Membina hubungan baik?

Its 3 am in the morning. Seperti biasa, entah kenapa siklus tidur gue slalu gini. Jam 9 tidur lalu tengah malam bangun dan susah tidur lagi. Mungkin maksudnya Tuhan mau ingetin buat sholat tahajud kali ya, bodohnya gue terlalu malas buat ambil wudhu dan solat..

So lolop confirm harus dioperasi. Tadi ke dokter bedahnya dan dokternya keliatannya bagus,kompeten dan informatif. Kelihatan udah senior juga. Dia ngejelasin pelan pelan dan tanpa bikin gue kawatir. Dia juga komunikatif banget ke lolopnya. Dia bahkan sampai gambar ilustrasi and whats going on inside Lolop’s body and why the operation is needed. So far the doctor is not a problem and kelihatan reliable..

The problem is, operasinya butuh biaya 21 juta. Dan asuransi gue ga cover karena itu dianggap cacat bawaan,while asuransinya Ardy, meski katakanlah bisa cover, tapi sistemnya mungkin ga bisa pake jaminan, but reimbursement instead.

Gue terus terang bingung banget. Semua tabungan gue adalah jenis tabungan berjangka yg ga bisa diambil sampai batas waktu tertentu. So should i wait sampai batas tertentu itu dan lalu baru operasi lolop? What if its too late…?

Well obviously this is something i dont know how to find the answer. So where is ardy? Oh yeah he was there. Ga seperti kunjungan ke dokter sebelumnya di mana gue ga tahu dia di mana, dia ada di sana kali ini. Tapi sibuk dengan muka masamnya yang ditekuk sepanjang malam dan malas malasan serta malah sibuk ngungkit – ngungkit soal hubungannya dia ama gue. Anak kita lagi sakit butuh operasi, yang dia omongin dan pikirin malah hubungan gue dan dia yang sudah bertahun tahun lalu asin dan gada yang bisa dipertahanin lagi. Dan seenaknya dia bilang kalau gue lebih suka menjaga hubungan baik dengan teman teman gue dibanding sama dia.

Dari awal gue sadar pernikahan ini berakhir, gue selalu berusaha mengakhiri dengan baik-baik. Gue ga nuntut apa apa, gue kasih dia kebebasan untuk lakuin semua yang dia mau, kecuali kalau menyangkut anak anak.  Gue masih ingat dan punya itikad baik untuk bawa anak anak ke rumah orang tuanya when in fact dalam beberapa kesempatan malah dia yang nolak. Gue masih inget ama kelangsungan hidupnya, minjemin duit setiap dia ga punya ongkos, dan bahkan ga minta sedikitpun ke dia untuk biaya kebutuhan sehari harinya nayla dan lolop yang sering kali ga bisa dia cover karena mostly ga sampe tengah bulan uangnya sudah habis.
Dan gue dibilang ga mau menjaga hubungan baik sementara selama ini yang suka geratakin barang orang, marah marah dan berkata kasar di socmed, serta ngata ngatain gue via text itu selalu dia.
Gue dibilang ga mau menjaga hubungan baik

Gue udah speechless dan ga tau lagi meski gimana. Gue ga suka ngomong kasar ama dia but in the end,dengan sikapnya yang selalu seperti itu, gue jadi terpaksa kasar.
Dan selalu seperti itu. Gue selalu berusaha jelaskan dengan baik but he keeps pushing and forcing sampai gue harus jadi kasar. Dan gue dibilang ga jaga hubungan baik

Well semakin jelas sudah kecurigaan gue selama ini. Selama ini yang dia pikirin cuma hubungan gue sama dia, tapi dia ga mikir soal hubungan dia sama anak anaknya. Kalau hubungan gue sama dia buruk, maka bagi dia dia juga ga perlu terlalu berusaha buat anak anak. Setiap kali dia mulai baik sama anak anak dan gue, dia lalu mempertanyakan hub gue dan dia, yang obviously selalu gue jawab sama, yaitu pisah, lalu dia snapped out . Langsung bt spanjang hari dan pasang muka masamnya yang terkenal itu. Begitu terus dan terus,over and over again..

Terserah deh dia mau gimana sekarang. Apapun anggapannya tentang gue,gue udah ga perduli. Iya gue juga bukan istri ideal dan brengsek sampai akarnya, but at least gue tahu misahin hub suami istri dengan hub ibu anak. Oh what the hell i say, gue juga udah sama salah dan mungkin lebih besar salahnya dari dia.

Dan gue mungkin juga udah salah nulis ini di blog. But ive been holding this up for so long and i just cant keep it down any longer. I just dont care about good names or anything anymore.

I just hope krisis lolop ini segera selesai dan ketemu solusinya, and then i have to start  processing the thing that selama ini ketunda. The divorce paper.

Advertisements

2 Responses to “Membina hubungan baik?”

  1. We might be a terrible person on earth, but we should make the best dad or mom for our kids. Karena anak2 mu hanya memiliki kamu sebagai ibunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: