Lebih dari 4 bulan, cinta?

Kata orang pinter, kalo cuma bertahan 4bulanan suka ama orang itu, artinya naksir. Kalo lebih, artinya lo dah jatuh cinta ama dia.
Nah kalo udah bertahun-tahun? Itu artinya lo dah lumayan cinta banget kali ya ama dia.

Anyway, makin ke sini, gue makin sadar. Pernikahan itu bukan tujuan atau akhir. Melainkan malah permulaan. Permulaan dari gaya hidup yang baru, dan serendeng masalah baru yang harus elo hadapi.

Makanya gue aneh juga, kalo ada perempuan- perempuan single yang ngebet pengen nikah ama pacarnya. Mereka pikir dengan nikah, akhirnya tujuan tercapai. Bahwa apa yang diceritakan di dongeng-dongeng, akhir yang happily ever after itu, akhirnya diraih. Oh no darling, it is not. Mereka ga tahu aja, kekejaman hidup macam apa yang harus mereka hadapi setelah menikah.
Oh well, tapi mungkin gue juga dulu begitu kali.
Atau mungkin cuma gue, yang ngerasa kehidupan pernikahan itu amat sangat penuh kesakitan dan perih? Hahahaa gue melodramatis amat!

Yah bisa juga begitu kali ya. I have found that aside from my sweet little naughty angelic daughters, ga ada lagi dalam pernikahan yang bisa menjadi alasan bertahan.

Yeah my husband loves me. Maybe. Maybe not. Maybe his love udah menguap entah kemana sejak gue ga pernah bisa menunjukan gue ini istri yang baik. Atau mungkin cintanya udah luntur sejak dia sadar gue terlalu keras kepala jadi istri. Atau juga mungkin cintanya udah berganti jadi sekedar tanggung jawab belaka. Karena dia dah lajur nikahin gue.

Entahlah, I don’t really care.

Yang gue tahu, gue jadi lebih sering mempertanyakan, pernikahan macam apa yang dijalani oleh dua pihak yang cintanya dah ga sedalam dulu, atau mungkin dah ga ada. Yang keduanya bertahan hanya untuk anak. Yang komunikasi sudah menjadi buntu, dan sulit saling menghargai lagi. What kind of marriage is that?

Yeah, they tell me not to publicise your marriage’s problem. Hell, I never meant to publicise it. I’m just writing it in my blog, the only place where I know I have a comfort zone.

Jadi ya ga perlu dibaca juga

Advertisements

One Response to “Lebih dari 4 bulan, cinta?”

  1. halo mbak, tulisan mbak menginspirasi saya. terima kasih ya. semoga kehidupan rumah tangga bisa mbak lewati dengan baik. semangat, mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: