You can’t cheat fate

 

Tadi malam itu saya nonton Final Destination 5. Sebenernya agak malas nontonnya, secara sequelnya yang ke-4 jelek, mudah ditebak, dan dangkal banget. Tapi karena filmnya 3D, dan karena sekaligus ngumpul sama teman-teman, akhirnya saya sambangi juga bioskop di PS itu, meski jam mainnya malem banget (19.50, akhirnya kudu bohong ama nyokap deh bilang lembur). Lagi pula, dipikir-pikir tanggung juga, udah nonton sampai 4, sekaligus aja yang kelima ditonton juga.

 

Anyway, jauh dari ekspektasi saya yang rendah sekali terhadap film ini, ternyata filmnya amat sangat keren! Awesome! Thrilling! Two thumbs up!! – deh kalo kata Roger dan Epert. Entah karena efek 3Dnya, atau karena partner nontonnya ya, jadi nonton sekuel yang kelima ini, rasanya jauh lebih seru dibanding waktu nonton yang keempat. (Jadi tercenung inget waktu nonton yang keempat….). Dan bener deh, meski acting pemainnya ga sekeren film-film Oscar, tapi mereka jauh lebih baik dibanding para pemain sekuel keempat yang datar, dan nyaris tanpa emosi. Selain itu, ceritanya juga seru, ga sekedar kejar-kejaran ama destinasi  terakhir alias kematian aja, tapi juga ada kejar-kejaran antara sesama manusianya, jadi kayak pelem-pelem action gitu deh #apeu.

 

Oh, dan endingnya pun mengejutkan, ga mudah ditebak seperti sekuel-sekuel sebelumnya. And I love it! Buat penggemar Final Destination pasti teriak kaget-semangat pas liat endingnya. (Cause I did that too :P). Oh dan nilai addisionalnya bagi gue adalah, beberapa pemainnya pernah main di The Office, serial kesayangan gue. Jadilah gue senyum-senyum sumringah senang kaya anak esde abis “ditembak” gurunya setiap liat mereka berakting. (Bagian anak SD “ditembak” gurunya, please don’t try that at home).

Oh iya, dan tambahan lagi, seperti halnya film-film sebelumnya, film ini juga dipenuhi dengan adegan kematian yang asli tragis, dramatis, dan sama sekali tidak romantis, tapi bikin miris. Dan karena nontonnya di bioskop 3D, jadilah efeknya makin nyess-nyess dan nyess di hati. Dijamin badan dan jantung pada sakit setelah nonton ini. Just don’t try to watch this movie if you don’t have a healthy heart, high blood pressure, or in the final stages of pregnancy. Karena ga ada asuransi di karcis bioskop,kan?

 

Anyway, bekal dari nonton Final Destination 1-5, berikut adalah pelajaran berharga yang gue ambil dari film – film tersebut :

 

  1. Jangan naik pesawat. Kalo ada yang berantem di pesawat, buru-buru turun deh dari tuh pesawat.
  2. Jangan diri di tengah jalan, ntar ketabrak bus (ya iyalah)
  3. Jangan mandi di bath tub, dan jauhin kawat gorden dari bath tub. (untung gue ga punya bath tub juga sih)
  4. Jangan masak air, dan jangan naro pisau di dudukan pisau, taro aja di laci deh, atau kalo perlu, ga usah punya pisau.
  5. Jangan lewat rel kereta
  6. Jangan ke Paris. No matter how romantic the city is, just don’t don’t don’t go there. Beberapa tokoh mati dengan latar belakang Parisloh
  7. Jangan lewat jalan tol
  8. Jangan ke dokter gigi
  9. Jangan menang undian
  10. Jangan naik lift
  11. Jangan dateng ke lokasi pembunuhan *yaiyalah
  12. Jangan ke rumah sakit
  13. Kalau udah masuk ke rumah sakit jiwa secara suka rela, jangan keluar-keluar lagi.
  14. JANGAN NAIK ROLLERCOASTER
  15. Jangan ke gym
  16. Jangan ngantri di drive in fastfood
  17. Jangan ke supermarket alat-alat tukang
  18. Jangan ke pasar malam
  19. Jangan naik kereta
  20. Gak usah tanning. (Mahal juga soalnya pasti, lagian kulit udah item gini apa lagi yang mau ditanning, bo!)
  21. Jangan nonton balapan mobil
  22. Jangan ke salon.
  23. Jangan cuci mobil
  24. Jangan berenang
  25. Jangan ke bengkel
  26. Jangan ke mall
  27. Jangan nonton bioskop
  28. Jangan naik bis
  29. Jangan lewat flyover
  30. Jangan ke sauna, atau akupunktur
  31. Jangan lasik (mahal juga dong)
  32. Jangan kerja di pabrik
  33. Jangan kerja di pabrik (karena yang mati di pabrik dua orang)
  34. Jangan ke bar
  35. Jangan jadi chef (screw you Chef Gordon Ramsey!)
  36. Jangan jadi pesenam
  37. Sekali lagi, jangan keparis.

 

Wewwwww!!! *narik nafas panjang pendek, mengingat-ingat listnya. Masih ada lagi gak, sih?

Anyway, satu pelajaran terakhir yang paling penting yaitu bahwa nasib itu sudah ada yang menentukan. Kalau memang sudah waktunya, maka memang waktunya. Kalau memang sudah jodoh dan rezeki, ya pasti jodoh dan rezekinya. What’s meant to be, will be. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Jadi mari kita berusaha legowo  🙂

 

Dont do this, really. Glasses is alright, and softlense is cute, kok!

ps : gue ga berani nulis judul “you cant cheat death”. Somehow, its terrifying 😐

 

ps again : OMG, its not just me who remembers the office when watching this movie! http://www.imdb.com/title/tt1622979/board/flat/187774712?p=1

 

 

Advertisements

7 Responses to “You can’t cheat fate”

  1. huahahhahaha…jadi takut nonton Final Destination 5 :[

  2. silent rider modeon *sambil download FD5

  3. Kayaknya kurang…

    Jangan pake Jarum Akupuntur dan jangan minum es. hihihi

    Aku nontonya di leptop, gak berasa ngerinya. Tapi takut juga sih….. hahaha

  4. gw udah nontor bray …. dari semua kejadian matinya yang paling gore-jempol-mengurasemosi banget si cewe kacamata ama pesenam

Leave a Reply to hideous Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: