Ya sudahlah..

So the earlier post soal even superheroes sometimes break down and cry?
I just did it

Yep, gue bukan superhero emang. Thats why harusnya wajar ya kalo gue akhirnya ambruk?
Setelah sekian lama ga pernah, baru aja gue nangis sesenggrukan di kamar mandi. Sampe mata gue merah dan bengkak. Lalu mata gue kena sabun cair. Dan semakin merah dan bengkak.
Dan kemudian anak anak jadi kena sasaran. Gue bentak mereka yang lagi asyik main, buat masuk ke kamar dan tidur. This is the first time mereka lihat ibunya dengan penampilan seperti itu. Kaget dan takut mereka masuk. Nayla menatap gue bingung, while lolop, meski protes tetep masuk juga.

Di kamar gue terusin nangisnya. Nayla masih diam dan bingung, while lolop yang ga ngerti sibuk sendiri lanjutin mainnya di kamar. I know. I did wrong. I shudnt have scolded them and i shudnt have cried in front of them.
Its forbidden and big no no. I feel awfully sorry for them

But i cudnt help my self. Dada gue rasanya mau meledak. Gue ga bisa nafas (probably because of the ingus inside my runny nose), dan air mata gue ga bisa berhenti keluar.
This is so the first time after bertahun tahun gue nangis seperti ini. Gue bahkan ga ingat sebenernya kapan terakhir gue nangis seperti ini..

And why did i cry? Most of it was because the loneliness. Dan letih.. Sisanya, karena sakit kemasukan sabun yang tadi…

Sepulang dr rumah sakit tadi ada nyokap. Gue lalu diskusi sama dia soal biaya berobat jalannya bokap. And of course maksud gue cuma sharing. Tapi lalu nykap bilang kalo kakak gue yg maha baik hati itu nuding ,katanya kan gue yg ga mau dibantu. My perfect sister. Pintar banget dia. Anyway gue jadi marah dan akhirnya agak bertengkar sama nyokap. Words came out unclear dan gue mulai ga kuasa nahan nangis. Forgive me, mak. I hope you know i wasnt really mad at you.
Ga jelas, gue jadi ngomong keras ama nayla dan lolop ngelarang mereka main ke rumah kakak gue. Saat itu gue tahu gue harusnya ga ngomong gitu, but i was so mad at my sister that i just really needed to say that.

Anyway masih dengan hati penuh, gue pun ke kamar mandi. Lalu nangis sejadi jadinya

Oh iya, for the record, a little earlier moment before that gue juga nangis. Sedih luar biasa karena satu satunya org yang seharusnya bisa gue andelin, belakangan ini malah menjauh. Entahlah. Mungkin dia juga bosan ama smua drama hidup gue. Dan iya, gue mempertanyakan itu ke dia, yg mana gue yakin akan membuat dia smakin jauh lagi, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi gue ga tahan nyimpen perasaan dan diam. So i said what i needed to say, i cried and just pasrah apapun yang terjadi.
If people dont want to stay, and most of all jika harus ada peraturan yg harus gue turuti untuk bikin dia stay, then i guess hak dia kalau dia mau pergi karena gue ga bisa ikutin aturan itu..

Anyway, itu juga salah satu penyebab gue jatuh bangun dan nangis dahsyat.. (Bagian bangunnya exaggerating, cuma berusaha ikutin lagunya Meggy Z aja kok)

Oh thats not even the worst part.
Pas keluar gue baru sadar bokap ada di sana dan cudve listened all the words i screamed out regarding my sister, me and his medical treatment. Mukanya sedih dan gundah. And then i realized i probably hurted him too..

Gue dah ga tau lagi deh. This is the worst night ever. For the first time after gue punya anak, gue rasanya mau ambil silet dan wrist my hand and then just forget all the troubles behind

Even when im writing this i am still crying

Saat nangis tadi gue sempet berdoa.
Gue ga tahu Tuhan mendengar apa gak, hell im not His most loyal hamba. Gue ga sholat,puasa, etc. Gue orang jahat. Jauh skali dari kebaikan. Gue juga ga tahu sih Dia akan peduli atau gak. Yang pasti gue cuma tahu, gue cuma bisa minta sama Dia

I just wish God will understand that this is unbearable. If i have to keep struggling and move on, i really just hope the strength. And also the wisdom to understand this all. Because truthfully, i just couldnt take this alone..

I keep hurting people around me, even nayla dan lolop.. Forgive me, God… Because  i just feel so lonely..

(Mungkin waktunya kembali sholat dan berkomunikasi dengan Dia, tapi apa Dia ga akan ngerasa “Giliran  butuh gue aja, nyariin lo..!” ?) Kalau gitu, begimana …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: