Archive for September, 2011

kiss me beneath the milky twilight

Posted in a sweet goodbye on September 29, 2011 by enybodyhome

Dalam rangka berpartisipasi dalam ajangnya si @hurufkecil yakni mainan #15harimenulisdiblog, gue pun mencoba membuat cerpen soal ciuman pertama. Yup,itu topik pertama yang di kasih ama si empunya ajang. Baru beberapa paragraf gue tulis, tiba-tiba gue sadar. This game is supposed to be fun! And look at my story, i’ve been so accustomed to write depressing stories, and this new story pun sudah amat sangat depressing dan suram luar biasa di paragraf-paragraf awalnya.

So, gue pun langsung berhenti nulis, banting setir tajem ke kiri atau ke kanan, dan kayaknya mau memulai mainan ini dengan tulisan yaah yang ringan-ringan ajalah., *makan kerupuk.

 

Okay so I think im gonna write about my first kisses. Kenapa gue tulis first kisses? Ya karena I ve felt some first kisses with some different guys. Every new kiss with a new different guy is called with first kiss, kan? 😛

My very first kiss was di parkiran salah satu gedung toko buku ternama di Jakarta. Yeah it was lame. Started with the boyfriend bought me an ice cream, and then ngerayu bilang mau nyobain rasa eskrim yang  gue lagi makan, and yup, landed on my lips. It was great, I think. However it was 13 years ago. And I wasn’t so good at kissing, newbie bo. So whatever that dude do to me, I guess it was good,kan?

 

My other first kiss with another dude, was 6 years ago. I guess he was so damn good, because he didn’t even kiss me first, and made me couldn’t wait and kissed him first. This time was no bookstore, car or ice cream. Actually I forget. Di mana ya gue cium dia waktu itu? #KemudianHening

 

The other first kiss, was with one of my temporary madness. Jadi ceritanya gue iseng-iseng selingkuh dari pacar yang kedua itu.. heheheh  Heii, abis dia duluan kok yang selingkuh! *Defensif abis. Dan sekali lagi gue lupa bagaimana dan di mana dan siapa duluan yang nyium waktu itu. Kayaknya gue ya? Di bioskop, mungkin?

 

Anyway, my next first kiss was so sangat tidak keren. Di kosan. Sepulang nonton bioskop at a first date. I asked him first. Begini nanyanya “ Kok elo ga mau cium gue sih?”. Dan yang ditanyapun bingung dan mencium dengan canggung. Awalnya canggung. Tapi lama-lama was so cool that 6 months later gue setuju jadi istrinya. #ciyeeeee

 

Oh, satu lagi! Gue ketinggalan satu ciuman lagi. One of my temporary madness juga, maybe. As I kissed him at the office, while he was having girlfriend and I was too already. We had a great moments. But that’s it. Ended painfully. Oh well, not gonna talk bout this one I guess, too painfull. #Lebayparahsangat.

 

So begitulahkira-kira pengalaman first kisses gue. Geeezz, I don’t kiss lot of guys ya ternyata. And mostly, i kissed them first.  Anyway, kissing is fun. It’s the key to the very true feeling, key to your heart, and maybe the key to another things that are fun! But just remember, if your kiss leads you to something deeper, then you should kiss carefully, and safe  🙂

 

kiss wisely

Advertisements

You can’t cheat fate

Posted in my movies on September 23, 2011 by enybodyhome

 

Tadi malam itu saya nonton Final Destination 5. Sebenernya agak malas nontonnya, secara sequelnya yang ke-4 jelek, mudah ditebak, dan dangkal banget. Tapi karena filmnya 3D, dan karena sekaligus ngumpul sama teman-teman, akhirnya saya sambangi juga bioskop di PS itu, meski jam mainnya malem banget (19.50, akhirnya kudu bohong ama nyokap deh bilang lembur). Lagi pula, dipikir-pikir tanggung juga, udah nonton sampai 4, sekaligus aja yang kelima ditonton juga.

 

Anyway, jauh dari ekspektasi saya yang rendah sekali terhadap film ini, ternyata filmnya amat sangat keren! Awesome! Thrilling! Two thumbs up!! – deh kalo kata Roger dan Epert. Entah karena efek 3Dnya, atau karena partner nontonnya ya, jadi nonton sekuel yang kelima ini, rasanya jauh lebih seru dibanding waktu nonton yang keempat. (Jadi tercenung inget waktu nonton yang keempat….). Dan bener deh, meski acting pemainnya ga sekeren film-film Oscar, tapi mereka jauh lebih baik dibanding para pemain sekuel keempat yang datar, dan nyaris tanpa emosi. Selain itu, ceritanya juga seru, ga sekedar kejar-kejaran ama destinasi  terakhir alias kematian aja, tapi juga ada kejar-kejaran antara sesama manusianya, jadi kayak pelem-pelem action gitu deh #apeu.

 

Oh, dan endingnya pun mengejutkan, ga mudah ditebak seperti sekuel-sekuel sebelumnya. And I love it! Buat penggemar Final Destination pasti teriak kaget-semangat pas liat endingnya. (Cause I did that too :P). Oh dan nilai addisionalnya bagi gue adalah, beberapa pemainnya pernah main di The Office, serial kesayangan gue. Jadilah gue senyum-senyum sumringah senang kaya anak esde abis “ditembak” gurunya setiap liat mereka berakting. (Bagian anak SD “ditembak” gurunya, please don’t try that at home).

Oh iya, dan tambahan lagi, seperti halnya film-film sebelumnya, film ini juga dipenuhi dengan adegan kematian yang asli tragis, dramatis, dan sama sekali tidak romantis, tapi bikin miris. Dan karena nontonnya di bioskop 3D, jadilah efeknya makin nyess-nyess dan nyess di hati. Dijamin badan dan jantung pada sakit setelah nonton ini. Just don’t try to watch this movie if you don’t have a healthy heart, high blood pressure, or in the final stages of pregnancy. Karena ga ada asuransi di karcis bioskop,kan?

 

Anyway, bekal dari nonton Final Destination 1-5, berikut adalah pelajaran berharga yang gue ambil dari film – film tersebut :

 

  1. Jangan naik pesawat. Kalo ada yang berantem di pesawat, buru-buru turun deh dari tuh pesawat.
  2. Jangan diri di tengah jalan, ntar ketabrak bus (ya iyalah)
  3. Jangan mandi di bath tub, dan jauhin kawat gorden dari bath tub. (untung gue ga punya bath tub juga sih)
  4. Jangan masak air, dan jangan naro pisau di dudukan pisau, taro aja di laci deh, atau kalo perlu, ga usah punya pisau.
  5. Jangan lewat rel kereta
  6. Jangan ke Paris. No matter how romantic the city is, just don’t don’t don’t go there. Beberapa tokoh mati dengan latar belakang Parisloh
  7. Jangan lewat jalan tol
  8. Jangan ke dokter gigi
  9. Jangan menang undian
  10. Jangan naik lift
  11. Jangan dateng ke lokasi pembunuhan *yaiyalah
  12. Jangan ke rumah sakit
  13. Kalau udah masuk ke rumah sakit jiwa secara suka rela, jangan keluar-keluar lagi.
  14. JANGAN NAIK ROLLERCOASTER
  15. Jangan ke gym
  16. Jangan ngantri di drive in fastfood
  17. Jangan ke supermarket alat-alat tukang
  18. Jangan ke pasar malam
  19. Jangan naik kereta
  20. Gak usah tanning. (Mahal juga soalnya pasti, lagian kulit udah item gini apa lagi yang mau ditanning, bo!)
  21. Jangan nonton balapan mobil
  22. Jangan ke salon.
  23. Jangan cuci mobil
  24. Jangan berenang
  25. Jangan ke bengkel
  26. Jangan ke mall
  27. Jangan nonton bioskop
  28. Jangan naik bis
  29. Jangan lewat flyover
  30. Jangan ke sauna, atau akupunktur
  31. Jangan lasik (mahal juga dong)
  32. Jangan kerja di pabrik
  33. Jangan kerja di pabrik (karena yang mati di pabrik dua orang)
  34. Jangan ke bar
  35. Jangan jadi chef (screw you Chef Gordon Ramsey!)
  36. Jangan jadi pesenam
  37. Sekali lagi, jangan keparis.

 

Wewwwww!!! *narik nafas panjang pendek, mengingat-ingat listnya. Masih ada lagi gak, sih?

Anyway, satu pelajaran terakhir yang paling penting yaitu bahwa nasib itu sudah ada yang menentukan. Kalau memang sudah waktunya, maka memang waktunya. Kalau memang sudah jodoh dan rezeki, ya pasti jodoh dan rezekinya. What’s meant to be, will be. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Jadi mari kita berusaha legowo  🙂

 

Dont do this, really. Glasses is alright, and softlense is cute, kok!

ps : gue ga berani nulis judul “you cant cheat death”. Somehow, its terrifying 😐

 

ps again : OMG, its not just me who remembers the office when watching this movie! http://www.imdb.com/title/tt1622979/board/flat/187774712?p=1

 

 

i dont like saying i am a good girl

Posted in a simple hello, featured on September 19, 2011 by enybodyhome

Saat saya memutuskan untuk mengenakan kerudung, saya tahu jalannya tidak akan mudah. Saya tahu akan banyak godaan dan cobaan yang akan datang, baik dari diri saya sendiri yang pada dasarnya mungkin memang peragu, maupun dari diri orang lain.

 

Latar belakang watak dan pembawaan saya, yang serampangan, suka ceplas ceplos, agak mesum, dan mungkin cenderung vulgar sepertinya yang paling menjadi focus orang-orang di sekeliling saya. Dan bagi orang-orang di keliling saya yang mungkin tahu rahasia tergelap dan terdalam saya, hal ini menjadi momok yang cukup bikin mereka pandang saya sebelah mata.

 

Dan benar saja. Hari pertama saya ke kantor dengan menggunakan kerudung, berbagai komentar muncul. Bagi yang berjiwa positif tampak senang, dan lantas saja mengucapkan selamat, turut senang, dan mendoakan. Yang lainnya berkomentar ragu akan keputusan saya, dan menganggap saya pasti cuma main – main. Beberapa lainnya malah dengan mudahnya menyindir dan mengatakan yang penting itu merubah yang di dalam hati, bukan yang di luar.

 

Sejujurnya komentar yang terakhir ini  yang lumayan menusuk. Seolah-olah yang mengeluarkan komentar tahu persis apa yang sedang terjadi di dalam diri saya, dan seolah-olah dia punya hak untuk menilai dalamnya saya ini buruk atau baik. Tetapi saya sadar, saya dalam proses memperbaiki diri sendiri. Komentar seperti itu tidak lantas harus menjadikan saya manusia yang pahit lagi. Saya harus menganggap komentar itu sebagai pecut, bahwa saya bisa menjadi orang lebih baik. Tidak , tidak untuk membuktikan ke orang tersebut. Tapi lebih untuk membuktikan ke diri saya sendiri, that I am not as lame and as loser as I have always thought.

 

Dan sejujur-jujurnya, saya tidak pernah ingin dianggap sebagai orang baik kok, apalagi mengaku-aku bahwa saya ini orang baik. Segala hal yang saya lakukan hanyalah berdasarkan pertimbangan saya ingin melakukannya, bukan karena saya ingin dianggap baik. Cause I am no good girl, and no angel too. Beside, i never expect anyone to consider me as a good person too, all i know, I’m just trying to be myself. So bless people who love to judge.. 🙂

Give me strength, God..

 

 

i dont want to wait..

Posted in a sweet goodbye, my movies on September 15, 2011 by enybodyhome

So even dawson cannot be with Joey. And Joey ended up with Pacey. Jen died, and that hot Jack t urned out to be gay.

Ive always been a big fans of Dawson – Joey relationship. So when they didnt meant to be together, it made me sad.

This  shows me, that even in the movie, or tv series, we cant plan the story will go as the way we want it.

