet dan wrist my hand and then just forget all the troubles behind

Even when im writing this i am still crying

Saat nangis tadi gue sempet berdoa.
Gue ga tahu Tuhan mendengar apa gak, hell im not His most loyal hamba. Gue ga sholat,puasa, etc. Gue orang jahat. Jauh skali dari kebaikan. Gue juga ga tahu sih Dia akan peduli atau gak. Yang pasti gue cuma tahu, gue cuma bisa minta sama Dia

I just wish God will understand that this is unbearable. If i have to keep struggling and move on, i really just hope the strength. And also the wisdom to understand this all. Because truthfully, i just couldnt take this alone..

I keep hurting people around me, even nayla dan lolop.. Forgive me, God… BecauseĀ  i just feel so lonely..

(Mungkin waktunya kembali sholat dan berkomunikasi dengan Dia, tapi apa Dia ga akan ngerasa “GiliranĀ  butuh gue aja, nyariin lo..!” ?) Kalau gitu, begimana …

What if.. If only..

Posted in a sweet goodbye on September 12, 2014 by enybodyhome

Abis anter bokap kontrol di rumah sakit.
Bokapnya sih sudah pulang dianter adek. Gue nya nunggu obat dan kasirnya sendirian
Tadi terpaksa minta surat rujukan sama dokternya, buat bisa berobat ke rumah sakit lain yang bisa terima bpjs. Malu sebenernya. Dan kasihan sama bokap. Karena gue tahu obat bpjs pasti ga sebagus atau seampuh obat di rumah sakit ini. Tapi sayangnya gue ga punya pilihan. Bolak balik bokap berobat, gue yang tanggung sendirian, dan skali berobat bisa kena 600-700 ribu. Itu harus seminggu sekali. Bukan mau perhitungan sama orang tua, tapi financially, gue ga semampu ini. At this time gue jadi aga menyesali keputusan gue untuk kuliah tahun ini.
Seandainya gue ga kuliah, kondisi keuangan gue pasti lebih baik, dan gue ga perlu bawa bokap berobat dengan bpjs :(.

Not to mention, sebelum kuliah gue sempet konsul ke (mantan) suami. Gue bilang, kalau gue kuliah, dia ikhlas dan rela ga pulang cepet terus dr kantor. Mengingat itu artinya gue akan pulang malam terus, dan kasihan kalo nyokap ataupun bokap yang nungguin anak-anak sampe malam. Dia bilang iya.
Tapi lalu di hari pertama gue kuliah,gue tagih janjinya, malah berujung berantem hebat. And since then gue udah males nagih2 lagi. Dan terbukti dia ga terlalu perduli juga dan masih aja pulang malam and even sometimes ga pulang.
Ya udahlah ya, gue juga ga punya hak maksa dia. Dia punya kehidupan sendiri sekarang, terserah dia mau gunain waktunya buat apa. Gue juga udah capek berantem. Dan mungkin menurutnya ga fair kalo dia harus pulang cepet terus while gue seenaknya pulang malem tiap hari.
Oh well, akhirnya dengan penuh rasa salah gue minta pengertian nyokap buat jagain anak anak sampe malam. Nyokap mah iya iya aja. Tapi gue yang ga tega. However dia juga sudah tua banget…
Lagi lagi gue merasa keputusan untuk kuliah tahun ini mungkin keputusan yang salah…

Belakangan gue ngerasa sendirian. Ngerasa terlalu banyak beban di pundak gue. Tapi gue juga ngerasa mungkin gue nya aja yang kurang bersyukur sampe2 bisa ngerasa kaya gitu. Mungkin gue harus berpikir kaya spiderman. I mean, pamannya spiderman. Semakin besar kekuatan seseorang, semakin banyak tanggung jawabnya. Mungkin Tuhan memang mikir kekuatan gue besar banget. Makanya juga dikasih tanggung jawab banyak.
Yeah asalkan gue bener bener dikasih lebih banyak kekuatan aja sih…
Soalnya bahkan superhero sometimes break down and cry kan

And speaking of the loneliness, setiap ramalan zodiak bilang kalau org aquarius is usually detached themselves from other people. I actually not detaching myself. From anyone. Gue cuma ngerasa, gue mungkin ga pantas punya attachment apa apa sama orang lain. Because people tend to leave… Dan gue ga berani ngerasain sakitnya. Because udah berkali kali juga begitu kan. Sakit luar biasa ditinggal orang-orang itu.. Atau bahkan diacuhkan orang orang itu..

Dan pada akhirnya. Here i am. Feeling alone and lonely most of the time..

Oh well, what am i saying. I have nayla and lolop, dont i…

Kasir dan obatnya masih lama kayaknya. So i guess i can write a little bit more while waiting. Toh ga ada yang nemenin atau ngajak ngobrol juga..

Tadi sore sebelum pulang nonton If Only. Filmnya Jennifer Love Hewitt tahun 2004. Film lama. Gue juga nemu referensinya pas lagi ngeyutub lagu2 si jenlove. Anyway filmnya sedih. Tentang kesempatan kedua. Tentang bagaimana memperlakukan orang orang yang mencintai kita dengan tulus. Tentang bagaimana kita seharusnya bisa put the people who love us dearly in a first priority. Not the second, or even third..

Comes to my mind, my first priority would be nayla lolop, my family, and the loved ones. But who puts me in their first priority?

Oh well apalah gue ini. Mulai pamrih dan bodoh karena mikirin apa pendapat orang tentang gue. Ya udahsih ya just do the best and expect for the best aja regardless how people put me on their list

And anyway, masih belum dipanggil juga. And im getting hungri-er

i am a mess..

Posted in a simple hello, daydreaming, featured with tags , , , , , , , , on September 8, 2014 by enybodyhome

So.. my last post was on June..

Been three months, seperti biasa banyak hal terjadi. Ups and down, ups and down. Ups and down..

First soal bokap. Dua minggu lalu dia masuk rumah sakit. Sakit parah, gue khawatir nya minta ampun. Apalagi waktu itu diwarnai sama krisis cari rumah sakit yang punya fasilitas yang bisa untuk penyakit bokap, dan bpjs.. Oh dear ntah apa gunanya bpjs kalau setiap rumah sakit yang gue telepon jawabannya selalu kamar pernuh. Sedih rasanya jadi orang miskin itu emang pas sakit ya šŸ˜¦

Anyway,gegara bpjs ini gue jadi tengkar sama kakak gue. Entah gimana jalan pikirannya sampe dia nyalahin gue yang masukin bokap ke rumah sakit tanpa fasilitas bpjs. Entah kenapa menurut dia harusnya bokap bisa diusahain masuk ke rumah sakit yang ada bpjsnya. Entah dia ga percaya sama gue atau gimana, gue udah cari semua rumah sakit yang gue tahu padahal, dan semua rumah sakit ga mau terima bokap. Saat kondisi bokap begitu, satu yang kepikiran ama gue cuma bokap ditangani dan langsung bisa dapet rumah sakit yang mau terima dia. TApi entahlah. Kakak gue yang baik hati itu ga sejalan pikirannya sama gue, so jadilah gue perang dingin sama dia. Yeaaah, itu biasa antara saudara, but i dont know, considering its about bokap, i think my sister has just gone too far, that i would never want to make up with her anymore

Oh well, yang penting bokap udah mendingan sekarang, meskipun dia harus tetep jaga makanannya setiap hari dan terpaksa minum obat terus sepanjang hidupnya. I just wish bokap cukup sabar dan mau terima kondisinya sekarang šŸ˜¦

 

About my marriage. Its ended. Over. Resmi dan official. (Yaiyalah, dari bertahun tahun lalu gue juga sebenernya sudah tahu its over) Keluarga gue sebagian besar sudah tahu, dan maybe keluarga suami juga. Gue ga mau mikir macem-macem sekarang, i mean macem macem yang seperti kasihan anak, terus anak lo gimana, yang salah siapa bla bla bla. Gue cuma tahu, pernikahan ini udah sampai pada titik di mana kita berdua cuma bisa saling nyakitin dan tidak bahagia sama sekali. Orang tua yang tidak bahagia, apa bisa membuat anak bahagia? Bagi gue, Nayla dan Lolop nomor satu sekarang. Dan gue yakin, meski gue bercerai dari ayah mereka, mereka akan tetap bahagia. Gue percaya baik gue maupun ayahnya akan mendahulukan mereka di atas segalanya. Amin. Mudah2an istiqomah

 

My Professional stuff : Confirmed. I can not take it any longer working in here. I just need to move immediately out of here. Kapan tapi..?

Oh, hari ini gue juga mulai kuliah. Ambil Psikologi. S1. Mudah2an lancar dan tepat waktu. Although gue aga sangat ngerasa salah karena ini artinya semakin sedikit waktu gue sama anak-anak. I just Ā hope they would understand, that this is for a better future.

 

My social life. Gue mulai makin menyadari bahwa pertemanan itu ga bisa dipaksa. Kalau salah satu pihak sudah ga sreg dan ga nyaman, gada gunanya juga dipaksa. No, gue ga peduli sama orang yang bilang friendship is important. Well friendship juga seleksi alam kan. Siapa yang masih ada di samping kita seiring waktu, mungkin mereka yang sebenar-benarnya teman. Gue bukannya demanding sih jadi orang, menuntut semua orang selalu ada di samping gue, tapi kalau beberapa kejadian dan kelihatannya kita ga cukup worth buat mereka, buat apa dipaksa juga kan..

 

Speaking of which, a friend told me that i am kacau. A mess.. I guess i am…