grateful

Belakangan ini keadaan keuangan rumah tangga gue berantakan. Suami yang ga ada kerjaan, dan kebutuhan yang terus meningkat, (dan tabungan yang baru sedikit dan akhirnya menipis), bikin keadaan tambah morat marit. Dan alhasil gue jadi galau terus. Selain karena ga punya uang, bentrok dan ribut sama suamipun mulai jadi kebiasaan rutin. Kacau lah pokoknya.

Dan dua hari inipun gue semakin sedih. Karena ternyata gaji gue deficit. Bayangin aja, gaji yang segitu abis buat bayar tagihan dan tetek bengek, dan ternyata masih kurang. Belum lagi belanja dan ongkos bulanan, aduh maaak, pokoknya gue pusing bukan kepalang. Guepun merasa jadi orang paling menyedihkan sedunia.

 

Lalu siang ini, datanglah OBgue dengan gayanya yang adem. Tampak bingung dan ga mengerti. “Mbak, tolong browsingin soal leukeumia dong, gejala, jenis dan cara ngobatinnya..” #jrengjreng

Gue, jelas bingung dan bengong. Usut punya usut, ternyata istrinya siOB diduga kena penyakit mematikan tersebut. Dokter belum vonis sih, tapi gejalanya sudah persis sama. Dan yang bikin gue lebih khuwatir, tampaknya siOB belum terlalu mengerti apa arti penyakit tersebut. Somehow, someway tampaknya dia malah agak-agak keblinger antara leukeumia dan anemia. Meskipun dalam hati gue agak ngeri sendiri, mengingat siOB cerita kalau pak dokter bilang penyakit istrinya melibatkan sel darah putih yang memakan sel darah merah, kira-kira begitu katanya. (So its more likely leukeumia,kan? Tapi, semoga saja bukan, crossfinger me for that)

 

Anyway, demikianlah. Berita dari siOB membuat gue sadar. Bahwa semenderita apapun rasanya kita, sesedih apapun kita, semiserable apapun hidup kita, jangan pernah lupa bahwa selalu ada orang yang setidaknya jauh lebih menderita dari kita. Tidak, ini diingatkan bukan supaya kita lantas menjadi sombong atau merendahkan orang-orang yang lebih menderita dibanding kita, tetapi lebih cenderung supaya kita bisa bersyukur. Bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan nikmat-nikmat disekeliling kita, yang biasanya sering kita lupakan. Bersyukur bahwa setidaknya, Tuhan masih memberikan kita, keluarga, dan orang – orang yang kita sayangi, kesehatan yang sesungguhnya amat mahal harganya.

 

Salah satu idola gue, OprahWinfrey, selalu berujar “Be grateful, and you’ll end up having more”. Sepertinya itu benar adanya.

So marilah kita bersukur. Semoga gue juga bisa mulai bersukur. Dan semoga, benar adanya bahwa si istri OB cuma terkena anemia dan bukan leukemia, amiin amiin YRA.

 

Advertisements

5 Responses to “grateful”

  1. semoga cuma anemia…

  2. Bener banget, ‘Bersyukur ” itu obat galau paling manjur 😀

  3. amin, kemudian berdoan buat istrinya OB

  4. ya, semoga cuma anemia.. dan gw bener2 jd ketampar supaya gak terlalu banyak bikin deramah.. 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: