if i could not move on

Gue pribadi agak terganggu ya sama orang yang mikir bahwa orang yang ga move on itu artinya ngarep dan masih ngarep sangat supaya orang yang dicintai itu bisa end up ama dirinya.
Entah kenapa, mungkin ini juga ada hubungannya sama interpretasi cinta bagi gue.
Bagi gue, cinta itu ga pernah berarti memiliki. Buat gue cinta itu ga pernah berarti berharap orang yang kita cintai bisa ama kita. Bagi gue mencintai orang ga pernah berarti dia harus mencintai kita lagi.
Bagi gue cinta itu simply hoping someone that we love, is happy, althought the happiness itself is not with us.

Thats why gue heran kalo ada orang bilang , seseorang yang ga move on itu karena masih ngarepin orang yang dia cintai. Gue pribadi, kalau gue ga move on, simply karena gue belum bisa mencintai orang lain sebanyak orang yang gue cintai itu. Kalo gue belum move on, simply karena gue belum bisa mengganti dia atau berhenti mencintai dia. Kalo gue belum move on, artinya gue emang masih mencintai orang tersebut, dan ini ga pernah berarti bahwa gue berharap gue masih bisa ama dia. Bagi gue, kalo gue belum move on, artinya gue sedia memberi apapun buat dia (kalau dia minta) dan ga pernah berarti gue menerima apapun dari dia

From the first day i decided to love someone, gue ga pernah punya harapan bahwa orang itu, harus ama gue. Bahwa orang itu harus mencintai gue balik. Ga pernah ada yang namanya kaya gitu.
If i say i love someone, meaning i love being with him, i love his accompanies, but bukan berarti gue ingin dia menjadi orang yang harus ada sama gue selamanya.

If i say i could not move on from loving some one, thats just simply because in my heart, until this very moment, cuma ada nama orang itu dan belum bisa diganti ama orang lain,tanpa ada harapan orang itu harus mencintai gue balik atau bisa sama gue

Itu saja

So please understand, I dont love someone because I am expecting something from that someone. I love someone because  i love that someone. Sampai kapanpun itu.

Advertisements

One Response to “if i could not move on”

  1. Hear, hear!
    Dulu, aku ngga ngerti konsep “cinta tidak harus memiliki”. Hehehe.. Buat aku, cinta itu HARUS memiliki–atau minimal terus berusaha untuk memilikinya. Tapi trus seiring berjalannya waktu, aku belajar juga sih bahwa mencintai itu tidak harus memiliki. Cinta, kadang terbit sepihak, karena kita ngga mengendalikan kepada siapa hati memilih. Yang kita kendalikan cuma emosinya aja. Karena kalau maksain, yaa bukan cinta namanya. ya ngga? Pokoknya, keep calm and love me back, dammit–gitulah kira-kira. Hahahaha.. *sama aja yak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: