Renungan sore di lobby gedung

Sudah hampir tiga bulan lamanya saya bekerja di perusahaan swasta. Ritme NGO yang sudah lima tahun lebih saya tekunin, dan lalu tiba-tiba harus terjun ke kantor swasta yang skalanya internasional, sempat membuat saya keteter, ketinggalan dan tergopoh-gopoh.
Posisi saya di kantor ini tidak tinggi. Tapi tanggung jawab dan load kerjaan yang begitu tinggi, hampir membuat saya gila, dan terkena mimpi buruk di bulan pertamanya.
Bagaimana tidak,kesalahan kecil saja bisa membuat seluruh dunia melotot, dan layaknya film ally mcbeal, atasan saya yang posisinya di negeri seberang bisa langsung keluar dari gagang telepon dan menunjuk2 memarahi saya.
Di bulan pertama, saya bahkan tidak sempat menulis twit atau membaca 9gag, hal rutin yang biasa saya lakukan di kantor-kantor lama saya.
Handphonepun harus standby 24 jam. Tidak jarang saya ditelepon di tengah malam wiken, atau subuh di hari minggu.
Tidak jarang pula saya melakukan kesalahan yang membuat saya harus pasrah dibentak-bentak dan disinisi.
Tapi apa saya menyerah?
Biasanya iya. Tetapi anehnya,kali ini saya malah merasa tertantang. Sesuatu dalam diri saya seperti memecut otak dan hati saya,setiap kali perasaan ingin menyerah itu muncul.
Selalu ada suara kecil di dalam sana yang berkata “Don’t give up. You chose this. You can do it?
Jadi yah,walaupun harus tergopoh-gopoh dan tersandung-sandung,saya yakin saya bisa.
Impian saya tidak muluk-muluk. Diberi nilai cukup saja,tidak perlu baik, di akhir tahun nanti, rasanya saya sudah cukup puas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: