Archive for December, 2011

resolusi apa ngimpi?

Posted in a sweet goodbye, My Precious one with tags , , , , , , , , , , , on December 30, 2011 by enybodyhome

Sudah lama banget, ga nulis buat #thekacrutmenulis. Thank God, Mbak Deesan, datang dan memberikan tema baru yang refresh kembali energi dan mood buat nulis.

Anyway, temanya resolusi. Keren. Mungkin momentnya pas banget ya, mengingat dua hari lagi tahun 2011 akan berganti ke 2012.. Time flies indeed..

(Damn suku maya, setiap kali nulis 2012 yang gue bayangin malah hal2 menyeramkan layaknya film 2012).

Actually, I gave up on resolutions since couple years ago. Since all my resolutions had never become reality. And since I’d always forgotten about them, even before January ended, and never tried to rechecked and reminded myself about them. And since all my resolution had always ended as dream resolutions only -__-.

Tapi Mbak Deesan bilang, resolusi kali ini beda. Bukan cuma resolusi tahun baru, tapi resolusi seumur hidup. Maknanya lebih cenderung ke “Melakukan hal-hal yang ingin lo lakuin sebelum mati’ *kok tiba-tiba keingetan film 2012 lagi..

Dan kata Riu, kudu ditulis 25 resolusi. Well Riu, challenge accepted!

Lets try to write them all (in random order) :

  1. Gue pengen nerbitin minimal satu aja hasil tulisan gue. Belum kebayang bentuknya apa, dan belum kebayang caranya gimana. à well actually ini salah satu resolusi yang menguap tak terwujud since couple years ago.
  2. Gue pengen bisa naik sepeda. à another resolusi khayalan
  3. Gue pengen jadi perempuan yang feminine abis, bisa jaga sikap dan omongan, ga serampangan ga gerabak gerubuk. à yes my dear, this is another dream resolution, actually yang ini yang udah bener2 gue let go. I would never be that kind of gul, no matter what
  4. Okay serius dikit. Gue harus punya peningkatan dalam karir. Alhamdulillah jalannya dah terbuka akhir tahun ini. Mudah2an tahun ke depan dah bisa lebih ditingkatkan lagi
  5. Belajar masak. Time is running out, actually time’s out sih, mengingat gue udah nikah di mana kudunya dah bisa masak. But hei, better late than never, rite?
  6. Bayar semua hutang. Yep, termasuk hutang2 personal, hutang puasa, hutang kartu kredit dan smuanya. Yang ini mudah2an tahun 2012 ini kelar smua, amiin.
  7. Menyembuhkan luka hati. Ini yang paling penting sebenernya. Mengingat semua hal yang gue tulis di atas, ga akan tercapai kalau gue masih nyimpan luka hati, dan lalu ga bisa focus
  8. Sekolah lagi.
  9. Mendidik anak-anak gue, dan memberikan yang terbaik buat mereka.
  10. Jalan-jalan ke Athena atauTokyo. Yes, im dreaming about  these places.
  11. Masuk tivi, diinterview untuk buku gue yang laku keras. (HAHAHAHAHAHAH)
  12. Cerita di buku gue dijadiin film.. (Wait, ini resolusi apa mimpi sih ya)
  13. Punya satu aja produk apple, apapun itu. *i never afford to buy any of them
  14. Make love under the moonlight. Seriously under the moonlight, outdoor gitu loh*iya sumpah ini impian juga
  15. Ngebahagiain nyokap dan bokap gue, nyokap dan bokap mertua juga ..
  16. Do good things for humanity. Being a social worker, someday.
  17. Seriously concentrate on enhancing my religious quality, and implement them on my daily basis
  18. Make new friends, and maintain the old friends. Growing old with them.
  19. Punya usaha sendiri. A boutique perhaps. Cause I love clothes and shoes.
  20. Punya rumah. (and how cud I forget this) -_-
  21. Be a better wife and mother. (repeat this 100 times)
  22. I want to be painted naked, like Rose in Titanic. *getok myself and make my eyes startled on point no.17
  23. Punya mobil, kalau udah punya rumah
  24. Lebih giat olahraga, dan mulai hindari junkfood.
  25. Be more grateful, and be happier

 

Okay, that’s that.

Wait, those resolutions, don’t have any schedules or work plan. This aint rite, maybe I should set up deadlines for them. Orelse these would be another empty dream..

Hmmm,,,this wud be hard…

soundtrack of death

Posted in my songs with tags , , , on December 22, 2011 by enybodyhome

Okay, sesuai peraturan tema yang gue buat. Hari ini temanya soal musik dan film. To be honest, belakangan ini aktifitas ngedengerin musik gue agak berkurang. Biasanya everyday, setiap kali berangkat dan pulang kantor, gue ga pernah lupa dengerin lagu2 di mp3 creative kesayangan. Tapi udah dua bulan belakangan ini, gak pernah lagi.

 

Nonton film? Tell me about it, film terakhir yang gue tonton adalah Final Destination. It was on September kalo ga salah. Its been 4 months already. Dan film terakhir kedua yang gue tonton itu burlesque, gue tonton bulan januari. You see, jaraknya ke Final Destination, 8 bulan malah. Yepp, ada banyak film yang gue kepengen banget tonton, tapi ga bisa gue tonton. I skip so many good movies.. I don’t even watch Breaking Dawn! (BLAAAHHHH!! EWWWW I DISLIKE THE MOVIE!)

 

DVD? Dvd terakhir yang gue beli itu Black Swan. Gue beli tahun 2010, and guess what, sampe sekarang guepun belum nonton film itu. Dan lalu film –film baru yang keren – keren pun berdatangan, dan gue gak yakin bisa nonton film-film itu.

 

Rasanya gue seperti tertinggal …

*Mengheningkan cipta dulu sebentar..

 

Anyway, beberapa waktu yang lalu, waktu gue ngetwit lirik lagu Angel yang dibawain ama Sarah Mc Lachlan (yes, im choosing her version to be listened, than the other version), seorang temen pernah bilang, kalau dia mau lagu ini diperdengarkan saat dia meninggal. Boleh dibilang soundtrack kematiannya dia gitu deh.

 

Ngeri? Sedikit sih, yang namanya juga kematian, gue yakin hampir semua orang pasti menghindari pembicaraan menyangkut ini, apalagi perihal kematian sendiri. Tapi gue salut sama temen gue ini, karena dia berani ngomong gitu, dan idenya soal lagu ini,  gue akuin brilian banget. Lagu ini syahdu, lembut dan damai. Cocok banget emang buat dia yang baik luar biasa, yang gue yakin kalau pun meninggal, pasti meninggal dalam kedamaian di tangan angel (malaikat)

 

Dan kemudian, kata-katanya itu bikin gue jadi merenung sendiri. I want my soundtract of death too. Jadi setiap kali dengerin lagu, gue selalu bertanya sendiri, pas gak ya lagu ini buat jadi soundtrack kematian gue.

 

Beberapa lagu sempet menjadi kandidat soundtracknya. Salah satunya “Alone Again Naturally”. Lagu jadul yang dari judulnya sih kayaknya pas ya ama kematian, namanya meninggal ya sendiri dong. Tapi meskipun gue suka banget ama lagu ini, tapi lagu ini gamblang banget cerita soal orang bunuh diri. And noo, to commit suicide is the last thing on my mind rite now, or later sekalipun.

 

Lalu ada “Stronger” nya Britney Spears. Okay, lagu ini cocok juga sih, kalau gue percaya ama hidup setelah mati. Hidup setelah mati macam vampire atau zombie gitu sih maksudnya. Serem ga sih loh, begitu dikubur tau2 lo hidup lagi and stronger than before K. And kalo bisa sih sexier, ya kaya Britney di video clipnya deh.

 

Lalu ada lagi lagu “Make You Feel My Love” nya Adele. Syahdu sih. Manis juga. Dan kalo denger bikin gimana gitu. Tapi kayaknya kok kekinian banget yaa. Gue ga mau dikenal sebagai ABG galau dunksss

 

Terus ada lagi lagunya “Exit Music for A film” nya Radiohead. Kenal lagu ini dari si Henceumusyeu. And yeah, lagunya sedih sangat. But no, im not Juliet. Don’t think it fits me.

 

Dan lalu sepotong adegan film muncul di benakku. Adegan pemakaman The Comedian, di film Watchmen, one of my favorite character from one of my favorite movie. Di adegan itu, si The Comedian dimakamkan dengan latar belakang “The Sound of Silence” sebagai musik pengiringnya.

 

Entah kenapa waktu itu, scene itu menyentuh banget bagi gue. And yeah, that’s it! I found it. Gue ingin dikenang seperti the comedian. Bukan orang suci, bukan orang baik, cenderung jahat sometimes, tapi kehadirannya menyentuh dalam versi yang berbeda-beda oleh banyak orang.

 

Dan lagu The Sound of Silence, wowww this song is deep. And for me, nothing describes death as perfectly as this lyric :

 

Hello darkness, my old friend,
I’ve come to talk with you again,
Because a vision softly creeping in,
Left its seeds while I was sleeping,
And the vision that was planted in my brain
Still remains
Within the sound of silence.

In restless dreams I walked alone
Narrow streets of cobblestone,
‘Neath the halo of a street lamp,
I turned my collar to the cold and damp
When my eyes were stabbed by the flash of a neon light
That split the night
And touched the sound of silence.

And in the naked light I saw
Ten thousand people, maybe more.
People talking without speaking,
People hearing without listening,
People writing songs that voices never share
And no one dared
Disturb the sound of silence.

“Fools” said I, “You do not know
Silence like a cancer grows.
Hear my words that I might teach you,
Take my arms that I might reach out you.”
But my words like silent raindrops fell,
And echoed
In the wells of silence.

And the people bowed and prayed
To the neon god they made.
And the sign flashed out its warning,
In the words that it was forming.
And the sign said, the words of the prophets are written on the subway walls
And tenement halls.
And whisper’d in the sounds of silence.”

– Simon and Garfunkel-

 

let go itu yang penting ikhlas

Posted in Uncategorized on December 22, 2011 by enybodyhome

Okay, i know, hari ini hari kamis, dan sesuai peraturan, gue harusnya nulis sesuatu bertemakan musik atau film. Tapi sekarang suasana hati gue lagi kacau, dan kayaknya gue butuh ngeblog masalah ini.

Anyway, what do you think of working in greenpeace? For me, its a dream job. Ive always wanted to do something for universe, and greenpeace is one of the place i have always dreamed of to be working.
So, lalu, saat ada info lowongan di sana, melamarlah gue di sana, dengan harapan membuncah di hati.

Dan tibalah hari itu, senin kemaren, telepon sakti datang, gue dipanggil untuk interview di greenpeace! Bersorak kegirangan guenyah. Dan langsung bikin alasan buat ga masuk biar bisa dateng interview.

Tapi lalu on the day, nayla yang masih ga enak badan rewel. Ga bisa ditinggal. Dan guepun ga tega ninggalinnya. Dan dengan berat hati, gue pun kirim email ke greenpeace,bilang gue ga bisa dateng interview. Sedih sih, tapi ngeliat Nayla yang terus2an meluk gue dan senang gue di rumah, kayaknya worth it banget.

Dan lalu datanglah telpon sakti itu lagi. Greenpeace memutuskan reschedule interview gue. Jadi hari ini, sore. GUe bersorak kegirangan, kesempatannya datang lagi. Dan harapan itu membuncah lagi.

Etapi, ada tapinya. Jadi selasa sore itu gue udah ijin pulang cepat. Karena ada janji interview di tempat lain juga. Lalu Rabu kemaren, gue juga ijin ga masuk. Kan kayaknya ga lucu banget deh seandainya gue ijin pulang cepet lagi hari ini. Apa kabar penilaian dari HR kalo gue kebanyakan mangkir dari kerja.

Bolos dan pulang cepet, its just not my thing at all. Dilema berkepanjanganpun terus terusan bikin otak gue bekerja keras. Tabel pro dan kontrapun dibuat.

Akhirnya, gue memutuskan untuk ga datang lagi. Kenapa? Karena kayaknya gue berhutang pada tempat gue bekerja saat ini.Mereka udah dengan baik mau nerima gue bekerja di sini, padahal waktu itu gue lagi hamil. Dari sini juga gue dapet berbagai ilmu dan pengalaman yang berharga. Selain itu, meski makan waktu dua jam perjalanan dari rumah ke kantor, tapi kendaraan yang gampang, dan jam kerja yang ga terlalu berat, kayaknya sesuai ama Ibu yang punya anak kecil dua biji kayak gue begini. Ini adalah hal yang paling penting buat gue sih. Karena dengan gitu, gue jadi punya lebih banyak waktu buat kumpul sama anak-anak.

Oh well, so i guess i should say bye bye to my dream job at Greenpeace.

Bye ye tree!!

blog – theme – rules

Posted in featured, My Precious one, Uncategorized with tags , , , , , , on December 20, 2011 by enybodyhome

Tadi sempet baca posting di blog seseorang, yang dia kasih linknya di twit. Gue lupa tapi itu blog siapa, dan linknya ga kesave di history browser.

Tapi idenya menarik sangat.
Untuk posting blog dengan tema yang berbeda tiap harinya. Misalkan senin tema soal politik, selasa tema galau, etc etc. Lucu juga sih menurut gue.

Selama ini, selain buat nulis jurnal sendiri, gue juga ngeblog sesuai dengan tema di #thekacrutmenulis. Mainan gue sama temen-temen lama di blog indosiar. Jadi setiap tema ditentukan oleh orang yang sudah posting sesuai tema duluan.

Cuma belakangan kok agak kendor ya, postingnya. Entah kenapa. Kenapa ya guys?

Anyway, karena gue masih belum ada ide buat posting tema dari #thekacrutmenulis,which is “one man show” dan bulbo dari debby. Kayaknya gue mau coba bikin rules tema buat blog gue perharinya.

Coba ya,…

Hari Senin : Tema Keluarga
Hari Selasa ; Tema universal (bisa politik, seni, dan segala topik aktual yang sedang terjadi di lingkungan sekitar)
Hari Rabu : Renungan Hidup *tsah
Hari Kamis : Musik dan atau film
Hari Jumat : Tema romantis
Hari Sabtu ; Boleh Galau dunk
Hari minggu : Tema suka suka gan

Oh well, sejauh ini gue baru bisa mikir tema yang santai dan ringan-ringan aja dulu. Maklum, gue emang belum bisa bikin posting yang serius dan bisa membuat kepala berkerut.

Lets hope, i follow the rule!

PS: I miss my old blog, sebel banget deh blog nya dihinggapi virus. Does anyone know, how to remove them?

rahasia

Posted in a simple hello, My Precious one with tags , on December 19, 2011 by enybodyhome

Ngomongin soal rahasia, agak-agak bikin gue bingung. Yang namanya rahasia, apa boleh dibicarain. Kan rahasia, noone supposed to know kan?

Anyway, siapa sih yang ga punya rahasia. Gue yakin hampir semua mahluk yang hidup di bumi yang bulat ini, pasti punya rahasia. Either itu yang cuma dibagi sama sahabat, suami, pacar, atau bahkan yang ga semua orang tahu. Meski, menurut gue aga aneh juga sih, yang namanya rahasia kok dibagi-bagi? Harusnya ya disimpan sendiri aja , bukan? Kalau sudah dibagi-bagi, meskipun sudah diberi embel-embel “Jangan kasih tahu siapa-siapa” , ya namanya bukan rahasia lagi dong ya? Dan gue juga berani bertaruh sih, embel-embel “Jangan bilang siapa-siapa” itu, in the end pastinya jadi bakal dibagikan ke orang lain pula, masih dengan embel-embel “Jangan bilang siapa-siapa”. Dan jadilah rahasia itu bukan rahasia lagi..

As for gue sendiri, wohoooo. Tell me about it. I have lots skeleton inside my closet. Rahasia-rahasia dari yang kecil, besar,  yang gelap, sampe yang terang benderang sekalipun.

Mau tahu?

Okay, gue kasih tahu, dengan dua syarat, jangan bilang siapa-siapa, dan gue cuma bisa kasih tahu kalau elo tidur ama gue :P. Ya namanya kan juga rahasiaaaaa…

PS; kenapa kalo gue google image search “secret’ yang nongol model victoria secret semua ya

 

 

a mother is a mother

Posted in My Precious one with tags , , , , , on December 5, 2011 by enybodyhome

“Si anu seperti ga punya naluri keibuan deh, masa ga pernah nulis status atau masang foto anaknya”

“Ah ibu bekerja itu layaknya ga pantas disebut ibu. Wong masih egois kok,mikirin karir bukan mikirin keluarga”

“Lahirnya apa? Cesar yah? Ahhh kalo cesar mah belum ngalamin jadi ibu tuh namanya”

“Anak kok dikasih sufor, ga sayang anak ya? Ibu macam apa tuh..”

 

Familiar dengan ekspresi-ekspresi di atas? Saya, familiar sekali. Sering kali bahkan ekspresi tersebut ditujukan kepada saya yang melahirkan dengan cesar, bekerja, dan kedua anak saya mendapatkan sufor.

 

Rasanya kok aneh ya. Sesama ibu kok senangnya suka memberikan penilaian negative ke ibu lainnya. Dangkal sekali. Ibu itukan tetap manusia. Dan layaknya manusia pula, ibu adalah individu bebas yang berhak menentukan apa yang terbaik bagi dirinya dan bagi  buah hati serta keluarganya. Pasti ada alasan, mengapa mereka memilih keputusan yang mereka pilih. Asal judgement toh, tidak membuat kita lantas menjadi ibu yang lebih baik.

Memberikan anak susu formula, menempuh jalan cesar untuk melahirkan, menjadi ibu yang bekerja atau tidak sering-sering update soal anak di facebook atau twitter, tidak lantas membuat kita berhak menganggap bahwa mereka tidak pantas menyandang ibu sejati, apa lagi menganggap mereka egois.

 

Seperti kata pepatah, “Don’t judge people by the book”.  So don’t judge any mother on how they are raising their kids or managing their family. Kitakan gak pernahtahu, komplikasi macam apa yang membuat si ibu harus menempuh jalan Caesar, atau apa yang menyebabkan mereka terpaksa memberikan susu formula untuk anak-anaknya, atau kesulitan keluarga macam apa yang membuat si ibu harus bekerja. Dan demikian pula sebaliknya. Gak jarang pula ibu bekerja yang memandang rendahatau sinis ibu rumah tangga. Adakalanya mereka menganggap ibu rumah tangga gak lain cuma perempuan-perempuan datar yang kerjaannya cuma ngegosip dan arisan. Ini salah sekali..

We better stop this way of thinking. Ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia, dan sekali lagi, itu adalah pilihan mereka untuk stay home at taking care of their family. We have no business to judge them.

 

Begitulah, ibu adalah manusia mulia. Apapun pilihan mereka, dan bagaimanapun caranya, saya yakin tidak lain hanyalah diorientasikan untuk kebahagiaan anak-anak dan suaminya. Jadi dari pada saling memiliki pandangan miring terhadap sesama ibu, lebih baik kita saling mendukung, mengerti dan saling menghormati keputusan masing-masing.

 

Toh, kasih ibu memang sepanjang jaman. Dari dulu, sampai sekarang. Baik itu ibu rumah tangga, maupun ibu karir.

This post is dedicated to my mom, a strong mother who raises her 10 children without any complaints, and now is helping me taking care of my two little precious children.
I love you, mom.

 

menukar cinta dengan seks

Posted in crazy theory with tags , , , , , , , on December 2, 2011 by enybodyhome

Salah satu teman pernah cerita. Saat dia selingkuh dari istrinya dengan perempuan lain yang mati-matian cinta sama dia, dia sering kali ikut-ikutan bilang cinta, just to have sex with his mistress. Metode yang samapun dia lakukan saat dia selingkuh kedua kalinya dengan perempuan lain, yang juga mati-matian cinta sama dia. And it works. He’s got sex from the girl.

Di pihak lain, si perempuan yang juga teman saya, menggunakan metode yang berkebalikan. Dia rela memberikan sex yang diingini si laki-laki hanya demi supaya bisa menghabiskan waktu dengan si lelaki, dan mendapatkan sedikit kata-kata manis berbumbu cinta darinya. Loser? Entahlah, dia akui dia lakukan semua itu demi cinta.

 

Kesannya jadi kaya simbiosis mutualisme ya, kedua pihak untung. Yang satu dapet sex, yang satu lagi dapet “cinta”, meski cintanya cinta bohongan. Sebenernya gak papa juga sih, kalau dua-duanya ngerasa ga dirugikan, ngerasa diuntungkan selalu, dan ga ada drama menye-menye cengeng sakit hati nya belakangan. Lalu apa kabar kalau in the end si lelaki bosan mengumbar kata cinta, secara ya namanya juga cinta bohongan. Apa kabar, kalau lalu si perempuan ditinggalkan? Miris, perih, ngilu. Sudah melakukan dan memberikan semuanya dengan harapan dicintai, kok malah ditinggalkan. Ujung-ujungnya ada jugakan tuh drama menye-menye?

Women would do sex for love, and men would say love for sex.

Ironis, tapi memang begitu kenyataannya. Most women kadang saru dan mudah tertipu sama yang namanya kata-kata romantis nan manis, that’s why kita kudu pinter pilah-pilih, mana yang beneran  tulus, dan mana yang cuma karena incer seks aja. Jangan asal dipercaya aja tuh semua omongan laki-laki. Laki-laki tuh pintar, mereka bisa saja bilang cinta, tapi di belakangnya ditambahin bumbu “ Tapi aku ga bisa janjiin apa-apa” ke perempuan target pelampiasan seksualnya. Dan bodohnya lagi, biasanya perempuan ya manut-manut aja, dan malah ditimpali dengan “Aku gak ngarep apa-apa kok, yang penting kamunya cinta aja ama aku” Beh!

Harusnya ya, sudah tahu begini, perempuan kudunya ngerti dan bisa bedain, mana sex mana cinta. Kalau kesepakatannya memang cuma ingin have sex, ya uwes, ga usah ngarep-ngarep ada cinta belakangannya. Kalo gak ya, depresi sendiri. Kalau memang dari awalnya cuma ingin have sex berlandaskan cinta, ya carilah laki-laki yang memang pantas dicintai. Gak usah pake bilang ” aku gak harap apa-apa”. Trust me, kalau gak harap apa-apa, ya elo ga usah minta tuh laki-laki menukar cintanya dengan seks yang lo berikan dong.

Dan laki-lakinya, mbok yaa jujur aja. Kalau emang dari awal ga ada cinta, dan cuma ngarep sex aja, ya aturan ga usah jual-jual kata cinta di depannya. Kan kasihan perempuannya juga kalau ujung-ujungnya jadi ngarep. Be fair, say that you only want a casual – sexual affair. Not more. Kalau sudah dibatasi begitu, dan perempuannya masih mau ya, paling ga si perempuan memang enter with her own risk dong. Tapi ada gak ya laki-laki yang begini? Ada, saya pernah nemu satu. And yes, he was my partner in friend with benefit. Dan sampe sekarang saya tetep menghormati dia, karena dia ga pernah ngejual kata cinta to get in bed with me. He was being honest as bastard as he was.

Etapi kembali lagi, kalau si teman lelaki saya ga menggunakan kata cinta, si perempuannya juga ga bakal mau have sex kali ya?

 

PS: tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan kaum laki-laki, swear