lady rain, i see you at my window

Berbeda dari sebagian besar orang yang gue kenal, gue ga pernah suka sama hujan. Hampir ga pernah suka. Kecuali kalau cuaca sudah panas terlalu lama dan bikin air kering ya,  baru deh gue mengharap hujan.

 

Bagi gue, hujan itu menyebalkan. Bikin becek. Apalagi karena gue tinggal di kampung, yang mana belum semua jalannya sudah diaspal. Rata-rata masih tanah. Dan kalau hujan, belok dan lumpur di mana-mana. Bikin gue yang punya anak kecil, sering was-was, takut Nayla kepleset atau kecebur lumpur. Oh, dan gue pernah loh, lagi hamil Kiara8 bulan, terus gendong Nayla, dan lalu kepleset jatuh, gara-gara jalanan licin.

 

Hujan juga bikin pakaian lama keringnya. Memang ada tehknologi pengering sih di mesin cuci. Tapi hei, gini-gini gue peduli lingkungan, loh. Menggunakan pengering terlalu sering kan gak hemat listrik. Dan itu bener-bener ga echo friendly. Iyakan?

 

Hujan juga bikin macet. Yup,kota kita Jakartayang tercinta ini memang biang macet. Tapi kalau hujan, itu macetnya sudah bukan biang lagi, tapi sudah jadi maha dari yang termaha macet. Gue pernah stuck pulang dari kantor jam lima teng, dan sampai rumah jam setengah sebelas malem gara-gara macet pas hujan.

 

Hujan bikin sinyal jelek. Yang ini salah gue juga sih. Siapa suruh pilih provider tv cable dan kartu gsm yang ecek-ecek. Alamat kalau hujan, ga ada channel yang ketangkep, dan sinyal hapepun Cuma SOS  :P.

 

Hujan bikin banjir di mana-mana. Wait, kalau ini juga bukan salah hujan ya. Salahkan orang-orang yang suka buang sampah sembarangan, salahkan para developer dan orang-orang kaya yang bikin mall dan apartemen di mana-mana tanpa memikirkan kaidah lingkungan yang benar, dan most easily, lets just blame our government :D.

 

And last but not least. Hujan bikin galau… Am I making this up? No!

Coba aja tengok twitter dan status2 fesbuk yang tingkat kegalauannya bakal meningkat kalau lagi hujan. And yep, ini berlaku juga buat gue. Hujan bakal bikin gue cengeng, and how I hate to be cengeng.. Ya habis, gimana ga cengeng, kalau hampir semua adegan romantis di film, sinetron,  TV series, and even songs, selalu melibatkan hujan sebagai latar belakangnya. And to be honest, satu hal romantis yang selalu gue impikan dari kecil sampai sekarang, tapi gak pernah kesampean adalah, saat gue kehujanan sendirian di jalan, tiba-tiba ada sesosok pangeran tampan yang memberikan payungnya buat gue berteduh. Kenapa ga nyodorin tumpangan di BMW atau Mercedes Benz aja coba yak, biar keren? Nope, because for me, berjalan berdua dalam hujan, is just the most romantic moment ive ever wished for…

#Ciyeeeeeee

 

 

Advertisements

4 Responses to “lady rain, i see you at my window”

  1. masa sih? aku malah mikirnya hujan itu nikmat, bisa selimutan nonton dvd sampai larut dan pelegalan makan diatas tempat tidur, hihihi…

  2. hahaha sama yud gw juga ga suka hujan. Btw, itu dari jam 5-11 ngapain aja??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: