this is actually for me

Ada yang bilang moving on itu kaya makan sayur. Gak enak, tapi baik buat kita. Ini bener banget, yang namanya moving on ga pernah enak. Dipecat dari kantor, diputusin pacar, cinta bertepuk sebelah tangan, ataupun pisah dari orang atau sesuatu yang kita sayang banget, itu ga pernah enak. Jangankan harus moving on, menerima kenyataan bahwa benda itu, atau orang itu ga belong to us aja udah susahnya setengah mampus. Tapi kalau gak mau hidup jadi neraka buatan sendiri terus menerus, ya kita harus moving on.

Seperti halnya semua hal lain di dunia, moving on itu butuh proses. Ga bisa seperti orang      membalikkan telapak tangan. Dan berapa lama prosesnya di setiap orang itu beda-beda, kita ga bisa pukul rata semuanya sama. Tapi saya hampir yakin, untuk bisa melewati proses itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah acceptance. Yup, menerima kenyataan. Menerima bahwa yang biasanya milik kita, bukan milik kita lagi. Menerima kenyataan bahwa sesuatu yang kita harapkan menjadi milik kita, ternyata ga. Menerima kenyataan bahwa harapan dan impian yang selama ini kita idam-idamkan, ga terjadi. Menerima kenyataan, bahwa keajaiban yang selama ini kita tunggu akan datang, ga akan pernah bisa terjadi. Tanpa menerima kenyataan, selamanya kita akan terkurung dalam denial. Selamanya kita akan terkungkung dalam harapan semu. Kita akan terus menanam ”ini ga terjadi” atau ”suatu saat nanti pasti terjadi” di dalam otak kita. Ini, jelas ga baik. Tidak hanya membuang waktu dan tenaga kita, tapi juga menutup kesempatan yang lebih baik untuk datang. Iya memang harapan itu yang membuat kita hidup,tapi terlalu banyak menyimpan harapan, it kills you,  my friend.


Selanjutnya kalau sudah menerima kenyataan bahwa things just dont go as it used to be or we hoped it should be, give ourself a break. Gada salahnya kita beri waktu untuk diri sendiri berduka, berkabung, atau apapunlah. Terserah caranya mau gimana, karoke sampai mulut dower, nangis sampai mata bengkak, atau ngurung diri sampai kulit putih berglitter-glitter kaya Edward Cullen, you name it lah. Tapi ingat,apapun yang terjadi, seburuk apapun kenyataan, kita masih beruntung karena kita masih punya kehidupan. Jadi jangan lakukan hal-hal yang merusak hidup kita, ataupun hidup orang-orang yang kita sayangi. Kenapa saya bilang jangan merusak hidup orang lain, karena ada kalanya kenyataan yang harus kita terima terasa begitu menyakitkan hingga ingin rasanya kita menuntut balas (haduh kaya mantili) atau menyakiti balik orang atau apapun yang sudah menyakiti kita. Sering kali pada akhirnya kita berusaha mensabotase orang tersebut, dengan melakukan hal – hal yang maksudnya ga ada lain cuma ingin bikin mereka menderita. Don’t, my friend. Balas dendam atau payback ga akan membawa kemana-mana. Cuma akan bikin beban di hati, dan memperburuk keadaan. Just accept it, and go on with life.


 

Sudah nerima kenyataan, sudah berkabung, its time to rearrange life. Satu persatu, benahin semua arsip. Buang hal-hal yang ngingetin akan keadaan yang menyakitkan itu. Kubur benda-benda yang bikin inget, dan perbarui playlist. Certain song biasanya mengingatkan akan certain someone, akan certain things, atau certain event. Remove it from ur playlist, and start seeking another  songs. Ini untuk mengingatkan kita bahwa there are plenty other beauties out there. Saya pernah baca di salah satu posting blog milik Risahart, kalau ingin bikin hidup jadi lebih menarik dan gak hampa, mulailah cari hobby baru. Ga ada salahnya ini dilakukan dalam proses untuk moving on. Hobby baru artinya suasana baru dan kesempatan untuk bertemu orang-orang baru yang bisa bikin kita melupakan hal-hal menyakitkan. Hobby baru juga bisa mendistract otak dan hati kita dari memikirkan hal – hal yang berguna (baca :sedih, putus asa, marah, etc). Dengan demikian, hiduppun menjadi lebih menarik.

Masih kata Risahart, “happiness is choices”. Bahagia itu pilihan. Kalau kita sibuk isi otak dan hati dengan hal-hal sedih dan menyedihkan, dan sangat menyedihkan, pada akhirnya kita ga akan pernah merasa bahagia. Mulailah berpikir bahwa kita bahagia, katakanlah hal-hal positif yang membuat bahagia, dan lakukanlah hal-hal menyenangkan yang membuat bahagia. Pada akhirnya, bahagia itupun milik kita.

Oh well, semua yang ditulis di atas tampaknya mudah. Semua teori itu memang terdengar mudah, dan pada prakteknya mungkin tidak semudah itu. Tapi percayalah, dari pada ragu dan bertanya-tanya apakah itu bisa dilakukan atau tidak, lebih baik mulai mencoba melakukan dan buktikan sendiri soal mudah dan susahnya. Saya sedang tidak membual, karena inilah yang sedang saya lakukan.

Semoga saja saya berhasil moving on dari hal-hal yang selama ini membelenggu saya, dan begitu pula dengan kamu. Good luck, everyone!

 

Advertisements

10 Responses to “this is actually for me”

  1. Aku gak suka RobPattinson sm K-stew. Tp aku suka Edward Cullen sm Bella Swan!!!!!! Perfect couple!!!!!! ;* ;*

  2. keyennn postingannya… sukaa deh 😀 izin share yah… hihihih

  3. cie si kakak lagi wise banget nih, artikel semangat nih.

    Kak mentor mau tanya, hal di atas berlaku untuk semua case ga? termasuk patah hati gitu

  4. Beeergh! harusnya baca dari kemaren-kemaren nih…..

  5. suka tulisan iniiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!!
    akhirnya dpt pencerahan jg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: