Archive for June, 2012

Lebih dari 4 bulan, cinta?

Posted in Uncategorized on June 30, 2012 by enybodyhome

Kata orang pinter, kalo cuma bertahan 4bulanan suka ama orang itu, artinya naksir. Kalo lebih, artinya lo dah jatuh cinta ama dia.
Nah kalo udah bertahun-tahun? Itu artinya lo dah lumayan cinta banget kali ya ama dia.

Anyway, makin ke sini, gue makin sadar. Pernikahan itu bukan tujuan atau akhir. Melainkan malah permulaan. Permulaan dari gaya hidup yang baru, dan serendeng masalah baru yang harus elo hadapi.

Makanya gue aneh juga, kalo ada perempuan- perempuan single yang ngebet pengen nikah ama pacarnya. Mereka pikir dengan nikah, akhirnya tujuan tercapai. Bahwa apa yang diceritakan di dongeng-dongeng, akhir yang happily ever after itu, akhirnya diraih. Oh no darling, it is not. Mereka ga tahu aja, kekejaman hidup macam apa yang harus mereka hadapi setelah menikah.
Oh well, tapi mungkin gue juga dulu begitu kali.
Atau mungkin cuma gue, yang ngerasa kehidupan pernikahan itu amat sangat penuh kesakitan dan perih? Hahahaa gue melodramatis amat!

Yah bisa juga begitu kali ya. I have found that aside from my sweet little naughty angelic daughters, ga ada lagi dalam pernikahan yang bisa menjadi alasan bertahan.

Yeah my husband loves me. Maybe. Maybe not. Maybe his love udah menguap entah kemana sejak gue ga pernah bisa menunjukan gue ini istri yang baik. Atau mungkin cintanya udah luntur sejak dia sadar gue terlalu keras kepala jadi istri. Atau juga mungkin cintanya udah berganti jadi sekedar tanggung jawab belaka. Karena dia dah lajur nikahin gue.

Entahlah, I don’t really care.

Continue reading

Frighten

Posted in Uncategorized on June 28, 2012 by enybodyhome

Bicara dengan suami tadi pagi mengenai salah satu teman yang suka sekali bekerja.
Iya bekerja, literally bekerja.
I told my husband that possibly it is his friend’s comfort zone. So better no need to judge it.

Jadi kepikiran about my owm comfort zone.

I have lots of comfort zone.
Kenapa banyak, soalnya kalau cuma satu gue takut jadi bingung.
What if I become too comfort to go?
That kind of attachment, is frightening me

As I might have lived with that one kind for so many years

New things

Posted in Uncategorized on June 27, 2012 by enybodyhome

So I heard that one of the best remedy to be always happy was to try new things.
And that was exactly what I was doing yesterday.
Thankyou masnyah desta yang rajin banget ngajakin gue buat ikut salah satu kegiatan regulernya dia. No, its not photography nor japanese courses.
Tapi tinju.
Iya tinju.

Buat gue yang jarang olahraga, ga pernah suka olahraga selain renang, ga suka nonton tinju, asli ini langkah yang bold and totally new!

Awalnya gue sempet ragu dan malu. Tau ndiri kan, gue ini orangnya pemalu dan socially awkward. *yeah you may not believe this.

Dan gue sempet serem juga karena coach nya mirip lai lai terminal serem yang galak.

turns out, he was a very nice coach, dan luar biasa sabar.

Denger dari desta, katanya awalnya bakal diajarin buat jalan dulu. What I was thinking when he told me that was, jalan gaya peragawati, and I could not even imagine why the hell a boxer needs to learn how to walk.

Dan ternyata emang iya. Ada hal2 khusus yang kudu dipelajari. Cara jalan, melangkah mundur atau maju. Cara gerakin tangan, and even how to stand.

Ngerepotin? Lumayan banget. Terutama buat gue yang koordinasi antara otak kaki dan tangan suka ga singkron, atau singkatnya ga tahu kanan kiri. Asli gue bingung.

Anyway, ternyata semuanya berlangsung seru. Pelatihnya baik. Gue dah diizinin buat mukul mit. Mit apa mint, gue lupa :p.

And I didn’t expect I would enjoy boxing so much.  Hell this new thing works for me.

Can’t wait for next session in the next week!

When

Posted in Uncategorized on June 25, 2012 by enybodyhome

When you realize that you should be honest. That you would like to start all over by being honest
But you just could not
Because being honest will risk it all, and make you lose what you love
So quite and deceit is all you could do
But what is the point if you build it upon the dishonesty

And that my friend. Is the worst feeling in the world

Doa gue hari ini

Posted in Uncategorized on June 13, 2012 by enybodyhome

Tadi pagi gue nangis. Dan pertama kalinya dalam hidup, ngebatin, berdoa dan berharap banget gue jadi orang yang punya kekayaan berlimpah.
Supaya gue bisa bantu sebanyak-banyaknya, anak-anak tak berdosa di jalan-jalan itu. Yang dijadikan pengemis. Yang dengan tidak bertanggungjawabnya dipinjamkan oleh ibu-ibu dan ayah-ayah mereka, untuk menambah hasil para pengemis.

Ya tuhan, ringankan dan bahagiakanlah hidup anak-anak tak berdosa yang tidak pernah minta dilahirkan itu. Amiiin

Kalau memang

Posted in Uncategorized on June 13, 2012 by enybodyhome

Tiba – tiba teringat kata- kata yang gue tulis sendiri di twitter sekitar 3 bulanan lalu.
Bunyinya kira – kira begini
“Kalau memang benar- benar mencintai, seharusnya tidak perlu merasa sakit. Karena mencintai itu artinya turut berbahagia saat melihat yang dicintai bahagia. Meski bahagia mereka bukan bersama kita”

Oh this so melodramatic and noble quote! Who can really do that in the real world anyway!

But then I realize, maybe I could.

face of death

Posted in crazy theory, My Precious one on June 12, 2012 by enybodyhome

Something strucked me this morning.

I realize , that no matter how proud we are for all the achievements we have made.

No matter how strong we are struggling in this very cruel world

No matter how far and long we have run

No matter how planned and organized our whole life are

No matter how much love we have for the people around us

No matter how tall we have climbed and how great we have developed

It all would be meant nothing

It is just a dust, in the face of our creator.

He could shut it out in the blink of eye, at anytime he likes

I realize we can be so small, in front of the face of death..

A place on earth

Posted in daydreaming with tags , , , , , on June 10, 2012 by enybodyhome

Suatu waktu di bulan Juni, di salah satu kamar hotel di pusat Jakarta.
“Satya,peluk gue dong..” Raina beringsut manja ke dada Satya. Diendusnya dada,pipi dan leher Satya.  Raina sangat menyukai baunya. Bau yang selama 4 tahun lebih ini sudah menjadi candu baginya.

Kamar hotel sempit itu hanya satu dari beberapa kamar hotel lain di Jakarta yang menjadi tempat rendezvous Satya dan Raina. Rendezvous hasrat tepatnya, bagi Satya.
Satya menyukai ritual seksual yang dia lakukan bersama Raina sebulan sekali atau terkadang lebih itu. Satya menyukai cara Raina melayani kebutuhan seksualnya. Sudah 4 tahun lebih, Sudah delapan kali Satya berganti pacar, dan selama itu pula dia dan Raina terus diam – diam menyempatkan satu waktu untuk saling mereguk dosa dengan saling berbagi keringat nafsu.

“Satya, gue cinta elo”. Bisik Raina di kuping Satya. Satya menatapnya dengan tatapan kesal, “Apaan sih”. Ini bukan pertama kali Raina mengatakan itu kepadanya. Dan bukan pertama kalinya pula Raina mendapat reaksi yang sama dari Satya. Raina tahu cinta itu salah, bahwa suaminya lebih pantas mendapatkan cintanya, bukan Satya. “Satya, gue cinta eloo..” Kali ini dengan tersenyum nakal Raina mengucapkan kalimat itu lagi.
Satya beringsut menjauh pura-pura marah. Dia tahu, Raina berkata jujur. Tapi dia juga tahu, Rainapun mengerti bahwa dia tidak ingin membalas cinta Raina.

“However mad or angry you are to me, does not change a thing that i love you so much.” Bisik Raina lagi, lalu bergeser ke pinggir tempat tidur, dan mengganti saluran tivi, berpura-pura merajuk.
“Gue tahu lo ga cinta gue dan ga ingin meluk gue, but at least untuk kali ini aja, pretend that you do and hug me..” Oceh Raina sinis, sambil tangannya sibuk mengganti-ganti saluran televisi.
“Gua kan ga bisa pura-pura, gak suka gue” Seloroh Satya sambil tertawa. Raina menatapnya, masih berpura-pura merajuk, lalu tertawa. Mereka berdua tertawa. Entah menertawakan apa. Tertawa getir mungkin, bagi Raina. Karena dalam hatinya tahu, cintanya memang tidak mungkin berbalas.

Raina berhenti di stasiun tivi yang menayangkan musik. Tayangan lagu Video Game Lana Del Rey, muncul di layar.
Selang beberapa saat, Satya menarik Raina, memeluknya. “Lana del Rey cantik banget ya”, bisik Raina. Kemudian menggumam mengikuti syair lagu Video Game.

“Its you, its you, its all for you, everything i do. I tell you all the time. Heaven is a place on earth with you..”

Raina memeluk Satya lebih erat. Begitupun Satya. Mereka berpelukan dalam diam. Hening. Hanya Lana del Rey mengalun syahdu dalam kamar sempit berbau nafsu itu. Begitu syahdu, hingga waktu terasa berhenti. Seolah mereka berdua benar-benar saling mencintai dengan dalam. Dan hanya ingin menikmati tiap detik di saat itu, dengan saling memeluk.

“I love you so much, Satya.. i love you so much” bisik pelan Raina.  Yang kemudian dijawab dengan suara dengkuran berat Satya..