So maybe by thinking about it, i could realize, that if something is not meant to be, than it wont be..

Dan tiba tiba jadi inget salah satu kalimat di film My Life in Ruins. “Who can plan life?”

 

 

just a thought

Posted in My Precious one on September 8, 2011 by enybodyhome

salah satu link yang gue temuin while browsing

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150201588921650&comments

 

aku galau

Posted in a simple hello on September 7, 2011 by enybodyhome

Jujur, dari sebulanan belakangan ini, gue agak galau dan bimbang. Entah kenapa, di otak gue terus kepikiran pengen berjilab (lagi). Tapi kali ini gue tahu, gue ga boleh tergesa-gesa. Gak lucu aja kayaknya kalau udah berjilbab, terus perilaku gue masih yang sembrono dan ga karu2an gini. Dan dari semua, yang paling sulit sih jaga omongan. Semua orang tahu betapa gue ceplas ceplos aja kalo ngomong, dan kadang ga pake saringan.

Anyway, gue juga ngeri sendiri. Gue tahu bagaimana diri gue. Gue ini cenderung impulsive. Potong rambut pendek begini mungkin salah satu bentuk keimpulsifan gue. Dan gue ga mau, perihal pakai jilbabpun jadi korban dari keimpulsifan gue. Tapi entah kenapa, belakangan ini dorongannya kuat banget. Kayaknya hampir setiap hari gue makin merasa gue kayaknya kudu berjilbab.

Iya sih, sholat gue masih belang bentong. Bahkan bulan puasa kemaren pun, dari kalah 13, tiga harinya kalah karena M – males, bukan karena halangan. Dan iya, gue masih suka berantem ama nyokap,sama suami, sama mertua, sama siapa aja. But entah kenapa, (lagi), dorongan untuk berjilbab makin semakin kuat.

Tapi terus terang, gue juga bimbang dan masih ragu banget. Bingung juga harus konsul ama siapa gitu.
Mungkin gue kudu bikin pro and cons nya aja dulu di sini kali ya :

Pro :
1. Jelas ini syariat utama sebagai muslimah
2. Mudah2an aja dengan berjilbab,segala kelakuan dan kesalahan di masa lalu bisa lebih diminimalisir. Karena you know, jilbab itu b isa jadi pager, kan? Iya gak sih?
3. Nyokap bokap, mertua pasti seneng luar biasa
4. Temen2 juga.. eh iya gak sih? Atau mereka malah ngeledek gue, nanti? *okay yang ini gue masukin pro aja ya, meski gak tahu juga ini pro atau cons
5. Kudunya sih gue jadi lebih focus buat benahin sisi religius gue

Cons :
1. Bakal banyak baju yang kebuang huhuuhhuuhu, padahal gue sering beli baju
2. Ngeri diledekin orang hehehehee
3. kudu modal gede buat baju,jilbab blablabla
4. ga bisa nakal, ga bisa genit, ga bisa bandel hihiihih *ini mah masuknya ke pro kaliiiiiii

Terus apa lagi ya..? Kayaknya Cuma segitu yaaa..?
Oh well, I have to think about this hard.

By the way, found this article : http://tinyurl.com/3my24sf on google while browsing the reasons why I should wearing veil. Somehow it enlightens me. Lets see if I can do it.
Wish me luck 

 

being random

Posted in My Precious one on September 6, 2011 by enybodyhome

Lebaran baru lewat seminggu. Masuk kantor udah dua hari. Tapi gak tahu kenapa, badan rasanya gak enak banget, sampai males ngapa-ngapain. Untungnya, karena masih suasana lebaran, suasana kantorpun jadi ikut malas-malasan, kerjaan pun juga jadi gak ada. Jadi badan ga enakpun, gak perlu dipaksa ngerut-ngerutin otak dan focus-fokusin mata buat kerja.

Tapi sebenernya sih, idle mind ini justru yang paling bahaya buat gue. Karena otak gak dipake kerja, alhasil pikiran jadi wandering ke mana-mana. Dan biasanya kalau udah wandering kemana-mana gini, ujung-ujungnya yah mentok ke hal-hal yang merusak pikiran, hati dan tenaga. And while writing this, gue jadi curiga, jangan-jangan badan berasa gak enak dan gak karuan gini karena otak, pikiran dan hati gue lagi gak bener.
Oohh, kayaknya gue emang butuh kesibukan.

Anyway, lebaran kemaren berlalu dengan sukses. Bermula dari acara nyari baju lebaran buat duo ucruts di dua hari sebelum lebaran. Sebenarnya gue paling males kalau kudu ke mall di hari-hari deket lebaran. Penuhnya itu loh! Dan gue paling ga betah ada di tempat yang terlalu ramai, apa lagi mendekati sumpek gitu. Mungkin itu juga sebabnya gue ga suka nonton konser. Anyway, seneng banget bisa beli baju lebaran buat duo ucruts dengan model sama. Modelnyapun lucu. Terusan dengan model rok tutu gitu. Dua-dua nya jadi kaya penari balet kecil. Sayangnya itu baju ga bisa dipakai di hari pertama lebaran. Secara si emak udah beli baju buat nayla yang ada tasnya, dan menurut dia baju itu kudu wajib dipake di hari pertama lebaran, biar nayla dapet angpaonya banyak. *eng ing eng. Akhirnya dua baju lucu-lucu itupun dipakai di hari kedua lebaran saat kita berkunjung ke rumah uyut dan neneknya si ucruts. Dan semua tante-tante, nenek-nenek pun senang liat si ucruts pakai baju seragam gitu. Lucu katanya. Emaknya dong yang bangga.. *chinup.

Oh iya, tahun ini mungkin lebaran pertama gue sejak bersuami dan berkeluarga, di ciledug. Alhasil, guepun harus ikut rombongan kakak-kakak ipar – ponakan-ponakan, keliling kampung buat maaf-maafan. Dan bok, betapa gue ga kenal 80% penduduk tuh kampung. Sebagian besar rumah yang kita kunjungin, gak ada yang gue kenal, dan gue yakin merekapun bertanya-tanya tiap kali gue dan suami minta maaf. Yang lucu sih Nayla. Dia semangat-semangat aja ikut keliling kampung bareng-bareng kakak2 sepupunya. Si kakak2 sepupu sih memang sudah mematokkan workplan dan logframe secara matang buat saling berlomba ngumpulin angpao sebanyak mungkin. Lucunya, bapak – emaknya pun kasih support dan dukungan penuh buat kegiatan ini. Salah satu kaka ipar bilang, “Kalau gedein anak itu adalah bisnis, maka keuntungannya ya cuma dating pas lebaran ini”. Gue ketawa aneh saat itu. Ironis. Tapi apa jangan-jangan memang iya ya? Hehehehee

Anyway, Nayla berhasil ngumpulin angpao dari hasil keliling kampung itu sebanyak IDR.99 ribu. Duapuluh ribu nya dipinjem bapaknya buat jajan. Dasar bapak durhaka dah ah :P. Kalo Kiara, kiara berhasil dapat uang 12 ribu perak dari budenya. Ibu simpen deh dua-duanya. Sebagai kenang-kenangan kalau sudah besar nanti. Atau masukin deposito aja kali ya, sapa tahu bunganya bisa buat beli rumah, hohohohoo amiin amiin.

Lebaranpun dilanjutkan di rumah neneknya si ucruts di priuk. Planningnya sih bakal nginep di sana selama dua minggu. Tapi karena udara panas, dan si bapakke jadi ga bisa tidur tiap malam, selang tiga hari di sana, bapakke minta pulang. Hehehehe, dan gue menuruti dengan senang-senang saja :P.

There, berapa paragraph ini gue udah tulis? Enam yah ? Dengan menulis enam paragraph aja, otak gue berhasil kedistract dari hal-hal ga ngenakin yang bikin otak penuh dan bikin gue pengen teriak “Taeeeee, aahhhh!!”

So its true, menulis memang terapi yang baik, my friends!